
Artikel Terkait:
2010-10-04 01:56:32 WIBPadang Perlu Perbanyak Jembatan Evakuasi
Politikindonesia - Kota Padang membutuhkan banyak jembatan sebagai aksesibilitas warga menuju ke kawasan perbukitan bila terjadi bencana tsunami. Sebab Diprediksikan ancaman tsunami bisa saja menghantam Kota Padang di masa mendatang.
Pembangunan sejumlah infrastruktur seperti jembatan dalam jumlah yang mencukupi. Jembatan-jembatan tersebut sangat dibutuhkan warga untuk menuju kawasan perbukitan di sisi timur dan selatan Kota Padang yang sebagian dibatasi aliran sungai dari wilayah permukiman yang berada di sepanjang garis pantai.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat (Sumbar), Harmensyah, mengatakan, saat ini jumlah jembatan utama yang menghubungkan warga dari batas sungai ke wilayah dataran tinggi di Kota Padang hanya berjumlah tak lebih dari enam buah. "Jembatan-jembatan ke arah timur memang perlu diperbanyak," katanya. Minggu (03/10).
Harmensyah menjelaskan, sejauh ini diketahui jumlah jembatan menuju arah timur Kota Padang dengan kontur perbukitan dari wilayah barat yang dekat dengan pantai masih relatif sedikit. Selain itu, tempat-tempat evakuasi vertikal dengan berbagai teknik konstruksi dan rekayasa teknologi juga perlu ditambah.
Menurut dia, selain jembatan untuk memudahkan mobilisasi warga dalam jumlah ribuan orang di saat yang bersamaan mengungsi ke tempat yang aman, pembangunan ruas jalan vertikal juga perlu diperbanyak.
Harmensyah menambahkan, pembangunan gedung-gedung bertingkat pada saat ini juga diarahkan untuk bisa dipergunakan bagian atapnya bagi kepentingan evakuasi warga. Dengan bentuk kontur bangunan semacam itu maka desain atap sebagian besar gedung bertingkat di Kota Padang berupa atap bagonjong atau desain atap seperti digunakan pada rumah gadang menjadi tidak relevan lagi dipakai.
(ftu/ar) Pembangunan sejumlah infrastruktur seperti jembatan dalam jumlah yang mencukupi. Jembatan-jembatan tersebut sangat dibutuhkan warga untuk menuju kawasan perbukitan di sisi timur dan selatan Kota Padang yang sebagian dibatasi aliran sungai dari wilayah permukiman yang berada di sepanjang garis pantai.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat (Sumbar), Harmensyah, mengatakan, saat ini jumlah jembatan utama yang menghubungkan warga dari batas sungai ke wilayah dataran tinggi di Kota Padang hanya berjumlah tak lebih dari enam buah. "Jembatan-jembatan ke arah timur memang perlu diperbanyak," katanya. Minggu (03/10).
Harmensyah menjelaskan, sejauh ini diketahui jumlah jembatan menuju arah timur Kota Padang dengan kontur perbukitan dari wilayah barat yang dekat dengan pantai masih relatif sedikit. Selain itu, tempat-tempat evakuasi vertikal dengan berbagai teknik konstruksi dan rekayasa teknologi juga perlu ditambah.
Menurut dia, selain jembatan untuk memudahkan mobilisasi warga dalam jumlah ribuan orang di saat yang bersamaan mengungsi ke tempat yang aman, pembangunan ruas jalan vertikal juga perlu diperbanyak.
Harmensyah menambahkan, pembangunan gedung-gedung bertingkat pada saat ini juga diarahkan untuk bisa dipergunakan bagian atapnya bagi kepentingan evakuasi warga. Dengan bentuk kontur bangunan semacam itu maka desain atap sebagian besar gedung bertingkat di Kota Padang berupa atap bagonjong atau desain atap seperti digunakan pada rumah gadang menjadi tidak relevan lagi dipakai.



