
Ilustrasi (Helmi/dok)
Artikel Terkait:
2012-01-21 02:42:31 WIBDalam 20 Tahun, Suhu Bumi Naik 0,51 Celcius
Politikindonesia - Rata-rata suhu dunia pada 2011 merupakan yang terpanas kesembilan dalam catatan meteorologi modern sejak tahun 2000. Peninggian rata-rata suhu disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi rumah kaca di atmosfer, terutama karbondioksida. Karbon dioksida yang dipancarkan oleh berbagai kegiatan manusia, dari batu bara pembangkit listrik berbahan bakar fosil kendaraan napas manusia.
Menurut peneliti Lembaga Kajian Luar Angkasa NASA, pada 2011, rata-rata suhu permukaan global lebih panas 0,92 derajat Farenheit atau 0,51 derajat Celcius dari pertengahan abad 20. Lembaga itu telah menghitung kondisi suhu sejak 1880.
Ketua Lembaga Kajian Luar Angkasa NASA James Hansen, tahun 1998 merupakan tahun paling panas di abad 20. Temperatur tinggi ini datang karena adanya efek badai laut La Nina yang sangat kuat dan aktivitas matahari yang rendah beberapa tahun terakhir.
Peninggian rata-rata suhu disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi rumah kaca di atmosfer, terutama karbondioksida. Karbon dioksida yang dipancarkan oleh berbagai kegiatan manusia, dari batu bara pembangkit listrik berbahan bakar fosil kendaraan napas manusia.
Menurut NASA, saat ini tingkat karbondioksida di atmosfer melebihi 390 bagian per juta ppm. Sedangkan pada 1880 hanya 285 ppm dan pada 1960 sebesar 315 ppm.
Sedangkan sebuah laporan dari Pusat Data Iklim Amerika Serikat (NOAA) mengatakan, rata-rata temperatur suhu di AS pada 2011 merupakan yang terpanas ke-23 dalam catatan sejarah. Catatan iklim AS pada tahun lalu berkontribusi terhadap 14 anomali cuaca dan bencana alam. Bahkan, jumlah ini belum menghitung badai salju sebelum perayaan Halloween.
(kap/rin/nis) Menurut peneliti Lembaga Kajian Luar Angkasa NASA, pada 2011, rata-rata suhu permukaan global lebih panas 0,92 derajat Farenheit atau 0,51 derajat Celcius dari pertengahan abad 20. Lembaga itu telah menghitung kondisi suhu sejak 1880.
Ketua Lembaga Kajian Luar Angkasa NASA James Hansen, tahun 1998 merupakan tahun paling panas di abad 20. Temperatur tinggi ini datang karena adanya efek badai laut La Nina yang sangat kuat dan aktivitas matahari yang rendah beberapa tahun terakhir.
Peninggian rata-rata suhu disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi rumah kaca di atmosfer, terutama karbondioksida. Karbon dioksida yang dipancarkan oleh berbagai kegiatan manusia, dari batu bara pembangkit listrik berbahan bakar fosil kendaraan napas manusia.
Menurut NASA, saat ini tingkat karbondioksida di atmosfer melebihi 390 bagian per juta ppm. Sedangkan pada 1880 hanya 285 ppm dan pada 1960 sebesar 315 ppm.
Sedangkan sebuah laporan dari Pusat Data Iklim Amerika Serikat (NOAA) mengatakan, rata-rata temperatur suhu di AS pada 2011 merupakan yang terpanas ke-23 dalam catatan sejarah. Catatan iklim AS pada tahun lalu berkontribusi terhadap 14 anomali cuaca dan bencana alam. Bahkan, jumlah ini belum menghitung badai salju sebelum perayaan Halloween.



