
Trimeresurus sumatranuS (Fobi/dok)
2012-05-11 05:01:20 WIBEkspedisi Khatulistiwa Temukan Ular Langka
Politikindonesia - Ekpedisi Khatulistiwa yang menyisir perbatasan Indonesia di Kalimantan menghasilkan banyak temuan-temuan baru. Sebelumnya, tim eskpedisi menemukan spesies kodok langka yang tubuhnya sebesarnya ayam. Kali ini, tim ekspedisi menemukan ular jenis langka di Gunung Pindihan, Kalimantan Selatan.
Ular itu ditemukan secara tak sengaja melingkar di ranting pohon oleh Tim Peneliti 2 Ekspedisi Khatulistiwa Hulu Sungai Tengah, Kalsel. Saat itu tim tengah dalam perjalanan dari Gunung Pindihan menuju Gunung Tilai. Komandan tim, Kapten Mar Tantahara, hampir menubruknya.
Kepala ular itu berbentuk segitiga, ekornya merah. Ini adalah cirri-ciri ular berbisa. Tantahara, Serda Asep Saepudin, Serda Suwito, Serda Sugiarta, dan peneliti UGM Kukuh Indra kemudian berhasil menangkap ular yang panjangnya lebih dari 100 cm itu.
Setelah diteliti, peneliti UGM Kukuh meyakini ular ini jenis Trimeresurus sumatranuS. ‘’Ini ular yang sangat langka, dikenal hidup di Sumatera,’’ ujar Kukuh.
Turun dari Tilai pada 2 Mei, Kukuh perlu mengonfirmasi keberedaan ular ini mengirimkan foto ular itu ke kolega-koleganya. Beberapa kolega iri begitu melihat foto ular ini. Kolega di Jerman juga takjub dan mengonfirmasi ular ini memang sudah sangat langka. ‘’Bahkan kolega Jerman ini tertarik mengetahui DNA-nya,’’ ujar Kukuh, Jumat (11/5).
Di Kalimantan, yang diketahui adalah subspesies ular ini, yaitu Trimeresurus Sumatranus Malcolmi. Subspesies ini dipublikasikan pada 1938, berdasarkan temuan di Gunung Kinabalu.
Tim ekpedisi Khatulistiwa telah mendapatkan beberapa jenis ular. Ada ular viper daun (anakan) yang dipergoki Tantahara saat sedang tidur di daun. Ada lagi adalah ular viper palsu (Psammodynastes sp) dan ular viper daun (Trimeresurus borneensis) dewasa. Tim menangkap ular viper itu di pokok pohon di Gunung Pindihan. Di Gunung Paku, Tim menangkap viper daun dewasa di akar-akar pohon. Ada juga viper hijau (Tropidolaemus wagleri) yang juga berbisa.
Selama 3 pekan ekpedisi tahap pertama ini, Tim telah mengumpulkan 58 spesies reptil dan amfibi. Digabung dengan hewan lainnya, Tim Ekspedisi mendapatkan 72 spesies selama tiga minggu gerakan.
Didapatkan pula kodok sungai Bufo asper. Spesies lain dari kodok ini, yaitu kodok Bufo juxtasper, ditemukan Tim Ekspedisi Khatulistiwa Putussibau, Kalimantan Barat. Kodok ini bisa bertahan hidup selama 10 hari di darat.
(kap/rin/nis)



