• HOME
  • POLITIK
  • HUKUM
  • NARKOBA
  • WAWANCARA
  • EKONOMI
  • PENDAPAT
  • POLITISIANA
  • NUSANTARA
  • VIDEO
WIB
NEWSFLASH
Search
Bookmark and Share
WAWANCARA
Dewi Motik Pramono (Eva/dok)
Artikel Terkait:
  • Dewi Asmara: Kecewa, Polri Abaikan Equality Before The Law
  • Dewi Motik: Mari Bangun Ekonomi Keluarga Lewat ICT
  • Dewi Aryani Hilman: Premix Hanya Bagus Untuk Jangka Pendek
  • Dewi Perssik: Protes Film “Innocence Of Muslims” Jangan Anarkis
  • Dewi Andang Joesoep: Penyakit Jantung Bawaan Bisa Disembuhkan
2012-07-04 03:39:48 WIB

Dewi Motik: Determinasi Perempuan Bisa Tingkatkan Kualitas Demokrasi

Politikindonesia - Jumlah perempuan di Indonesia lebih dari 50 persen jumlah penduduk Indonesia. Namun, kesenjangan gender khususnya di bidang pendidikan politik masih menjadi kendala untuk kemajuan perempuan Indonesia. Karena hal itulah, potensi perempuan selalu dipandang sebelah mata. Sehingga keterwakilan perempuan di legislatif dan yudikatif masih rendah.

Ketua Kongres Wanita Indonesia (Kowani), Dewi Motik Pramono mengatakan, pendidikan menjadi kunci bagi perempuan Indonesia untuk semakin  maju. Ini adalah modal untuk meningkatkan kualitas hidup untuk sukses di karir dan rumah tangga.

“Sebenarnya saat ini perempuan Indonesia memiliki determinasi dalam mengubah lingkungan sekitarnya menjadi lebih baik," kata Dewi Motik kepada politikindonesia.com usai menggelar acara "Perempuam Jakarte Nyari Gubernur" bersama Women’s Forum For Excellence dan Female Circle di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (03/07).

Dewi sangat menyayangkan karena masih banyaknya perempuan Indonesia yang tidak menyadari potensi yang mereka miliki untuk menentukan kualitas demokrasi di negeri ini. Hal ini disebabkan mereka tak memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk menggunakan hak politik dan akhirnya memilih untuk bungkam.

Padahal, sambung dia, saat ini pemilih perempuan di Jakarta memiliki antusiasme tinggi ketimbang pemilih laki-laki. “Namun sangat disayangkan para pemilih perempuan memilih tanpa kecerdasan politik yang memadai," ujarnya.

Menurutnya, peranan wanita dalam pendidikan sangatlah vital. Pendidikan adalah salah satu faktor utama tentang sejauh mana suatu bangsa berkembang dan maju. "Sebenarnya begitu banyak program pendidikan untuk kaum perempuan. Saat ini semua perempuan bisa melakukan pekerjaan laki-laki. Misalnya, untuk menjadi wartawan tak hanya dibutuhkan laki-laki tapi perempuan juga," ungkap wanita tamatan IKIP tahun 1985 ini.

Dengan begitu, lanjut Dewi Motik, kesadaran perempuan Indonesia atas dunia politik bisa semakin cerdas dan bijaksana di dalam menggunakan hak pilih mereka. Dalam hal ini, pihaknya terus menyosialisasikan pentingnya pendidikan politik bagi kaum perempuan. "Saya melihat penguasaan pendidikan politik perempuan Indonesia masih sangat rendah. Oleh karena itu, perempuan Indonesia masih harus berjuang untuk bisa mempengaruhi kebijakan publik yang berkaitan dengan kehidupan mereka," paparnya.

Kepada Elva Setyaningrum, dia mengungkapkan harapannya terhadap 1000 perempuan yang mengikuti dialog publik tersebut bersama pasangan calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub)Jakarta. Selain itu, Dewi Motik juga menjelaskan apa saja yang dilakukan pihaknya kepada sejumlah perempuan Jakarta yang tidak mau menggunakan hak suaranya dan bagaimana dengan pemilih pemula. Lalu, pemimpin seperti apa yang pantas memimpin Jakarta. Berikut hasil wawancaranya!

Apa tujuan dari dialog publik “Perempuam Jakarte Nyari Gubernur”  ini?

Saya ingin mengajarkan semua manusia, khususnya perempuan di Jakarta bahwa keputusan ada ditangan anda. Jadi dalam forum itu, saya secara pribadi ingin mengajak  perempuan Jakarta untuk menggunakan hak pilih mereka. Satu suara saja bisa menjadi penentu keputusan. Karena ini merupakan kesempatan tertinggi yang tak bisa diwakilkan oleh siapa pun untuk kita memilih siapa yang berhak menjadi pemimpin kita ke depan. Karena itu adalah rahasia kita sama tuhan.

Apakah Anda akan membuat petisi dari semua jawaban yang dikatakan oleh para calon?

Saya akan tetap mengatakan, kepada semua cagub dan cawagub, kalau anda sudah berjanji dihadapan para perempuan Jakarta. Jadi saya akan menagih satu persatu semua janji itu. Bahkan, semua janji mereka sudah kita buatkan list semua.

Apa yang Anda lakukan dengan para pemilih pemula?

Saya bersyukur karena saya punya sekolah dan saya adalah seorang guru. Dalam hal ini, saya sudah memberikan pengajaran kepada mereka sebagai pemilih pemula tentang pendidikan politik. Selain itu, yang terpenting adalah saya menjelaskan agar suara mereka terwakili dengan baik. Apalagi mereka semua baru pertama kali menggunakan haknya untuk menentukan masa depan Jakarta. Mereka kebanyakan masih duduk di kelas 1 atau 2 SMA.

Bagaimana pendapat Anda, mengenai sejumlah perempuan, khususnya ibu rumah tangga yang tidak mau menggunakan hak suaranya?

Kami memang mendorong para perempuan untuk menggunakan hak pilihnya. Siapa pun yang dipilih pasti bagus. Karena orang yang golput, tidak menggunakan hak suaranya dengan baik adalah orang yang penakut. Jadi pilih siapa saja. Karena menurut saya, mereka semua bagus.

Bahkan sudah ada 2 calon yang menunjukan keberhasilannya di daerah mereka masing-masing dan mereka sudah berani datang ke Jakarta dan berjanji akan memperbaiki Jakarta. Jadi kalau mereka tidak terpilih, bisa kembali lagi ke daerahnya dan membangun kembali daerah mereka lagi. Jadi Pilkada Jakarta saat ini sangat luar biasa karena ada 6 pasangan yang berani mencalonkan diri untuk memimpin Jakarta.

Apakah Anda sudah mempunyai pilihan. Siapa yang akan Anda pilih?

Wah, kalau soal itu hanya saya dan tuhan yang tahu. Tapi yang pasti, saat ini, hati saya bercabang 6. Seperti yang saya katakan, bahwa mereka semua bagus. Saya bisa bilang seperti itu, karena saya mengenal semuanya dengan baik. Mereka adalah teman-teman saya. Bahkan, hampir semua dari mereka sudah menelpon saya, untuk saling berdiskusi tentang kemajuan Jakarta. Mereka meminta pendapat saja, karena saya adalah Ketua Kowani yang mereka anggap lebih mengetahui tentang kemajuan Jakarta buat kaum perempuan.

Mengapa Anda tidak ikut mencalonkan diri sebagai cagub atau cawagub dalam Pilkada Jakarta?

Saya tidak ada keinginan untuk mencalonkan diri. Karena saya merasa belum mampu dan belum ada yang bisa saya perbuat untuk dibanggakan. Karena bagi saya, pemimpin itu adalah sebuah amanat. Apalagi cara kampanye yang mereka pakai saat ini adalah cara barat dengan memasang foto mereka di spanduk dan baliho yang bertebatan di sejumlah ruas jalan ibukota. Jujur saja, saya tidak suka dengan cara seperti itu karena merusak pemandangan. Sebenarnya kampanye itu, orang memilih kita. Karena dengan karya-karya yang kita buat, orang akan mengenal kita sehingga mereka pasti akan memilih kita.

Menurut Anda, pemimpin yang pantas untuk Jakarta?

Jakarta membutuhkan pemimpin yang peduli terhadap peningkatan ekonomi rakyat. Mereka harus bisa memberikan bukti. Bukan hanya sekadar mengumbar janji untuk mengurangi masalah kemacetan dan banjir. Selain itu, janji memberi akses kepada rakyat mengenai peningkatan kesehatan dan pendidikan secara gratis.

Harapan Anda untuk Gubernur Jakarta terpilih nanti?

Karena saya bukan orang partai jadi dalam hal ini saya tidak punya kepentingan apa-apa. Saya hanya berharap, siapa pun yang terpilih nanti, janganlah bersikap sombong. Mendaratlah di bumi Indonesia. Karena sistem birokrasi di Indonesia sangat buruk jadi mereka yang terpilih harus mau melayani rakyat dan bukan rakyat yang melayani para pemimpinnya. Jadi mereka juga harus siap memimpin Jakarta dengan segudang masalahnya.
(eva/kap)
 
FOLLOW US
             
POLITISIANA
Index >>

Bangunan di Bawah Gunung Padang Telah Terbukti

Hipotesa yang disampaikan Tim Terpadu Riset Mandiri tentang adanya bangunan di bawah situs megalitik...


Plato Tak Bohong, Atlantis Pernah Ada di Indonesia

Plato adalah seorang filosof dan ilmuwan besar yang hidup pada masa 424 sampai 347 Sebelum Masehi. A...

NUSANTARA
Index >>

Pilkada Kediri: 7 Pasangan Calon Telah Mendaftar

Pendaftaran  calon Walikota dan Wakil Walikota Kediri, Jawa Timur, telah ditutup. Sebanyak 7 pa...


Pilgub Lampung: KPUD Mulai Lakukan Sosialisasi

Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Lampung mulai melakukan sosialisasi tahapan pemilihan gubernur (...
JAJAK PENDAPAT
Inikah Presiden RI 2014 - 2019 Pilihan Anda?
1.Aburizal Bakrie
2.Prabowo Subianto
3.Endriarto Sutarto
4.Dahlan Iskan
5.Gita Wirjawan
6.Sri Mulyani Indrawati



Hasil jajak pendapat


HOME | POLITIK | HUKUM | NARKOBA | WAWANCARA | EKONOMI | PENDAPAT | POLITISIANA | NUSANTARA | VIDEO | REDAKSI

Copyright © 2011 PolitikIndonesia.com All rights reserved