
Taufik Kurniawan (Helmi/dok)
Artikel Terkait:
2012-06-04 04:46:18 WIBDPR Dukung Ekskavasi Situs Gunung Padang
Politikindonesia - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada dasarnya mendukung dilakukannya ekskavasi lanjutan terhadap temuan bangunan yang terpendam di bawah situs Gunung Padang di Cianjur, Jawa Barat. Ekskavasi ini penting untuk membuktikan keberadaan bangunan terpendam yang diduga berasal dari era pra sejarah tersebut.
Sikap DPR tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat yang membidangi kebudayaan, Taufik Kurniawan. Kepada pers, Senin (04/06), Taufik menyatakan, ekskavasi ini penting sebagai kelanjutan dari riset dan analisis yang dilakukan Tim Terpadu Penelitian Mandiri Gunung Padang yang diinisasi oleh Staf Khusus Presiden bidang Bencana dan Bantuan Sosial Andi Arief.
“Sejauh itu ilmiah, secara arkeologi dan segala macam bidang lainnya, tentu kami mendukung," kata Taufik.
Lebih jauh Taufik bilang, pembuktian ini penting untuk mendukung analisis-analisis yang telah dikeluarkan Tim Riset yang dianggotai geolog, arkeolog dan ahli berbagai bidang ilmu lainnya itu.
Ia berharap hasil penelitian lanjutan itu disampaikan ke publik. "Kemudian seyogyanya hasilnya disampaikan ke publik, termasuk ke dunia internasional juga," ujar politisi dari Partai Amanat Nasional.
Taufik mengatakan, temuan di situs megalitikum Gunung Padang akan membuktikan peran penting Indonesia dalam sejarah dunia. Temuan di Gunung Padang ini, ujar dia, akan sepenting temuan Sangiran, Jawa Tengah, yang membuktikan Indonesia bagian dari rantai sejarah evolusi.
Kini, sambung Taufik, DPR menunggu hasil ekskavasi di Gunung Padang. Jika sudah ada bukti-bukti arkeologis, seharusnya temuan ditindaklanjuti dengan penanganan oleh sejumlah instansi pemerintah terkait seperti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral serta lembaga seperti Arkeologi Nasional. “Insya Allah, bersama teman-teman Komisi X (yang membidangi kebudayaan), jika terbukti, kami akan merespons," ujar Taufik.
Responsnya termasuk mendatangi situs yang diduga terkandung sebuah bangunan punden berundak-undak itu dan menyokong anggaran untuk pemeliharaan situs.
Seperti diketahui, Tim Terpadu Penelitian Mandiri Gunung Padang, telah melakukan penelitian dan penggalian di sejumlah titik di situs megalitikum terbesar di Asia Tenggara tersebut. Tim Terpadu juga sudah menemukan pintu masuk berukuran tinggi 5 meter dan lebar 7,3 meter yang merupakan pintu masuk ke bangunan tersebut.
Meski begitu, Staf Khusus Presiden Bidang Bencana dan Bantuan Sosial, Andi Arief, menyatakan, Tim Terpadu Penelitian Mandiri menanggugkan pelaksanaan riset lanjutan di Gunung Padang.
Andi menegaskan, penelitian lanjutan di situs Gunung Padang akan dipercayakan kepada sebuah tim permanen lintas keilmuan. Mereka berada di bawah koordinasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
(kap/rin/nis)



