
Situs Gunung Padang, Cianjur (Helmi/dok)
Artikel Terkait:
2012-05-16 12:23:56 WIBTim Terpadu Penelitian Mandiri Gunung Padang, Terbentuk
Politikindonesia - Harapan sejumlah pakar arkeologi, geologi, sejarawan, sosiolog dan budayawan tentang perlunya penelitian secara mendalam untuk menindaklanjuti temuan Tim Bencana Katastropik Purba tentang keberadaan bangunan berbentuk piramida di situs Gunung Padang, di Cianjur, Jawa Barat, segera terwujud. Sebuah tim mandiri yang terdiri dari para peneliti lintas ilmu dan sinergi lintas perguruan tinggi telah dibentuk untuk penelitian lanjutan situs Gunung Padang tersebut.
Dalam perbincangan dengan politikindonesia.com, Rabu sore (16/05), Asisten Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana, Erick Ridzky mengemukakan, dalam tim yang disebutnya sebagai Tim Terpadu Penelitian Mandiri Gunung Padang ini, bergabung pakar-pakar yang punya kompetensi secara keilmuan dan punya pengalaman yang tidak diragukan.
"Beliau-beliau adalah kontributor penting dalam setiap tahap penelitian ini, dimana sumbangsih terhadap metode dan kritik adalah kelebihan dari tim ini," ujar Erick.
Kata Erick, selain Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana Andi Arief, bergabung dalam Dewan Pengarah diantaranya Prof. Dr. Gumilar Rusliwa Soemantri (Rektor UI), Dr. Hasan Jafar (Guru Besar UI), Prof. Dr. Harry Truman Simanjuntak (Ahli Paleolitik), Prof. Dr. Nina Herlina Lubis, M.S. (Sejarawan), Prof. Dr. Zaidan Nawawi, M.Si. (Ketua Forum Guru Besar), Dr. Soeroso, M.P., M.Hum. (Arkeolog senior), Acil Darmawan Hardjakusumah (budayawan).
Lebih jauh Erick menerangkan, di jajaran peneliti juga terjadi perluasan dengan melibatkan ahli dengan latar belakang ilmu yang lebih lengkap. Sebagian besar para peneliti juga berasal dari UI, ITB, UGM, UNPAD, penelitian sinergi lintas perguruan tinggi.
Diantaranya, Dr. Danny Hilman Natawidjadja (Geotek LIPI), Dr. Ali Akbar, S.S., M.Hum. (Ketua Masyarakat Arkeologi Indonesia), Dr. Andang Bachtiar (Geolog dan Dewan Penasehat IAGI), Dr. Wahyu Triyoso (Seismology ITB), Dr. Undang A. Darsa, M.Hum. (Filolog), Dr. Pon Purajatnika (Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jawa Barat), Dr. Andri Hernandi, (Ahli Petrografi).
"Selain tergabung di tim karena idealisme dan pengabdian pada ilmu pengetahuan, keinginan yang kuat agar penelitian penting ini bisa dilakukan oleh anak bangsa sendiri, juga menjadi harapan mereka," ujar Erick yang juga Koordinator Tim Bencana Katastropik Purba.
Erick yang merupakan alumni ITB ini berharap, tim mandiri seperti ini bisa menjadi model untuk penelitian penting lainnya, dimana prakarsa masyarakat dan bentuk koordinasi yang difasilitasi negara bisa lebih dikembangkan. "Konkritnya ini adalah bentuk lain dari gerakan civil society di lapangan sejarah dan peradaban, jadi tidak melulu diisu HAM dan demokrasi," pungkas Erick.
(kap/rin/nis) Dalam perbincangan dengan politikindonesia.com, Rabu sore (16/05), Asisten Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana, Erick Ridzky mengemukakan, dalam tim yang disebutnya sebagai Tim Terpadu Penelitian Mandiri Gunung Padang ini, bergabung pakar-pakar yang punya kompetensi secara keilmuan dan punya pengalaman yang tidak diragukan.
"Beliau-beliau adalah kontributor penting dalam setiap tahap penelitian ini, dimana sumbangsih terhadap metode dan kritik adalah kelebihan dari tim ini," ujar Erick.
Kata Erick, selain Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana Andi Arief, bergabung dalam Dewan Pengarah diantaranya Prof. Dr. Gumilar Rusliwa Soemantri (Rektor UI), Dr. Hasan Jafar (Guru Besar UI), Prof. Dr. Harry Truman Simanjuntak (Ahli Paleolitik), Prof. Dr. Nina Herlina Lubis, M.S. (Sejarawan), Prof. Dr. Zaidan Nawawi, M.Si. (Ketua Forum Guru Besar), Dr. Soeroso, M.P., M.Hum. (Arkeolog senior), Acil Darmawan Hardjakusumah (budayawan).
Lebih jauh Erick menerangkan, di jajaran peneliti juga terjadi perluasan dengan melibatkan ahli dengan latar belakang ilmu yang lebih lengkap. Sebagian besar para peneliti juga berasal dari UI, ITB, UGM, UNPAD, penelitian sinergi lintas perguruan tinggi.
Diantaranya, Dr. Danny Hilman Natawidjadja (Geotek LIPI), Dr. Ali Akbar, S.S., M.Hum. (Ketua Masyarakat Arkeologi Indonesia), Dr. Andang Bachtiar (Geolog dan Dewan Penasehat IAGI), Dr. Wahyu Triyoso (Seismology ITB), Dr. Undang A. Darsa, M.Hum. (Filolog), Dr. Pon Purajatnika (Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jawa Barat), Dr. Andri Hernandi, (Ahli Petrografi).
"Selain tergabung di tim karena idealisme dan pengabdian pada ilmu pengetahuan, keinginan yang kuat agar penelitian penting ini bisa dilakukan oleh anak bangsa sendiri, juga menjadi harapan mereka," ujar Erick yang juga Koordinator Tim Bencana Katastropik Purba.
Erick yang merupakan alumni ITB ini berharap, tim mandiri seperti ini bisa menjadi model untuk penelitian penting lainnya, dimana prakarsa masyarakat dan bentuk koordinasi yang difasilitasi negara bisa lebih dikembangkan. "Konkritnya ini adalah bentuk lain dari gerakan civil society di lapangan sejarah dan peradaban, jadi tidak melulu diisu HAM dan demokrasi," pungkas Erick.



