
Wiendu Nuryanti (Helmi/dok)
Artikel Terkait:
2012-08-14 18:50:06 WIBWamendikbud: Pemerintah Dukung Penelitian Lanjutan Gunung Padang
Politikindonesia - Hasil penelitian sementara di situs Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat, menunjukkan ada sebuah situs kuno buatan manusia yang dibangun pada masa sebelum masehi. Temuan ini adalah sesuatu yang istimewa. Pemerintah siap mendukung penelitian lanjutan atas temuan ini.
Demikian disampaikan Wakil Menteri Pendidikan dan Budaya (Wamendikbud), Wiendu Nuryanti dalam acara "Cara Baru Memandang Bencana, Peradaban Dan Kemakmuran Indonesia di Masa Depan" yang digelar di Gedung Krida Bakti, Jakarta, Selasa (14/08).
"Penghargaan kepada Kantor Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana Alam serta Tim yang telah melakukan penelitian, dan kami akan mendorong para peneliti untuk menindaklanjuti temuan mereka," kata Wiendu.
Wiendu menyebut, Indonesia memiliki kondisi geografis yang mendukung peradaban kebudayaan yang luar biasa. Saat ini, sedikitnya ada 65.200 candi, monumen, patung dan peninggalan nenek moyang lainnya yang menjadi kekayaan budaya bangsa. Semuanya terkait dengan keberadaan Indonesia di ring of fire (cincin api) Pasifik.
Wamendikbud mengatakan, hasil penelitian di Gunung Padang adalah sesuatu yang istimewa. Wiendu berjanji akan mendukung penelitian itu hingga tuntas, termasuk memberi fasilitas yang dibutuhkan untuk mengungkap keberadaan bangunan pra sejarah tersebut.
"Pada intinya, kami mendukung sepenuhnya penelitian yang dilakukan dan kami akan memfasilitasi apa yang dibutuhkan oleh Tim Mandiri Riset Terpadu Gunung Padang," terangnya.
Wiendu mendorong terbentuknya tim penelitian terpadu yang melibatkan berbagai disiplin ilmu. Ia mengaku Kemdikbud telah menerima pengajuan penelitian dari berbagai tim untuk meneliti sejarah candi di wilayah Sulawesi, Kalimantan, dan Sumatera.
"Kebesaran peradaban ini harus terus diungkap. Kemdikbud menyambut baik keinginan masyarakat untuk mengungkap misteri peradaban ini selama penelitian itu bisa dipertanggungjawabkan secara keilmuan, metode ilmiah," ujarnya.
Sementara itu, pakar arsitek kawasan purbakala, Pon Purajatnika, mengatakan situs Gunung Padang terdiri dari 5 teras yang mengarah ke gunung Gede, Jawa Barat. Susunan batu yang ditemukan teratur, hingga membuatnya bisa bertahan hingga sekarang. "Lalu lapisan pasirnya bukan pasir gunung melainkan pasir sungai yang diangkut untuk pembangunan," terang Pon dalam diskusi tersebut.
Sedangkan Danny Hilman Natawidjaja, pakar geoteknik LIPI, menambahkan bangunan purba Gunung Padang tidak hanya sebatas situs pundek berundak di atas bukit. Ada terasering juga yang terpasang di bukit. "Hasil survei radar dan bor, hasil gali 15 meter bahwa terdapat susunan batu besar buatan manusia yang punya ruang-ruang besar," terang Danny.
Danny mengatakan, tim akan mengirimkan beberapa sampel batuan di gunung tersebut ke laboratorium di Miami Amerika Serikat (AS) untuk mengetahui umur situs tersebut. Sampel tersebut ditemukan oleh tim dalam proses eskavasi beberapa waktu lalu.
Kata Danny, hasil analisa carbon radiometricdating (preliminary) menunjukan umur lapisan di bawah situs kedalaman 4 meter yaitu 6.700 tahun yang lalu. Sedangkan umur sampel karbon dari pasir yang mengisi rongga di kedalaman 8-10 meter yaitu 13.600 tahun yang lalu.
"Sampel akan dikirim ke Miami untuk meneliti radiocarbon untuk menentukan umur batuan. Jika disebut tertua, tidak bisa juga karena di dunia ada situs Gobekli Tepe, di Turki yang sudah 11.600 SM," ujarnya.
Adapun pakar prasejarah dari Universitas Indonesia, Dr. Ali Akbar mengatakan, proses riset tersebut sebaiknya diteruskan untuk mengungkap keberadaan ruang kosong di dalam bangunan situs. Menurut dia, hingga saat ini, tim baru mengetahui struktur bangunan hingga kedalaman 15 meter. Sementara, kedalaman bangunan itu diperkirakan 100 meter.
"Ini ukurannya lebih besar dari Candi Borobudur. Untuk sementara, kita bisa mengklaim bahwa ini bangunan prasejarah terbesar di dunia," katanya.
Ali Akbar menambahkan, hasil penelitian sementara dari aspek arkeologis yaitu bahwa situs ini bukan tempat tinggal, melainkan pemujaan utama terhadap kekuatan alam, yaitu roh di Gunung Gede-Pangrango. Pemujaan lainnya terhadap nenek moyang, yaitu roh di Gunung Karuhun.
(kap/rin/nis)



