
Ilustrasi (Helmi/dok)
Artikel Terkait:
2012-08-20 10:54:21 WIBGempa Palu: Kunjungi Sigi, Kepala BNPB Serahkan Bantuan
Politikindonesia - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif mengunjungi Kabupaten Sigi, lokasi yang terkena dampak paling parah akibat gempa 6,2 Skala Richter yang mengguncang Sabtu (18/06) lalu. Dalam kunjungan itu, Syamsul menyerahkan dana tanggap darurat sebesar Rp200 juta kepada BPBD setempat.
Kepala BNPB didampingi sejumlah stafnya, tiba di Bandara Mutiara Palu dengan pesawat khusus dari Jakarta, Senin (20/08), pukul 12.10 WITA untuk melihat dari dekat lokasi gempa di Kabupaten Sigi.
Syamsul disambut Gubernur Sulteng Longki Djanggola di VIP Room Bandara Mutiara dan setelah beristirahat sejenak, rombongan kemudian meluncur ke Posko Utama pelayanan dan penampungan pengungsi di desa Tuva, Kabupaten Sigi, sekitar 50 km selatan Kota Palu.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulteng Bartolomeus Tandigala mengemukakan, tujuan utama kunjungan Kepala BNPB adalah melihat dari dekat kondisi lokasi bencana, mendata kebutuhan-kebutuhan yang paling utama dan mendesak untuk menolong warga dan memulihkan lokasi, sarana dan prasarana yang rusak, dan kondisi para pengungsi serta korban dan yang sakit dan cedera.
Gempa bumi 6,2 skala Richter yang mengguncang Kabupaten Sigi pada Sabtu (18/08) pukul 17.42 WITA dan diperkirakan berpusat di sekitar Danau Lindu ini menyebabkan 3 kecamatan bertetangga di Sigi yakni Kecamatan Lindu, Kulawi dan Gumbasa menjadi daerah terdampak paling berat.
Bartolomeus menyebut, korban yang meninggal akibat bencana ini telah bertambah menjadi 6 orang. Selain itu, ada juga 8 orang yang mengalami luka parah dan 35 warga yang mengalami luka ringan.
Sebanyak 471 rumah rusak terdiri dari 165 rumah rusak total, 120 rusak sedang, 186 rusak ringan, 3 masjid rusak ringan, 2 gereja rusak ringan, 1 gereja rusak berat dan 2 sekolah rusak ringan. Sementara pengungsi mencapai ratusan jiwa.
"Jumlah ini diperkirakan masih akan terus bertambah karena banyak desa yang belum terjangkau, terutama di Kecamatan Lindu karena putusnya akses transportasi darat," ujar Barto.
BPBD Sulteng sedang mengupayakan pengerahan helikopter untuk menjangkau desa-desa terisolasi untuk mendistribusikan makanan, pakaian dan obat-obatan serta mengevakuasi para korban yang perlu mendapat perawatan di rumah sakit.
Dinas PU Sulteng juga telah mengerahkan alat-alat berat untuk menggusur longsoran tanah dan pepohonan di jalan provinsi Palu-Kulawi untuk memperlancar evakuasi korban dan distribusi bantuan serta pendataan sarana dan prasarana yang rusak.
(zel/rin/kap)



