
Peta Selat Sunda (Helmi/dok)
Artikel Terkait:
2011-09-16 14:32:54 WIBPotensi Gempa-Tsunami Selat Sunda Jadi Perhatian AS
Politikindonesia - Adanya potensi gempa dan tsunami dari kawasan Selat Sunda jadi perhatian serius Pemerintah Amerika Serikat. Hal itu terlihat saat pelatihan Program Standar Sistem Managemen Keadaan Darurat di Jakarta yang diselenggarakan oleh International Crime Investigation Training Asistention Program (ICITAP), di Hotel Mahakam, Jakarta.
ICITAP adalah sebuah lembaga dibawah Departemen Kehakiman Amerika Serikat. Pelatihan mitigasi bencana tersebut bekerja sama dengan Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana, Andi Arief.
Dalam materi akhir pelatihan Program Standar Sistem Managemen Keadaan Darurat di Jakarta yang diselenggarakan oleh ICITAP, disimulasikan bencana gempa bumi dan tsunami yang berasal dari selat Sunda dengan skala 8.9SR. Disimulasikan, gempa itu memicu tsunami tinggi 5 meter dengan jangkauan 10 kilometer.
Dalam simulasi, instalasi vital mengalami kerusakan berat dan banyak yang hancur, terutama disepanjang pantai barat banten. Kawasan industri lumpuh, terutama Krakatau Steel, Chandra Asri chemical, dan industri vital lainnya.
“Hari ini adalah hari terakhir kami menyelenggarakan pelatihan. Surprise bagi kami, simulasi dilakukan secara live, mendadak, dengan fokus persoalan gempa dan tsunami Selat Sunda, kami harus membuat respon cepat, dengan sistem komando pengendalian lapangan yang kompleks, dengan menggunakan sumber daya yang tersedia, harus memulihkan situasi " komentar Erick Ridzky, Asisten Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana, juamt (16/09).
Dikatakan Erick, pelatihan ICITAP ini merupakan perhatian internasional yang penting, setelah langkah-langkah multiyurisdiksi, geografi, koordinasi dan konsolidasi terus diupayakan terkait rencana aksi mitigasi Kantor Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana.
“Pemerintah daerah telah banyak yang aware dengan kondisi ini. Langkah-langkah mitigasi sudah dilakukan. Bahkan terakhir pak Foke (Gubernur Jakarta Fauzi Bowo,red) telah menyiapkan proyek perencanaan (master plan) pembangunan tanggul laut raksasa Jakarta, sebuah solusi berkaitan dengan tsunami dan banjir di Jakarta" jelasnya.
Pemerintah AS sendiri, melalui Director Program of International Criminal Investigative Training Assistance Program (ICITAP) untuk Indonesia terus mendorong penggunaan Standar Sistem Manajemen Keadaan Darurat (SSMKD) dalam penanggulangan bencana.
Dalam programnya, ICITAP mengacu pada pada UU No.24 Tahun 2007, dimana paradigma penanggulangan bencana telah mengalami perubahan dari tanggap darurat ke pengurangan risiko bencana.
“Dalam antisipasi dan mitigasi bencana di Indonesia, US DOJ/International Criminal Investigative Training Assistance Program (ICITAP) mendukung Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana dengan memberikan pelatihan manajemen keadaan darurat," demikian pernyataan resmi Jhon Mountino dari ICITAP.
Untuk pelatihannya sendiri, Jumat sore ini rencananya akan ditutup, dan diberikan sertifikat kepada masing-masing peserta.
(kap/rin/nis) ICITAP adalah sebuah lembaga dibawah Departemen Kehakiman Amerika Serikat. Pelatihan mitigasi bencana tersebut bekerja sama dengan Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana, Andi Arief.
Dalam materi akhir pelatihan Program Standar Sistem Managemen Keadaan Darurat di Jakarta yang diselenggarakan oleh ICITAP, disimulasikan bencana gempa bumi dan tsunami yang berasal dari selat Sunda dengan skala 8.9SR. Disimulasikan, gempa itu memicu tsunami tinggi 5 meter dengan jangkauan 10 kilometer.
Dalam simulasi, instalasi vital mengalami kerusakan berat dan banyak yang hancur, terutama disepanjang pantai barat banten. Kawasan industri lumpuh, terutama Krakatau Steel, Chandra Asri chemical, dan industri vital lainnya.
“Hari ini adalah hari terakhir kami menyelenggarakan pelatihan. Surprise bagi kami, simulasi dilakukan secara live, mendadak, dengan fokus persoalan gempa dan tsunami Selat Sunda, kami harus membuat respon cepat, dengan sistem komando pengendalian lapangan yang kompleks, dengan menggunakan sumber daya yang tersedia, harus memulihkan situasi " komentar Erick Ridzky, Asisten Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana, juamt (16/09).
Dikatakan Erick, pelatihan ICITAP ini merupakan perhatian internasional yang penting, setelah langkah-langkah multiyurisdiksi, geografi, koordinasi dan konsolidasi terus diupayakan terkait rencana aksi mitigasi Kantor Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana.
“Pemerintah daerah telah banyak yang aware dengan kondisi ini. Langkah-langkah mitigasi sudah dilakukan. Bahkan terakhir pak Foke (Gubernur Jakarta Fauzi Bowo,red) telah menyiapkan proyek perencanaan (master plan) pembangunan tanggul laut raksasa Jakarta, sebuah solusi berkaitan dengan tsunami dan banjir di Jakarta" jelasnya.
Pemerintah AS sendiri, melalui Director Program of International Criminal Investigative Training Assistance Program (ICITAP) untuk Indonesia terus mendorong penggunaan Standar Sistem Manajemen Keadaan Darurat (SSMKD) dalam penanggulangan bencana.
Dalam programnya, ICITAP mengacu pada pada UU No.24 Tahun 2007, dimana paradigma penanggulangan bencana telah mengalami perubahan dari tanggap darurat ke pengurangan risiko bencana.
“Dalam antisipasi dan mitigasi bencana di Indonesia, US DOJ/International Criminal Investigative Training Assistance Program (ICITAP) mendukung Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana dengan memberikan pelatihan manajemen keadaan darurat," demikian pernyataan resmi Jhon Mountino dari ICITAP.
Untuk pelatihannya sendiri, Jumat sore ini rencananya akan ditutup, dan diberikan sertifikat kepada masing-masing peserta.



