2010-09-03 05:48:21
Dalam 2 Hari 4 Gempa Guncang Sumatera
Politikindonesia - Dalam waktu dua hari, kawasan Sumatera diguncang 4 kali gempa. Pada Kamis, 2 September 2010, Pukul 07.16 WIB, Kawasan Kepulauan Andaman - Nicobar diguncang gempa berkekuatan 5,1 SR. Epincentrum gempa berada pada 12,71 Lintang Utara dengan 92,79 Bujur Timur pada kedalaman 30,1 km.
Kali ini rambatan gempanya tidak terlalu lama sampai di kawasan Sumatera. Hanya berselang sekitar 40 menit, tepatnya pukul 07.57 WIB Kawasan Sinabang, Nangroe Aceh Darussalam (NAD) digoyang gempa berkekuatan 5,0 SR dengan kedalaman laut 18 km. Episentrumnya berada pada posisi 2,56 Lintang Utara dan 95,95 Bujur Timur atau 45 km di Barat Laut Sinabang.
Delapan jam kemudian, Pukul 15.01 WIB rambatannya bergeser ke kawasan Sumatera Utara, tepatnya Nias. Gempa berkekuatan 4,8 SR itu epicentrumnya berada pada 0,11 Lintang Utara dan 97,10 Bujur Timur pada kedalaman laut 34,7 km.
Sebelumnya, pada 1 September 2010, pukul 18.13 WIB, gempa berkakuatan 4,4 SR mengguncang kawasan Simeulue, Nangroe Aceh Darussalam pada kedalaman laut 27,4 km. Epicentrumnya berada pada 2,665 Lintang Utara 95,461 Bujur Timur.
Malam harinya, pukul 23.42 WIB, giliran Bengkulu diguncang gempa berkekuatan 4,5 SR pada kedalaman laut 10 km. Epicentrum gempa berada 67 km di Barat Daya Bengkulu atau 48 km dari pantai terdekat Bengkulu atau 78 km Barat Daya Bintuhan.
Dua gempa terakhir (tanggal 1 September 2010) merupakan buah rambatan dari gempa yang terjadi tanggal 30 Ahustus 2010 di perbatasan Myanmar- India yang berkekauatan 4,6SR. Pusat gempa berada pada 25,11 Lintang Utara, 95,10 Bujur Timur dengan kedalaman darat 136 km.
Dari empat gempa terakhir yang terjadi di kawasan Sumatera, belum tercatat adanya korban jiwa dan harta benda.
Kawasan Sumatera - Jawa memang benar-benar rawan gempa. Apalagi bila terjadi gempa di kawasan utara Sumatera, Xixang, Myanmar, Andaman-Nicobar, diyakni rambatannya akan merengsek ke kawasan ini. Seperti biasa, sejak terjadi gempa di Myanmar dan Andaman, Didik melalui situs pribadinya mengingatkan, rambatan kedua gempa itu bisa menuju ke Pulau Sumatera dan Jawa.
Nangroe Aceh Darussalam, Nias, Mentawai, Bengkulu, tampaknya memang menjadi langganan terjadinya gempa bumi.
Pada Jumat (27/08) gempa berkekuatan 5,2 SR mengguncang Bengkulu. Pusat guncangan yang tak berpotensi tsunami itu, terjadi sekitar 78 Km Barat daya Bintuhan Bengkulu, dengan kedalaman 12 Km dan dirasakan di Bengkulu cukup kecil.
Provinsi Bengkulu pernah dilanda gempa besar berkekuatan 7,3 SR pada 2000 dan 7,9 SR tahun 2007. Gempa ini menghancurkan ribuan rumah penduduk dan menelan korban jiwa dengan kerugian mencapai ratusan miliar rupiah.
Tiga hari sebelumnya, Selasa (24/08), sekitar pukul 16.00 WIB, Gempa berkekuatan 4,8 Skala Richter terjadi di Kota Muara Aman, Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu.Gempa itu berada 3.01 Lintang Selatan dan 101.94 Bujur Timur atau 31 Km barat laut Muara Aman, Kabupaten Lebong, Bengkulu dengan kedalaman 95 Km. Guncangan dirasakan di Kota Bengkulu dan Muara Aman, Lebong antara II-III MMI.
Gempa bumi berkekuatan 5,1 skala Richter juga terjadi Sabtu (12/06), pukul 20.36 WIB dengan pusat 130 kilometer Barat Daya Bintuhan, Bengkulu. Informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika menyebutkan gempa berlokasi di 5,64 Lintang Selatan-102,57 Bujur Timur pada kedalaman 15 kilometer, tidak berpotensi tsunami.
Pusat gempa juga berada pada 159 kilometer Barat Daya Krui, Lampung; 181 kilometer Barat Daya Liwa, Lampung; 208 kilometer Tenggara Bengkulu; dan 476 kilometer Barat Laut.
(dtr/ftu)Kali ini rambatan gempanya tidak terlalu lama sampai di kawasan Sumatera. Hanya berselang sekitar 40 menit, tepatnya pukul 07.57 WIB Kawasan Sinabang, Nangroe Aceh Darussalam (NAD) digoyang gempa berkekuatan 5,0 SR dengan kedalaman laut 18 km. Episentrumnya berada pada posisi 2,56 Lintang Utara dan 95,95 Bujur Timur atau 45 km di Barat Laut Sinabang.
Delapan jam kemudian, Pukul 15.01 WIB rambatannya bergeser ke kawasan Sumatera Utara, tepatnya Nias. Gempa berkekuatan 4,8 SR itu epicentrumnya berada pada 0,11 Lintang Utara dan 97,10 Bujur Timur pada kedalaman laut 34,7 km.
Sebelumnya, pada 1 September 2010, pukul 18.13 WIB, gempa berkakuatan 4,4 SR mengguncang kawasan Simeulue, Nangroe Aceh Darussalam pada kedalaman laut 27,4 km. Epicentrumnya berada pada 2,665 Lintang Utara 95,461 Bujur Timur.
Malam harinya, pukul 23.42 WIB, giliran Bengkulu diguncang gempa berkekuatan 4,5 SR pada kedalaman laut 10 km. Epicentrum gempa berada 67 km di Barat Daya Bengkulu atau 48 km dari pantai terdekat Bengkulu atau 78 km Barat Daya Bintuhan.
Dua gempa terakhir (tanggal 1 September 2010) merupakan buah rambatan dari gempa yang terjadi tanggal 30 Ahustus 2010 di perbatasan Myanmar- India yang berkekauatan 4,6SR. Pusat gempa berada pada 25,11 Lintang Utara, 95,10 Bujur Timur dengan kedalaman darat 136 km.
Dari empat gempa terakhir yang terjadi di kawasan Sumatera, belum tercatat adanya korban jiwa dan harta benda.
Kawasan Sumatera - Jawa memang benar-benar rawan gempa. Apalagi bila terjadi gempa di kawasan utara Sumatera, Xixang, Myanmar, Andaman-Nicobar, diyakni rambatannya akan merengsek ke kawasan ini. Seperti biasa, sejak terjadi gempa di Myanmar dan Andaman, Didik melalui situs pribadinya mengingatkan, rambatan kedua gempa itu bisa menuju ke Pulau Sumatera dan Jawa.
Nangroe Aceh Darussalam, Nias, Mentawai, Bengkulu, tampaknya memang menjadi langganan terjadinya gempa bumi.
Pada Jumat (27/08) gempa berkekuatan 5,2 SR mengguncang Bengkulu. Pusat guncangan yang tak berpotensi tsunami itu, terjadi sekitar 78 Km Barat daya Bintuhan Bengkulu, dengan kedalaman 12 Km dan dirasakan di Bengkulu cukup kecil.
Provinsi Bengkulu pernah dilanda gempa besar berkekuatan 7,3 SR pada 2000 dan 7,9 SR tahun 2007. Gempa ini menghancurkan ribuan rumah penduduk dan menelan korban jiwa dengan kerugian mencapai ratusan miliar rupiah.
Tiga hari sebelumnya, Selasa (24/08), sekitar pukul 16.00 WIB, Gempa berkekuatan 4,8 Skala Richter terjadi di Kota Muara Aman, Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu.Gempa itu berada 3.01 Lintang Selatan dan 101.94 Bujur Timur atau 31 Km barat laut Muara Aman, Kabupaten Lebong, Bengkulu dengan kedalaman 95 Km. Guncangan dirasakan di Kota Bengkulu dan Muara Aman, Lebong antara II-III MMI.
Gempa bumi berkekuatan 5,1 skala Richter juga terjadi Sabtu (12/06), pukul 20.36 WIB dengan pusat 130 kilometer Barat Daya Bintuhan, Bengkulu. Informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika menyebutkan gempa berlokasi di 5,64 Lintang Selatan-102,57 Bujur Timur pada kedalaman 15 kilometer, tidak berpotensi tsunami.
Pusat gempa juga berada pada 159 kilometer Barat Daya Krui, Lampung; 181 kilometer Barat Daya Liwa, Lampung; 208 kilometer Tenggara Bengkulu; dan 476 kilometer Barat Laut.



