
Berry Nahdian Furqan (Helmi/dok)
Artikel Terkait:
2010-10-09 11:14:48 WIBDi Simpang 2 Samudera, Indonesia Rawan Bencana
Politikindonesia - Indonesia rawan bencana. Berada di simpang 2 samudera, menjadikan negara kepulauan ini, kawasan yang rentan terhadap bencana. Jangan kaget membaca catatan LSM Walhi, 83 persen wilayah Indonesia rawan bencana alam. Mulai dari banjir, pemanasan global, longsor hingga kebakaran hutan.
"Sejak 10 tahun terakhir, telah terjadi 6 ribu bencana alam," kata Direktur Eksekutif Walhi, Berry Nahdian Furqan dalam diskusi di Warung Daun, Jalan Cikini Raya, Jakarta, Sabtu (09/10).
Dalam catatan Walhi, bencana alam juga mengancam Ibu Kota Jakarta. Dalam 9 bulan terakhir telah terjadi 23 kali banjir yang merendam ribuan pemukiman warga. "Setelah banjir melanda Wasior, banjir juga melanda Aceh beberapa hari lalu," tambahnya.
Berdasarkan fakta itu, seharusnya pemerintah memiliki skenario di tiap-tiap kantong rawan bencana. Jika ada bencana, kata Berry, sudah ada plan evakuasi, pengiriman bantuan, alat berat, kantong pengungsian dan jaringan komunikasi.
"Tapi apa yang terjadi, banjir Wasior pemerintah gelagapan. Tak punya skenario evakuasi dan penyelamatan serta pemulihan," urai Berry.
Banjir dahsyat di Wasior, Papua Barat, telah menelan korban 108 orang meninggal dunia dan 76 orang masih hilang. Informasi terakhir dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) 172 orang mengalami luka berat. Dari jumlah tersebut, 115 orang dirawat di RSUD Nabire dan sisanya di RSUD Manokwari.
Dari bencana yang melanda Senin lalu itu, tercatat 1.049 orang kehilangan tempat tinggal. Mereka kini tinggal di pengungsian, atau di penampungan di Manokwari dan Nabire.
(mun/na) "Sejak 10 tahun terakhir, telah terjadi 6 ribu bencana alam," kata Direktur Eksekutif Walhi, Berry Nahdian Furqan dalam diskusi di Warung Daun, Jalan Cikini Raya, Jakarta, Sabtu (09/10).
Dalam catatan Walhi, bencana alam juga mengancam Ibu Kota Jakarta. Dalam 9 bulan terakhir telah terjadi 23 kali banjir yang merendam ribuan pemukiman warga. "Setelah banjir melanda Wasior, banjir juga melanda Aceh beberapa hari lalu," tambahnya.
Berdasarkan fakta itu, seharusnya pemerintah memiliki skenario di tiap-tiap kantong rawan bencana. Jika ada bencana, kata Berry, sudah ada plan evakuasi, pengiriman bantuan, alat berat, kantong pengungsian dan jaringan komunikasi.
"Tapi apa yang terjadi, banjir Wasior pemerintah gelagapan. Tak punya skenario evakuasi dan penyelamatan serta pemulihan," urai Berry.
Banjir dahsyat di Wasior, Papua Barat, telah menelan korban 108 orang meninggal dunia dan 76 orang masih hilang. Informasi terakhir dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) 172 orang mengalami luka berat. Dari jumlah tersebut, 115 orang dirawat di RSUD Nabire dan sisanya di RSUD Manokwari.
Dari bencana yang melanda Senin lalu itu, tercatat 1.049 orang kehilangan tempat tinggal. Mereka kini tinggal di pengungsian, atau di penampungan di Manokwari dan Nabire.



