• HOME
  • POLITIK
  • HUKUM
  • NARKOBA
  • WAWANCARA
  • EKONOMI
  • PENDAPAT
  • POLITISIANA
  • NUSANTARA
  • VIDEO
WIB
NEWSFLASH
Search
Bookmark and Share
POLITISIANA
Facebook KFC Thailand (Helmi/dok)
Artikel Terkait:
  • Nurul Arifin: KPU Harus Diisi Teknokrat
  • Mimpi Atau Nyata: “Proyek” Rp15 Miliar Per-Dapil
  • Keris Kanjeng Kyai Yudhoyono
  • Pimpinan Parlemen Nobar Piala Dunia
  • Kasus Gayus: Menyoal Grup Bakrie
2012-04-13 03:38:54 WIB

Posting Iklan Terkait Gempa Aceh, KFC Minta Maaf

Politikindonesia - Kentucky Fried Chicken (KFC), waralaba asal Amerika Serikat mendapat protes dari publik Thailand. Pasalnya, ketika sebagian warga negeri gajah putih itu tengah panik karena ancaman tsunami, akibat gempa Aceh yang berkekuatan 8,5 Skala Richter (SR), Rabu (11/04) lalu, rumah makan cepat saji itu malah memposting iklan di Facebook, menganjurkan warga setempat untuk memesan makanannya dan memonitor perkembangan tsunami dari rumah.

“Orang seharusnya cepat pulang ke rumah sore ini untuk memantau situasi gempa bumi dan jangan lupa untuk memesan menu KFC, yang akan langsung diantar ke tangan kalian," tulis KFC di laman Facebook-nya.

Inilah yang memancing kemarahan publik Thailand. Iklan itu dianggap tidak sensitif terhadap rasa kemanusiaan, dimana masyarakat tengah panik dan dilanda kekhawatiran karena adanya peringatan dini tsunami pasca gempa tersebut.

Atas gencarnya kritikan masyarakat Thailand, KFC akhirnya menyampaikan permohonan maaf resmi pada Kamis (13/04).  Postingan itu dihapus dari laman Facebook KFC Thailand dan diganti oleh ucapan minta maaf. “Tim laman Facebook Thailand ... ingin meminta maaf atas postingan yang tidak layak terkait bencana," bunyi pernyataan KFC di laman Facebook mereka.

Iklan itu sebelumnya diposting ketika warga sedang panik, mencari tempat berlindung ke daratan lebih tinggi, menghindari ancaman tsunami yang berasal dari gempa di Simeleu, Aceh.

Paket Iklan Breaking News "GEMPA ACEH"

Berbeda dengan tindakan KFC Thailand yang memposting iklan saat gempa, di Indonesia, sebuah stasiun televisi swasta nasional justru diduga menawarkan paket iklan khusus breakingnews “Gempa Aceh”

Kepada politikindonesia.com, Kamis malam (12/04), Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana Andi Arief, mengatakan, dirinya mendapatkan bukti dari laporan masyarakat bahwa Metro TV mengedarkan penawaran iklan untuk paket berita / breaking news pada saat terjadi bencana. "Jika ini benar, ini sungguh mengecewakan," ujar Andi.

Andi meminta kejelasan kepada Metro TV, atas laporan yang di terimanya itu. Kata mantan aktivis mahasiswa ini, di tengah kepentingan nasional ketika sebuah bencana alam terjadi yang dikhawatirkan saat itu bisa berdampak luas, juga atas dasar kemanusiaan, tidak sepantasnya pers nasional berbuat seperti itu. Sangat disayangkan, ketika kekhawatiran dan kepanikan sedang terjadi akibat bencana, momentum itu justru dijadikan sebagai alat untuk mencari keuntungan materi.

Andi Arief menghimbau pers nasional, pada saat terjadinya bencana alam, agar mengutamakan prioritas isi siaran dalam proses informasi kejadian bencana secara imparsial dan proporsional. Perlu didahulukan pemulihan korban, keluarga dan atau masyarakat yang terkena bencana atau musibah.

Andi menyebut, dari laporan yang diterimanya, pihak Metro TV mengirimkan surat penawaran iklan untuk "Breaking News" Gempa Aceh pada hari Rabu, tanggal: 11 April 2012 pukul 16:57 WIB, dengan Perihal: Paket Breaking News GEMPA ACEH, kepada publik.

Jika dilihat dari waktu surat penawaran iklan dari metro TV tersebut, hanya berselang beberapa menit saja sejak dirasakannya gempa yang telah menimbulkan korban jiwa dan kerusakan di beberapa tempat di Sumatera.
(kap/rin/nis)
 
FOLLOW US
             
POLITISIANA
Index >>

Bangunan di Bawah Gunung Padang Telah Terbukti

Hipotesa yang disampaikan Tim Terpadu Riset Mandiri tentang adanya bangunan di bawah situs megalitik...


Plato Tak Bohong, Atlantis Pernah Ada di Indonesia

Plato adalah seorang filosof dan ilmuwan besar yang hidup pada masa 424 sampai 347 Sebelum Masehi. A...

NUSANTARA
Index >>

Pilgub Lampung: KPUD Mulai Lakukan Sosialisasi

Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Lampung mulai melakukan sosialisasi tahapan pemilihan gubernur (...


Pulau Terdepan Miangas Butuh Dokter Ahli

Warga di Pulau Miangas Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara  memerlukan kehadiran dokter ...
JAJAK PENDAPAT
Inikah Presiden RI 2014 - 2019 Pilihan Anda?
1.Aburizal Bakrie
2.Prabowo Subianto
3.Endriarto Sutarto
4.Dahlan Iskan
5.Gita Wirjawan
6.Sri Mulyani Indrawati



Hasil jajak pendapat


HOME | POLITIK | HUKUM | NARKOBA | WAWANCARA | EKONOMI | PENDAPAT | POLITISIANA | NUSANTARA | VIDEO | REDAKSI

Copyright © 2011 PolitikIndonesia.com All rights reserved