• HOME
  • POLITIK
  • HUKUM
  • NARKOBA
  • WAWANCARA
  • EKONOMI
  • PENDAPAT
  • POLITISIANA
  • NUSANTARA
  • VIDEO
WIB
NEWSFLASH
Search
Bookmark and Share
POLITISIANA
Paku Buwono XIII Hangabehi dan PB XIII Tedjowulan (Helmi/dok)
Artikel Terkait:
  • Danau Ranau, Jejak Peradaban Pasemah Yang Musnah
  • Danny Hilman: Benar, Potensi Gempa Selat Sunda 8,7 SR
  • Harus Tegas Lawan Klaim Budaya Indonesia Oleh Asing
2012-05-28 04:15:26 WIB

Hangabehi dan Tedjowulan Masih Harus Bersabar

Politikindonesia - Paku Buwono XIII Hangabehi dan PB XIII Tedjowulan masih harus bersabar. Raja dan Wakil Raja Keraton Kasunanan Surakarta itu belum boleh memasuki Istana. Meski konflik raja kembar berakhir dengan mengalahnya Tedjowulan, Kusumawandawa dan Lembaga Dewan Adat belum membolehkan mereka memasuki kawasan keraton di Solo.

Bagusnya, Hangabehi dan Tedjowulan memilih mengalah. Untuk sementara mereka menempati rumah pribadi di Sasono Putro sejak Kamis, 24 Mei 2012. “Sinuhun bilang saat ini mengalah saja. Biar tidak tambah ramai," kata juru bicara Tedjowulan, Bambang Pradotonagoro, Minggu (27/05).

Bambang menyebutkan junjungannya memilih menjaga situasi yang mulai kondusif pasca rekonsiliasi, daripada memunculkan persoalan baru. "Gusti Tedjowulan bilang, pada saatnya nanti pasti akan kembali ke Keraton. Tinggal tunggu waktu saja."

Di rumah pribadi, keduanya menerima tamu dan beraktivitas seperti biasa. Mereka membiasakan diri dengan kondisi serba terbatas, Bambang menyatakan keduanya bisa menerima keadaan apa adanya.

Misalnya soal tempat tidur, menurut Bambang, Tedjowulan tidur di sembarang tempat dengan menggelar kasur. "Kata beliau, sebagai tentara sudah biasa tidur dimana saja."

Repotnya lagi, di rumah itu hanya ada 2 kamar mandi. Itulah yang dipakai bergantian dengan petugas keamanan yang menjaga Sasono Putro.

Bambang mengatakan belum tahu sampai kapan berada di Sasono Putro. Yang jelas, PB XIII Hangabehi punya prinsip masuk atau keluar Keraton Kasunanan harus bersama-sama dengan Tedjowulan.

Juru bicara Kusumawandawa, lembaga yang menaungi kerabat dekat Keraton Kasunanan, Satriyo Hadinagoro mengatakan pihaknya ingin menyelesaikan persoalan internal keluarga terlebih dahulu. Itu target penyelesaian segera, sebelum membolehkan keduanya masuk keraton.

Terutama permasalahan Tedjowulan yang dianggap melanggar hukum adat karena sebelumnya sudah mendeklarasikan diri sebagai raja. "Prinsipnya biar masalah ini selesai dulu. Kami sebenarnya tidak menghalangi," katanya.

Setelah konflik diselesaikab Paku Buwono XIII Hangabehi dan PB XIII Tedjowulan sudah berdamai. PB XIII Hangabehi kini satu-satunya raja yang berkuas di Kasunanan Solo. Tedjowulan bersedia mundur sebagai raja dan kini jadi wakil raja.
(nam/rin/kap)
 
FOLLOW US
             
POLITISIANA
Index >>

Bangunan di Bawah Gunung Padang Telah Terbukti

Hipotesa yang disampaikan Tim Terpadu Riset Mandiri tentang adanya bangunan di bawah situs megalitik...


Plato Tak Bohong, Atlantis Pernah Ada di Indonesia

Plato adalah seorang filosof dan ilmuwan besar yang hidup pada masa 424 sampai 347 Sebelum Masehi. A...

NUSANTARA
Index >>

Pilgub Bali: KPUD Gelar Pencoblosan Diulang Ulang pada 1 TPS

Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Bali melakukan pencoblosan ulang di Tempat Pemungutan Suara (TPS...


Bus Liman Makassar vs Daihatsu Taruna, 2 Tewas

Bus angkutan umum antardaerah, Liman, tabrakan dengan mobil Daihatsu Taruna DD 1444 H di Jalan Sorow...
JAJAK PENDAPAT
Inikah Presiden RI 2014 - 2019 Pilihan Anda?
1.Aburizal Bakrie
2.Prabowo Subianto
3.Endriarto Sutarto
4.Dahlan Iskan
5.Gita Wirjawan
6.Sri Mulyani Indrawati



Hasil jajak pendapat


HOME | POLITIK | HUKUM | NARKOBA | WAWANCARA | EKONOMI | PENDAPAT | POLITISIANA | NUSANTARA | VIDEO | REDAKSI

Copyright © 2011 PolitikIndonesia.com All rights reserved