
Situs Gunung Padang, Cianjur, Jabar (Helmi/dok)
Artikel Terkait:
2012-05-18 06:00:34 WIBSampel Bawah Permukaan Gunung Padang Mulai Digali
Politikindonesia - Situs Gunung Padang, di Cianjur Jawa Barat, kini menjadi fokus penelitian para pakar lintas disiplin ilmu. Para arkeolog, geolog, Seismolog, Filolog, Pentrografi dan ahli lainnya yang tergabung dalam Tim Terpadu Penelitian Mandiri Gunung Padang ini akan mencari petunjuk untuk memperjelas posisi situs Gunung Padang dalam sejarah Indonesia.
Selama 2 pekan ke depan, Tim Terpadu Mandiri ini mengekplorasi situs yang berada di satu bukit di Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka Kabupaten Cianjur yang diduga berumur 6.000 tahun itu. Tim Geologi yang dipimpin oleh Dr. Danny Hilman Natawidjadja dari Geotek LIPI, dan Tim Arkeologi yang dipimpin oleh Dr. Ali Akbar, S.S., M.Hum, Ketua Masyarakat Arkeologi Indonesia.
Kata Ali Akbar, Gunung Padang selama ini dikenal sebagai situs jenis punden berundak. Bukit di situs ini dipenuhi bongkahan batu berbentuk persegi panjang. Dalam penelitian sebelumnya, situs Gunung Padang masuk dalam kategori situs pemujaan nenek moyang. Teknologi pembangunan situs ini diduga sederhana. Hanya, dengan menumpuk material batu di atas bukit.
Akan tetapi, terang Ali Akbar, dalam riset kali ini ingin dibuktikan kalau teknologi pembangunan di situs ini sebenarnya tidaklah sesederhana yang dikira sebelumnya. Situs megalitikum yang terbesar di Asia Tenggara ini pembuatannya jauh lebih rumit. "Ada indikasi ke arah sana.”
Meski belum melakukan ekskavasi (pengupasan/penggalian situs) secara dalam, sejumlah kotak gali sudah dibuat di beberapa titik di situs ini. Abe memperkirakan, dari bentuk situsnya, Gunung Padang tidak bisa dianggap situs sepele. “Melihat teknologi pembangunan situs ini, diduga pembangun situs Gunung Padang lebih maju peradabannya dari yang selama ini kita perkirakan," ujar Ali
Gerabah dan Tembikar
Lebih jauh Ali Akbar yang juga Staf pengajar di Departemen Arkeologi Universitas Indonesia ini mengatakan, di hari pertama survei permukaan situs, belum ada temuan berarti. Tim Terpadu memang sudah menemukan jejak-jejak peninggalan di lokasi itu. Temuan tim berupa tembikar dan gerabah dari masa prasejarah.
“Sudah mulai ada tembikar dan gerabah. Kalau bentuknya prasejarah. Barang ini sudah disimpan.”
Tim terpadu ini meyakini dahulu situs Gunung Padang merupakan sebuah piramid. Modelnya, piramid punden berundak. Jadi, piramida ini berbeda dengan piramida seperti di Mesir. Di kawasan ini, diyakini bukit yang ditumpuk-tumpuk dengan batu besar. "Disebutnya punden berundak," jelasnya.
Situs Gunung Padang, selama ini dikenal dengan bebatuan tumpukan batu-batu persegi besar dengan berbagai ukuran batu-batu ini pun bisa menghasilkan nada-nada. Untuk sementara terkait penggalian, batu-batu ini pun ada yang dipindahkan. “Nanti ada eskavasi, akan dibuka lapisan-lapisan. Mudah-mudahan nanti ada temuan yang lebih menarik," tuturnya.
(kap/rin/nis)



