
Hasil foto IFSAR di Gunung Sadaurip, Garut (ist)
Artikel Terkait:
2011-11-29 08:29:06 WIBArkeolog Asing Tertarik Bantu Ungkap Piramida Garut
Politikindonesia - Temuan tim mitigasi bencana katastropik purba bentukan Kantor Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana tentang keganjilan berupa struktur piramida di Gunung Sadahurip, Garut menimbulkan ketertarikan para peneliti dan arkeolog asing. Mereka menawarkan bantuan untuk proses eskavasi terhadap temuan tersebut.
Hal itu dikemukakan oleh Iwan Sumule, asisten Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana, yang juga merupakan anggota Tim Mitigasi Bencana Katastropik Purba dalam perbincangannya dengan politikindonesia.com, Selasa (29/11). “Sejumlah peneliti dan arkeolog asing telah menawarkan bantuan dalam proses eskavasi. Termasuk dari Prancis, Amerika Serikat, dan Belanda," ujar dia.
Diceritakan Iwan, berdasarkan hasil survei, didukung sejumlah data, termasuk hasil foto IFSAR – 5 meter di atas permukaan tanah, nyata ditemukan adanya struktur piramida yang merupakan buatan manusia. “Semua aspek sudah diteliti, termasuk carbon dating. Di Gunung Sadahurip itu menunjukkan umur batuan 10.000 tahun lebih. Artinya kalau Piramida Giza di Mesir berusia sekitar 3.000 tahun sebelum masehi, ini 10.000 tahun. Hasil tes karbon tak bisa ditipu," ujar dia.
Kata Iwan pula, timnya sebenarnya melakukan riset terhadap patahan aktif di Jawa Barat untuk mempelajari bencana di zaman purba. Penemuan ini cukup mengejutkan. Diperkirakan besar dan usia struktur piramida ini melampaui Piramida Giza di Mesir -- yang diyakini sebagai makam Firaun, Dinasti keempat Mesir, Khufu, yang dibangun selama lebih dari 20 tahun pada kurun waktu sekitar tahun 2560 sebelum Masehi.
Lebih jauh Iwan menceritakan, besar struktur piramida di Garut ini melampaui piramida di Mesir. Tinggi piramida Garut diperkirakan 200 meter. "Makanya kami perkirakan, lebih tinggi dan lebih tua 3 kali lipat dari Piramida Giza di Mesir."
Masih banyak pertanyaan yang harus diungkap dari temuan ini. Misalnya, peradaban mana yang sedemikian maju dan bisa membangun piramida sebesar itu. "Kami eskavasi dulu, baru bisa mengetahui lebih lanjut. Ini akan menguak, peradaban masa lalu yang mengagumkan yang bisa berasal dari bumi nusantara," tambah Iwan.
Terkait agenda eskavasi, Iwan menjelaskan, pihaknya kini sedang berkoordinasi dengan semua pihak terkait. "Ketika semua sudah siap, baru akan melakukan eskavasi. Ini tidak gampang, tidak seperti cangkul-mencangkul tanah. Ini sangat berharga, berumur ribuan tahun," kata dia.
Semua aspek, sambung dia, perlu dibicarakan dengan semua instansi terkait -- memberikan pemahaman, bahwa di tempat tersebut ditemukan piramida. "Untuk tahap awal melalui kepala desa, mereka menerima, mudah-mudahan saat eskavasi jalan, sudah terbuka semua," kata dia.
Keberadaan piramida tersebut, Iwan menambahkan, dapat memberikan efek positif bagi masyarakat Garut dan sekitarnya, khususnya aspek ekonomi dan sosial. "Kami gembira tim peneliti mancanegara berniat langsung datang. Ini akan membalikkan semua pandangan orang terhadap dunia prasejarah."
Tim Mitigasi Bencana Katastropik Purba menemukan, bangunan yang berstruktur piramida bukan hanya di dalam Gunung Sadahurip. Juga ditemukan di 3 gunung lain di Garut. "Hasil survei di Gunung Putri, Gunung Kaledong dan Gunung Haruman sudah bisa diambil kesimpulan bahwa ada "man made" yang diduga kuat piramida," ujar dia.
(kap/rin/nis)



