• HOME
  • POLITIK
  • HUKUM
  • NARKOBA
  • WAWANCARA
  • EKONOMI
  • PENDAPAT
  • POLITISIANA
  • NUSANTARA
  • VIDEO
WIB
NEWSFLASH
Search
Bookmark and Share
POLITISIANA
Galuh Sukmara Soejanto (Helmi/dok)
Artikel Terkait:
  • Gelar Pahlawan, Belum Buat Gus Dur Dan Soeharto
  • Perempuan Rentan Tertular HIV/AIDS
2010-09-22 03:44:48 WIB

Perempuan Tunarungu Berjuang Meraih Gelar Master

Politikindonesia - Kegigihan Galuh Sukmara Soejanto patut jadi teladan. Keterbatasan fisik tak menyurutkan semangatnya untuk mencapai gelar pendidikan setinggi mungkin. Setelah berhasil lulus sarjana, kini perempuang tuna rungu berkerudung itu sedang mengambil gelar master.

Tak mudah memang perjuangan yang ditempuh Galuh, studi sarjana Psikologi di Universitas Gadjah Mada (UGM) dia tempuh selama 10 tahun. Namun kegigihannya dalam meraih gelar strata satu itu pun akhirnya membuahkan hasil. Dia pun meraih gelar sarjana. Tidak berhenti sampai di situ, dia kini tengah berjuang menyelesaikan studinya hingga ke jenjang S2.

Wanita berkerudung itu pun mendapat beasiswa dari Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) guna studi di pascasarjana La Trobe University, Melbourne, Australia, dalam bidang bahasa isyarat. “Kenapa (gelar sarjananya) begitu lama? Karena dia tidak mendapatkan bantuan khusus. Di UGM dia menerima materi pelajaran hanya dengan membaca bibir dosen,” jelas Wakil Ketua Umum Perhimpunan Pelajar Indonesia Australia (PPIA) Dirgayuza Setiawan kepada wartawan, Rabu (22/09).

Dia menjelaskan, sebenarnya, Galuh ini dilahirkan normal. Dia kehilangan kemampuan mendengar sejak usia dua tahun. Namun, keterbatasan tersebut tidak menyurutkan semangat Galuh untuk mendapat pendidikan tinggi. Galuh ingin membuktikan kepada dunia, bahwa Indonesia, negara yang sudah terkenal kaya akan keragaman bahasa lisan, juga kaya akan bahasa isyarat.

Karena semangatnya yang begitu kuat, lanjut Dirgahayu, akhirnya PPIA mendokumentasikan perjuangan Galuh dalam video dan dipublikasikan melalui situs pengunggah video YouTube. Video tersebut, lanjut dia, merupakan bentuk dukungan PPIA terhadap perjuangan Galuh. “Dalam waktu dua minggu saja, episode ini sudah mendapatkan lebih dari 2.000 penonton di YouTube,”  jelas Dirgayuza.
(ar/yk)
 
FOLLOW US
             
POLITISIANA
Index >>

Stop Berdebat, Ayo Beri Kontribusi Bagi Riset Gunung Padang

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta semua pihak terkait untuk tidak mengulang lagi mempe...


Bangunan di Bawah Gunung Padang Telah Terbukti

Hipotesa yang disampaikan Tim Terpadu Riset Mandiri tentang adanya bangunan di bawah situs megalitik...

NUSANTARA
Index >>

Waspadai Gelombang Tinggi di Selat Sunda

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan peringatan dini terkait potensinya m...


Pilgub NTT: Hari Ini Putaran Ke-2 Digelar

Hari ini, Kamis (23/05) berlangsung putaran kedua pemilihan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT). Seju...
JAJAK PENDAPAT
Inikah Presiden RI 2014 - 2019 Pilihan Anda?
1.Aburizal Bakrie
2.Prabowo Subianto
3.Endriarto Sutarto
4.Dahlan Iskan
5.Gita Wirjawan
6.Sri Mulyani Indrawati



Hasil jajak pendapat


HOME | POLITIK | HUKUM | NARKOBA | WAWANCARA | EKONOMI | PENDAPAT | POLITISIANA | NUSANTARA | VIDEO | REDAKSI

Copyright © 2011 PolitikIndonesia.com All rights reserved