
Sudut Jakarta di malam hari (Helmi/dok)
Artikel Terkait:
2010-10-14 16:58:00 WIBDekade Terakhir, Orang Indonesia Makin Kaya
Politikindonesia - Siapa bilang orang Indonesia miskin. Sekitar 4,6 juta penduduk Indonesia memiliki kekayaan pribadi diatas Rp1 miliar. Kekayaan pribadi orang Indonesia melonjak spektakuler dalam satu dekade terakhir. Kekayaan mereka rata-rata melonjak hingga lima kali lipat menjadi US$1,8 triliun. Angka itu akan naik lagi dua kali lipat menjadi 3,0 triliun dolar pada 2015.
Demikian catatan laporan yang dilansir oleh Credit Suisse Global Wealth Report, Kamis (14/10) ini. Lembaga riset finansial dunia tersebut melaporkan bahwa kekayaan orang Indonesia melesat jauh dibandingkan dengan situasi pada masa krisis 1997 lalu.
Dari data yang dilansir Credit Suisse, komposisi kekayaan orang Indonesia, mirip dengan India. Sebagian besar atau 90 persen dari kekayaan mereka berupa aset properti. Rata-rata, orang kaya ini juga sedikit memiliki utang.
Sayangnya Indonesia masih kalah soal distribusi. Penyebaran orang kaya yang memiliki kekayaan sebesar US$100.000 hanya 2 persen atau 4,6 juta orang dari total penduduk Indonesia yang berjumlah 233 juta jiwa. Ini jauh sekali dibandingkan dengan komposisi dunia sebesar 8 persen yang memiliki kekayaan US$100 ribu.
Disebutkan Credit Suisse, kekayaan rata-rata orang dewasa di Indonesia juga melesat 384 persen sejak tahun 2000 menjadi US$12.112. Angka pertumbuhan ini merupakan yang tercepat di Asia Pacific dan tertinggi keempat di dunia.
Lebih dari 90 persen kekayaan rumah tangga di Indonesia adalah aset non finansial, terutama properti. Aset finansial hanya menyumbang kurang dari 10 persen selama satu dekade terakhir.
Sementara dari total populasi, sekitar 20 persen penduduknya berada di bagian tengah piramida kekayaan. Kategori ini memiliki rata-rata kekayaan berkisar dari US$10.000 hingga US$100.000. Namun, mayoritas penduduk Indonesia, masih memiliki kekayaan di bawah 10.000 per orang dewasa.
Laporan tersebut menunjukkan, bahwa kekayaan global yang dimiliki 4,4 miliar orang dewasa telah bertumbuh 72 persen sejak 2000 dan mencapai US$195 triliun.
Didorong oleh ekspansi ekonomi di negara-negara berkembang, Credit Suisse Research Institute memperkirakan kekayaan global akan meningkat 61 persen menjadi US$315 triliun pada 2015.
Bagian tengah dari piramida kekayaan terdiri dari satu miliar penduduk dunia yang berdomisili di negara-negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia dan menguasai seperenam atau US$32 triliun dari kekayaan global.
Secara keseluruhan, hampir 60 persen atau 587 juta orang di bagian tengah piramida kekayaan berdomisili di Asia Pacifik. China tercatat sebagai negara penghasil orang kaya terbesar ketiga di dunia, hanya tertinggal dari Amerika Serikat da Jepang, serta 35 persen di depan Perancis sebagai negara terkaya Eropa.
Credit Suisse Research Institusi optimis bagi para kelas menengah, kekayaan tersebut memberikan keamanan financial yang mereka butuhkan, untuk menjadi konsumen baru yang terus menguat. Disamping itu, kelas menengah juga dipercaya akan menggantikan rumah tangga di Amerika yang terlilit utang sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi global.
Definisi kekayaan yang dimaksud oleh Credit Suisse adalah aset finansial baik berupa keuangan dan non keuangan (khususnya properti). Dalam studi ini untuk masuk dalam jajaran 10 persen orang kaya dunia, seorang dewasa harus memiliki kekayaan US$72 ribu. Sedangkan, untuk masuk jajaran 1 persen orang kaya dunia, seorang dewasa harus memiliki kekayaan US$588 ribu.
(zel/yk) Demikian catatan laporan yang dilansir oleh Credit Suisse Global Wealth Report, Kamis (14/10) ini. Lembaga riset finansial dunia tersebut melaporkan bahwa kekayaan orang Indonesia melesat jauh dibandingkan dengan situasi pada masa krisis 1997 lalu.
Dari data yang dilansir Credit Suisse, komposisi kekayaan orang Indonesia, mirip dengan India. Sebagian besar atau 90 persen dari kekayaan mereka berupa aset properti. Rata-rata, orang kaya ini juga sedikit memiliki utang.
Sayangnya Indonesia masih kalah soal distribusi. Penyebaran orang kaya yang memiliki kekayaan sebesar US$100.000 hanya 2 persen atau 4,6 juta orang dari total penduduk Indonesia yang berjumlah 233 juta jiwa. Ini jauh sekali dibandingkan dengan komposisi dunia sebesar 8 persen yang memiliki kekayaan US$100 ribu.
Disebutkan Credit Suisse, kekayaan rata-rata orang dewasa di Indonesia juga melesat 384 persen sejak tahun 2000 menjadi US$12.112. Angka pertumbuhan ini merupakan yang tercepat di Asia Pacific dan tertinggi keempat di dunia.
Lebih dari 90 persen kekayaan rumah tangga di Indonesia adalah aset non finansial, terutama properti. Aset finansial hanya menyumbang kurang dari 10 persen selama satu dekade terakhir.
Sementara dari total populasi, sekitar 20 persen penduduknya berada di bagian tengah piramida kekayaan. Kategori ini memiliki rata-rata kekayaan berkisar dari US$10.000 hingga US$100.000. Namun, mayoritas penduduk Indonesia, masih memiliki kekayaan di bawah 10.000 per orang dewasa.
Laporan tersebut menunjukkan, bahwa kekayaan global yang dimiliki 4,4 miliar orang dewasa telah bertumbuh 72 persen sejak 2000 dan mencapai US$195 triliun.
Didorong oleh ekspansi ekonomi di negara-negara berkembang, Credit Suisse Research Institute memperkirakan kekayaan global akan meningkat 61 persen menjadi US$315 triliun pada 2015.
Bagian tengah dari piramida kekayaan terdiri dari satu miliar penduduk dunia yang berdomisili di negara-negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia dan menguasai seperenam atau US$32 triliun dari kekayaan global.
Secara keseluruhan, hampir 60 persen atau 587 juta orang di bagian tengah piramida kekayaan berdomisili di Asia Pacifik. China tercatat sebagai negara penghasil orang kaya terbesar ketiga di dunia, hanya tertinggal dari Amerika Serikat da Jepang, serta 35 persen di depan Perancis sebagai negara terkaya Eropa.
Credit Suisse Research Institusi optimis bagi para kelas menengah, kekayaan tersebut memberikan keamanan financial yang mereka butuhkan, untuk menjadi konsumen baru yang terus menguat. Disamping itu, kelas menengah juga dipercaya akan menggantikan rumah tangga di Amerika yang terlilit utang sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi global.
Definisi kekayaan yang dimaksud oleh Credit Suisse adalah aset finansial baik berupa keuangan dan non keuangan (khususnya properti). Dalam studi ini untuk masuk dalam jajaran 10 persen orang kaya dunia, seorang dewasa harus memiliki kekayaan US$72 ribu. Sedangkan, untuk masuk jajaran 1 persen orang kaya dunia, seorang dewasa harus memiliki kekayaan US$588 ribu.



