
Ilustrasi (Helmi/dok)
Artikel Terkait:
2012-05-04 07:21:30 WIBMenikmati Supermoon dan Hujan Metor di Akhir Pekan
Politikindonesia - Akhir pekan ini, langit Indonesia akan dihiasi oleh fenomena alam yang unik. Anda akan menyaksikan bulan dalam bentuk raksasa. Fenomena yang disebut supermoon ini akan terjadi pada Minggu malam, bertepatan dengan peringatan Hari Raya Waisak. Bukan itu saja, masyarakat Indonesia juga dapat menyaksikan hujan meteor Eta Aquarids. Di saat puncak, setiap 1 menit akan telihat 1 meteor melintas di langit.
Dr. Moedji Raharto memprediksi fenomena bulan raksasa itu akan hadir di langit Indonesia pada Minggu, 6 Mei 2012. Sementara, Amerika Serikat bisa melihat lebih awal pada Sabtu, 5 Mei 2012. “Bulan sudah purnama pada waktu itu," ujar dia.
Supermoon dapat dilihat dengan mata telanjang apabila tidak ada rintangan hujan. “Seharusnya Mei-Juni sudah musim kemarau. Tapi, sekarang anomali," ujar dosen Institut Teknologi Bandung (ITB) ini.
Lebih jauh Moedji mengatakan, Supermoon dapat disaksikan selepas sore hingga menjelang pagi. Usai matahari terbenam, bulan terbit di langit Timur Indonesia. Menikmati bulan purnama raksasa ini bisa dilakukan pada tengah malam. Posisi bulan berada di atas kepala sehingga pandangan tidak akan terhalang bangunan dan gedung bertingkat.
Supermoon atau lunar perigee adalah fenomena yang terjadi saat Bulan berada pada jarak terdekatnya dengan Bumi. Jarak rata-rata Bulan dengan Bumi adalah 384 ribu km. Saat supermoon, jarak Bulan dengan Bumi hanya sekitar 357 km. Sehingga pada saat fenomena terjadi, jarak bulan lebih dekat 27 ribu km dari jarak rata-ratanya.
Meteor Eta Aquarids
Selain Supermoon, hujan meteor Eta Aquarids juga akan dapat disaksikan oleh masyarakat. Di saat puncak, setiap satu menit ada satu meteor yang melintas di langit. “Puncak hujan meteor ini pada tanggal 6 Mei. Pada dini hari terbit di timur, lalu menjelang subuh di arah tenggara," jelas Profesor Riset Astronomi Astrofisika Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Thomas Djamaluddin, Jumat (04/05).
Dijelaskan Thomas, hujan meteor Eta Aquarids adalah fenomena angkasa tahunan yang terjadi manakala Bumi melintasi sisa debu komet Halley. Di saat puncak akan ada 60 meteor per jam, alias 1 meteor per menit.
Djamaluddin bilang, hujan meteor Eta Aquarids muncul dari bintang Eta Aquarids di rasi Aquarius. Fenomena ini terjadi setiap tahun, dari tanggal 19 April hingga 28 Mei. Puncaknya antara 6 Mei hingga 8 Mei dinihari.
Alumnus Universitas Kyoto, Jepang ini mengatakan, bumi melintasi debu komet Halley sebanyak 2 kali dalam setahun. Lintasan pada April-Mei menghasilkan hujan meteor Eta Aquarids, sedangkan jika melintas pada Oktober menghasilkan hujan meteor Orionids. “Orionids tidak sebesar Eta Aquarids, hanya sepertiga dari Eta Aquarids," terangnya.
Komet Halley merupakan komet yang terlihat dari bumi setiap 75-76 tahun. Diberi nama Halley karena ditemukan oleh Edmund Halley
(kap/rin/nis) Dr. Moedji Raharto memprediksi fenomena bulan raksasa itu akan hadir di langit Indonesia pada Minggu, 6 Mei 2012. Sementara, Amerika Serikat bisa melihat lebih awal pada Sabtu, 5 Mei 2012. “Bulan sudah purnama pada waktu itu," ujar dia.
Supermoon dapat dilihat dengan mata telanjang apabila tidak ada rintangan hujan. “Seharusnya Mei-Juni sudah musim kemarau. Tapi, sekarang anomali," ujar dosen Institut Teknologi Bandung (ITB) ini.
Lebih jauh Moedji mengatakan, Supermoon dapat disaksikan selepas sore hingga menjelang pagi. Usai matahari terbenam, bulan terbit di langit Timur Indonesia. Menikmati bulan purnama raksasa ini bisa dilakukan pada tengah malam. Posisi bulan berada di atas kepala sehingga pandangan tidak akan terhalang bangunan dan gedung bertingkat.
Supermoon atau lunar perigee adalah fenomena yang terjadi saat Bulan berada pada jarak terdekatnya dengan Bumi. Jarak rata-rata Bulan dengan Bumi adalah 384 ribu km. Saat supermoon, jarak Bulan dengan Bumi hanya sekitar 357 km. Sehingga pada saat fenomena terjadi, jarak bulan lebih dekat 27 ribu km dari jarak rata-ratanya.
Meteor Eta Aquarids
Selain Supermoon, hujan meteor Eta Aquarids juga akan dapat disaksikan oleh masyarakat. Di saat puncak, setiap satu menit ada satu meteor yang melintas di langit. “Puncak hujan meteor ini pada tanggal 6 Mei. Pada dini hari terbit di timur, lalu menjelang subuh di arah tenggara," jelas Profesor Riset Astronomi Astrofisika Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Thomas Djamaluddin, Jumat (04/05).
Dijelaskan Thomas, hujan meteor Eta Aquarids adalah fenomena angkasa tahunan yang terjadi manakala Bumi melintasi sisa debu komet Halley. Di saat puncak akan ada 60 meteor per jam, alias 1 meteor per menit.
Djamaluddin bilang, hujan meteor Eta Aquarids muncul dari bintang Eta Aquarids di rasi Aquarius. Fenomena ini terjadi setiap tahun, dari tanggal 19 April hingga 28 Mei. Puncaknya antara 6 Mei hingga 8 Mei dinihari.
Alumnus Universitas Kyoto, Jepang ini mengatakan, bumi melintasi debu komet Halley sebanyak 2 kali dalam setahun. Lintasan pada April-Mei menghasilkan hujan meteor Eta Aquarids, sedangkan jika melintas pada Oktober menghasilkan hujan meteor Orionids. “Orionids tidak sebesar Eta Aquarids, hanya sepertiga dari Eta Aquarids," terangnya.
Komet Halley merupakan komet yang terlihat dari bumi setiap 75-76 tahun. Diberi nama Halley karena ditemukan oleh Edmund Halley



