
Hatta Rajasa (Helmi/dok)
Artikel Terkait:
2012-08-20 10:38:37 WIBHatta: Penyesuaian Tarif Listrik 2013, Dilakukan Bertahap
Politikindonesia - Pemerintah berencana untuk menaikkan tarif tenaga listrik (TTL) pada 2013 mendatang. Dengan adanya penyesuaian harga, diharapkan subsidi listrik yang dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RABPN) 2013 mencapai Rp80,9 triliun dapat dikurangi dan dialihkan untuk belanja modal.
Demikian disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa, kepada pers di sela-sela 'open house' di kediaman dinasnya di Jakarta, Senin (20/08). "Penyesuaian akan dilakukan secara bertahap."
Dalam RAPBN 2013, pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp193,8 triliun untuk belanja modal. Jumlah tersebut mengalami peningkatan sebesar Rp25,2 triliun dibandingkan belanja modal pada APBNP 2012 yang tercatat sebesar Rp168,6 triliun.
Hatta bilang, penyesuaian TTL didasari oleh selisih antara biaya pokok produksi (BPP) dan harga jual listrik. Sebagai gambaran, harga jual listrik masih berada di kisaran Rp700 per kilo watt hour (kwh) sedangkan BPP berada dalam kisaran Rp1.000.
Ia meyakini penyesuaian TTL tidak akan memberatkan masyarakat. Terlebih, kenaikan TTL akan dilakukan secara bertahap, yakni dalam triwulanan dengan kenaikan rata-rata 3 sampai 4 persen. Penyesuaian TTL juga bertujuan untuk merangsang agar independent power producer (IPP) lebih bergairah.
Pemerintah, sambung Hatta, juga terus mendorong agar penggunaan sumber energi selain bahan bakar minyak (BBM) dapat dimaksimalkan untuk memproduksi listrik pada pembangkit listrik milik PLN.
Sumber-sumber energi tersebut antara lain batu bara, panas bumi dan gas. Tujuannya agar penggunaan BBM dalam memproduksi listrik terus menurun.
(ron/rin/kap)



