
Sutopo Purwo Nugroho (Helmi/dok)
Artikel Terkait:
2011-09-01 04:06:30 WIBDalam 6 Hari, Status 3 Gunung Api Naik jadi Waspada
Politikindonesia - Dalam kurun waktu enam hari terakhir, PVMBG menetapkan tiga gunung api di Nusa Tenggara naik statusnya dari normal aktif menjadi waspada (level II). Ketiga gunung api tersebut adalah Gunung api Anak Ranakah, Tambora dan Lewotobi Perempuan.
Gunung api Anak Ranakah, di Kabupaten Manggarai NTT, dinaikkan terhitung 26 Agustus 2011 pukul 15:00 WITA. Kenaikan status disebabkan sejak Juni 2011 terjadi peningkatan jumlah gempa vulkanik dalam dan dangkal.
Dilanjutkannya, pada 24 Agustus 2011, terekam 24 kali gempa vulkanik dalam dan 10 kali gempa vulkanik dangkal. Letusan terakhir Gunung Anak Ranakah pada 11 Januari 1988, dengan ketinggian asap mencapai sekitar 8.000 meter yang disertai luncuran aliran awan panas yang mengarah ke Wae Reno dan Wae Teko di sebelah utara gunung api itu.
Lima hari kemudian, Gunung api Tambora, yang terletak antara Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu, NTB, dinaikkan status menjadi waspada sejak 30 Agustus 2011, pukul 11:00 WITA.
"Sejak April 2011 telah terjadi peningkatan aktivitas gunung api. Awal Agustus 2011, secara visual teramati asap putih tebal tinggi 20 meter dari kawah Doro Api Toi, dalam kaldera Tambora. Pada 29 Agustus 2011 terekam 14 gempa vulkanik dalam," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho di Jakarta, Rabu (31/08).
Sutopo menjelaskan, dalam sejarahnya aktivitas vulkanik gunung Tambora ini mencapai puncaknya pada bulan April tahun 1815 ketika meletus dalam skala tujuh pada Volcanic Explosivity Index.
Abu vulkanik jatuh di Kalimantan, Sulawesi, Jawa dan Maluku. Letusan gunung ini menyebabkan kematian hingga tidak kurang dari 71.000 orang dengan 11.000—12.000 orang di antaranya meninggal secara langsung akibat dari letusan tersebut. Lebih dari itu, letusan gunung ini menyebabkan perubahan iklim dunia.
Selanjutnya Gunung api Lewotobi Perempuan di bagian tenggara Pulau Flores, NTT, juga menunjukkan peningkatan aktivitas sehingga dinaikkan menjadi Waspada pada 31 Agustus 2011 pukul 15.00 WITA.
Sutopo mengatakan, aktivitas saat ini terekamnya gempa vulkanik yang biasanya rata-rata 5 kali kejadian, sekarang rata-rata 24 kali kejadian gempa vulkanik. Terakhir gunung api ini meletus pada tahun 1935, berupa letusan eksplosif dengan awan panas.
Sehubungan dengan kenaikan status gunung api tersebut, maka direkomendasikan tidak tidak ada pendakian yang kawah.
"Belum perlu ada pengungsian. Pemerintah daerah dan masyarakat diminta semakin meningkatkan kewaspadaannya. Dengan demikian saat ini terdapat 21 gunung api di atas Normal yaitu 5 berstatus Siaga dan 16 berstatus Waspada," pungkas Sutopo.
(dir/rin/nis) Gunung api Anak Ranakah, di Kabupaten Manggarai NTT, dinaikkan terhitung 26 Agustus 2011 pukul 15:00 WITA. Kenaikan status disebabkan sejak Juni 2011 terjadi peningkatan jumlah gempa vulkanik dalam dan dangkal.
Dilanjutkannya, pada 24 Agustus 2011, terekam 24 kali gempa vulkanik dalam dan 10 kali gempa vulkanik dangkal. Letusan terakhir Gunung Anak Ranakah pada 11 Januari 1988, dengan ketinggian asap mencapai sekitar 8.000 meter yang disertai luncuran aliran awan panas yang mengarah ke Wae Reno dan Wae Teko di sebelah utara gunung api itu.
Lima hari kemudian, Gunung api Tambora, yang terletak antara Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu, NTB, dinaikkan status menjadi waspada sejak 30 Agustus 2011, pukul 11:00 WITA.
"Sejak April 2011 telah terjadi peningkatan aktivitas gunung api. Awal Agustus 2011, secara visual teramati asap putih tebal tinggi 20 meter dari kawah Doro Api Toi, dalam kaldera Tambora. Pada 29 Agustus 2011 terekam 14 gempa vulkanik dalam," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho di Jakarta, Rabu (31/08).
Sutopo menjelaskan, dalam sejarahnya aktivitas vulkanik gunung Tambora ini mencapai puncaknya pada bulan April tahun 1815 ketika meletus dalam skala tujuh pada Volcanic Explosivity Index.
Abu vulkanik jatuh di Kalimantan, Sulawesi, Jawa dan Maluku. Letusan gunung ini menyebabkan kematian hingga tidak kurang dari 71.000 orang dengan 11.000—12.000 orang di antaranya meninggal secara langsung akibat dari letusan tersebut. Lebih dari itu, letusan gunung ini menyebabkan perubahan iklim dunia.
Selanjutnya Gunung api Lewotobi Perempuan di bagian tenggara Pulau Flores, NTT, juga menunjukkan peningkatan aktivitas sehingga dinaikkan menjadi Waspada pada 31 Agustus 2011 pukul 15.00 WITA.
Sutopo mengatakan, aktivitas saat ini terekamnya gempa vulkanik yang biasanya rata-rata 5 kali kejadian, sekarang rata-rata 24 kali kejadian gempa vulkanik. Terakhir gunung api ini meletus pada tahun 1935, berupa letusan eksplosif dengan awan panas.
Sehubungan dengan kenaikan status gunung api tersebut, maka direkomendasikan tidak tidak ada pendakian yang kawah.
"Belum perlu ada pengungsian. Pemerintah daerah dan masyarakat diminta semakin meningkatkan kewaspadaannya. Dengan demikian saat ini terdapat 21 gunung api di atas Normal yaitu 5 berstatus Siaga dan 16 berstatus Waspada," pungkas Sutopo.



