• HOME
  • POLITIK
  • HUKUM
  • NARKOBA
  • WAWANCARA
  • EKONOMI
  • PENDAPAT
  • POLITISIANA
  • NUSANTARA
  • VIDEO
WIB
NEWSFLASH
Search
Bookmark and Share
WAWANCARA
Desy Ratnasari (Eva/dok)
Artikel Terkait:
  • Diah Maulida: Verifikasi Data Untuk Pastikan Kondisi Garam Nasional
2012-06-20 01:32:51 WIB

Desy Ratnasari: Ayo, Kita Lestarikan Badak di Indonesia

Politikindonesia - Desy Ratnasari mengaku prihatin dengan kenyataan bahwa populasi badak di Indonesia semakin berkurang. "Realitanya dalam 10 tahun terakhir, populasi badak di Indonesia mengalami penurunan sekitar 50%," kata Desy kepada politikindonesia.com, usai menghadiri penandatanganan Nota Kesepakatan antara PT Sinde Budi Sentosa dengan WWF Indonesia di Jakarta, Selasa (19/06).

Oleh karena itu, sebagai duta produk Cap Kaki Tiga, Desy kemudian melibatkan dirinya untuk ikut dalam konservasi badak di Ujung Kulon, Jawa Barat. "Sebenarnya duta produk ini sudah saya sandang lama, sejak 5 tahun lalu. Makanya, saat diminta untuk melibatkan diri, saya langsung tertarik," ujar wanita kelahiran Sukabumi, Jawa Barat, 12 Desember 1973 ini.

Kepada Elva Setyaningrum, Deasy yang juga Dosen Psikologi Industri Organisasi di salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta ini menjelaskan alasan ketertarikan dirinya untuk ikut terlibat dalam melestarikan hewan langka ini. Berikut hasil wawancaranya:

Menurut Anda, apa itu badak?

Badak merupakan salah satu satwa yang memiliki kharismatik. Saya pun sangat terkesan dengan binatang langka itu. Tubuhnya besar dan kekar. Saya pun beruntung sempat  menyentuhnya ketika menjalani syuting. Bagi saya itu adalah sebuah pengalaman yang menyenangkan bisa berinteraksi dengan badak.

Apa yang Anda ketahui tentang populasi hewan badak?

Saat ini hanya ada 5 sub spesies badak di dunia yang terancam bahaya kepunahan. Jika upaya penyelamatan tidak segera ditingkatkan. Oleh karena itu, saya acungi jempol dengan adanya pencanangan tahun 2012 sebagai tahun badak internasional yang digagas oleh Internasional Union for Corservation of Nature (IUCN). Pencanangan program ini juga didukung oleh 11 negara yang menjadi sebaran badak-badak di dunia. Yaitu Indonesia, Mozambique, Kenya, Bhutan, Nepal, Malaysia, Nimibia, Zimbabwe, Botswana, Afrika Selatan dan India.

Lalu, bagaimana dengan badak Indonesia sendiri?

Indonesia memiliki 2 jenis badak dari total 5 badak yang ada di dunia. Kedua jenis badak itu pun mesti dilindungi. Yaitu badak Sumatera (dicerorhinus sumatrensis) dan badak Jawa (rhinoceros sondaicus). Keberadaan mereka pun terbatas di beberapa wilayah di Indonesia. Untuk badak Sumatera bisa diketahui keberadaannya di Taman Nasional Gunung Leuser, Taman Nasional Way Kambas, dan  Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. Sedangkan untuk badak Jawa keberadaannya hanya di Semenanjung Ujung Kulon. Jadi Indonesia memiliki peran kunci dalam upaya pelestarian badak secara global.

Bagaimana perasaan Anda bisa terlibat dalam pelestarian badak ini?

Yang pasti saya sangat senang bisa ikut berpartisipasi melestarikan badak di Indonesia yang jumlahnya dalam 10 tahun terakhir ini terus mengalami penurunan. Pada tahun 2006, populasi badak Sumatera jumlahnya berkisar 201-275 ekor. Padahal sekitar 10 tahun sebelum tahun 2006, jumlah badak di Indonesia diperkirakan masih antara 420-875 ekor. Karena jumlahnya makin berkurang dan dikaterogikan sebagai salah satu hewan yang ternacam dari kepunahan. Makanya keberadaan badak di Indonesia harus dilestarikan. Kegiatan ini merupakan bagian dari pelestarian binatang dan lingkungan.

Menurut Anda, mengapa kita harus melestarikan badak?

Ya, yang saya katakan tadi, karena badak adalah salah satu hewan langka yang hampir punah. Jadi kalau tidak dilakukan dari sekarang, anak-cucu kita di masa mendatang tidak akan melihatnya. Takutnya, nanti lama-lama punah. Dan, tidak ada lagi yang harus melestarikan. Ini juga bagus untuk anak saya dan untuk anak Indonesia yang lain. Nanti kalau sudah besar mereka bisa benar-benar nyata melihat badak itu seperti apa.

Apa yang Anda lakukan dalam kegiatan pelestarian badak ini?

Kedepannya, kami akan bersama-sama melakukan edukasi kepada masyarakat. Tentunya kegiatan ini tak lepas dari kerjasama dengan WWF Indonesia untuk membuat berbagai program acara dan kegiatan yang bertujuan untuk melestarikan badak di Indonesia. Karena penyelamatan kedua jenis badak di Indonesia tergantung pada komitmen bersama di antara semua pihak tak hanya dari pemerintah dan masyarakat. Bahkan pelaku industri pun juga ikut berkontribusi dalam menjaga pelestarian hutan dan menjamin perlindungan penuh populasi badak dan habitatnya. 
(eva/wan)
 
FOLLOW US
             
POLITISIANA
Index >>

Stop Berdebat, Ayo Beri Kontribusi Bagi Riset Gunung Padang

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta semua pihak terkait untuk tidak mengulang lagi mempe...


Bangunan di Bawah Gunung Padang Telah Terbukti

Hipotesa yang disampaikan Tim Terpadu Riset Mandiri tentang adanya bangunan di bawah situs megalitik...

NUSANTARA
Index >>

9 Tewas Terseret Gelombang Pasang Pantai Tulap Sulut

Gelombang pasang terjadi di Pantai Tulap, Kecamatan Kombi, Minahasa, Sulawesi Utara. Dalam peristiwa...


Waspadai Gelombang Tinggi di Selat Sunda

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan peringatan dini terkait potensinya m...
JAJAK PENDAPAT
Inikah Presiden RI 2014 - 2019 Pilihan Anda?
1.Aburizal Bakrie
2.Prabowo Subianto
3.Endriarto Sutarto
4.Dahlan Iskan
5.Gita Wirjawan
6.Sri Mulyani Indrawati



Hasil jajak pendapat


HOME | POLITIK | HUKUM | NARKOBA | WAWANCARA | EKONOMI | PENDAPAT | POLITISIANA | NUSANTARA | VIDEO | REDAKSI

Copyright © 2011 PolitikIndonesia.com All rights reserved