
Artikel Terkait:
2010-09-03 08:46:59 WIBCalon Kapolri: Diajukan Lebih Dari Satu, Nanan Paling Layak
Politikindonesia - Ditengah sibuknya Komas HAM dan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mencermati rekam jejak calon Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) yang akan menggantikan Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri (BHD), muncul kabar yang sedikit membuat terang siapa yang akan menggantikan dirinya.
BHD mengatakan Polri segera mengajukan dua nama calon penggantinya kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Bisa jadi ini beriringan dengan langkah yang akan dilakukan Kompolnas. Pasalnya, pekan depan Kompolnas segera menyerahkan nama-nama calon Kapolri ke Presiden. Dan Politisi Partai Golkar Bambang Soesatyo menganggap Komjen Pol Nanan Sukarna yang paling layak menggantikan BHD.
Kata BHD, calon yang diajukan itu lebih baik dari dirinya. "Tentu yang lebih baik dari saya, yang lebih hebat dari saya. Dua nama saja," kata Kapolri Bambang Hendarso Danuri kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (03/09).
Hanya BHD enggan menyebutkan siapa nama calon yang akan diajukan tersebut. Kapolri juga tidak menyebutkan apa pangkat kedua calon yang akan diajukan tersebut.
"Kita lihat nanti saja. Begini, nanti waktunya akan dijelaskan, nanti akan diajukan dari saya. Pokoknya nanti yang mengajukan saya, waktunya saya dijelaskan," jelas BHD.
Yang menarik, diantara nama calon Kapolri yang paling senior, menurut politisi Partai Golkar Bambang Soesatyo adalah Komisaris Jenderal Polisi Nanan Sukarna dan paling layak jadi Kapolri menggantikan BHD.
"Kalau bicara soal senior, ya yang paling senior ya Nanan yang layak," ujar Bambang kepada wartawan di Gedung DPR, Jumat (03/09).
Namun demikian, Bambang menilai keputusan terakhir tetap di tangan Presiden. Sebab, Presiden tetap pengambil keputusan tertinggi sebelum diuji kelayakan dan kepatutan oleh DPR.
"Kita tidak bicara siapa kuat dan tidak kuat. Tinggal siapa yang lebih senior di hati SBY," ujar anggota Komisi III DPR ini.
Sementara anggota Kompolnas Ronny Lihuwa menyatakan minggu depan Kompolnas akan melakukan finalisasi terhadap calon Kapolri. "Akan kita rapatkan lagi Rabu atau Kamis," kata Ronny kepada wartawan, Jumat(04/09).
Menurut Ronny, nama-nama calon Kapolri sebenarnya bisa diajukan oleh siapa saja termasuk internal Polri sendiri. "Kan tidak ada ketentuan yang khusus siapa yang boleh atau siapa yang ngga boleh mengajukan. Kita hanya mengajukan untuk memberi pertimbangan saja," ujarnya.
Yang pasti, Kompolnas tidak akan mengajukan hanya satu nama. "Yah, lebih dari satu. Masa cuma satu. Kita kan ngga bisa memaksa presiden," ujar Ronny.
Komnas HAM sendiri tengah menelusuri rekam jejak calon Kapolri. "Kita sudah terima suratnya kemarin, kita sedang merespons. Ada lebih dari 3 nama, sekitar 7 nama," kata Ketua Komnas HAM Ifdhal Kasim kepada wartawan, Jumat (03/09).
Kata Ifdhal, sesuai permintaan Kompolnas, yakni klarifikasi calon-calon ini dari sisi human rights, pihaknya sedang melakukan penelusuran terhadap hal tersebut.
"Nantinya akan diketahui apakah para calon itu, dalam perjalanan kariernya pernah melakukan pelanggaran hak asasi. Atau bagaimana calon tersebut menghormati hak asasi," ujar Ifdhal seraya mengingatkan bahwa Komnas HAM tidak memberikan penilaian apakah pernah melanggar HAM atau tidak.
Sebelumnya, seperti banyak diberitakan berbagai media, disebut-sebut sejumlah nama telah diajukan untuk menggantikan Jenderal Bambang Hendarso Danuri (BHD). Mereka adalah Irwasum Komjen Nanan Soekarna, Kapolda Metro Jaya Irjen Timur Pradopo, dan Kalemdikpol Irjen Imam Sudjarwo, Kabareskrim Komjen Pol Ito Sumardi, Kapolda Sumut Irjen Pol Oegroseno, Wakapolri Komjen Pol Yusuf Manggabarani, dan Irjen Pol Bambang Suparno.
(sa/gtr/drf/ftu) BHD mengatakan Polri segera mengajukan dua nama calon penggantinya kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Bisa jadi ini beriringan dengan langkah yang akan dilakukan Kompolnas. Pasalnya, pekan depan Kompolnas segera menyerahkan nama-nama calon Kapolri ke Presiden. Dan Politisi Partai Golkar Bambang Soesatyo menganggap Komjen Pol Nanan Sukarna yang paling layak menggantikan BHD.
Kata BHD, calon yang diajukan itu lebih baik dari dirinya. "Tentu yang lebih baik dari saya, yang lebih hebat dari saya. Dua nama saja," kata Kapolri Bambang Hendarso Danuri kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (03/09).
Hanya BHD enggan menyebutkan siapa nama calon yang akan diajukan tersebut. Kapolri juga tidak menyebutkan apa pangkat kedua calon yang akan diajukan tersebut.
"Kita lihat nanti saja. Begini, nanti waktunya akan dijelaskan, nanti akan diajukan dari saya. Pokoknya nanti yang mengajukan saya, waktunya saya dijelaskan," jelas BHD.
Yang menarik, diantara nama calon Kapolri yang paling senior, menurut politisi Partai Golkar Bambang Soesatyo adalah Komisaris Jenderal Polisi Nanan Sukarna dan paling layak jadi Kapolri menggantikan BHD.
"Kalau bicara soal senior, ya yang paling senior ya Nanan yang layak," ujar Bambang kepada wartawan di Gedung DPR, Jumat (03/09).
Namun demikian, Bambang menilai keputusan terakhir tetap di tangan Presiden. Sebab, Presiden tetap pengambil keputusan tertinggi sebelum diuji kelayakan dan kepatutan oleh DPR.
"Kita tidak bicara siapa kuat dan tidak kuat. Tinggal siapa yang lebih senior di hati SBY," ujar anggota Komisi III DPR ini.
Sementara anggota Kompolnas Ronny Lihuwa menyatakan minggu depan Kompolnas akan melakukan finalisasi terhadap calon Kapolri. "Akan kita rapatkan lagi Rabu atau Kamis," kata Ronny kepada wartawan, Jumat(04/09).
Menurut Ronny, nama-nama calon Kapolri sebenarnya bisa diajukan oleh siapa saja termasuk internal Polri sendiri. "Kan tidak ada ketentuan yang khusus siapa yang boleh atau siapa yang ngga boleh mengajukan. Kita hanya mengajukan untuk memberi pertimbangan saja," ujarnya.
Yang pasti, Kompolnas tidak akan mengajukan hanya satu nama. "Yah, lebih dari satu. Masa cuma satu. Kita kan ngga bisa memaksa presiden," ujar Ronny.
Komnas HAM sendiri tengah menelusuri rekam jejak calon Kapolri. "Kita sudah terima suratnya kemarin, kita sedang merespons. Ada lebih dari 3 nama, sekitar 7 nama," kata Ketua Komnas HAM Ifdhal Kasim kepada wartawan, Jumat (03/09).
Kata Ifdhal, sesuai permintaan Kompolnas, yakni klarifikasi calon-calon ini dari sisi human rights, pihaknya sedang melakukan penelusuran terhadap hal tersebut.
"Nantinya akan diketahui apakah para calon itu, dalam perjalanan kariernya pernah melakukan pelanggaran hak asasi. Atau bagaimana calon tersebut menghormati hak asasi," ujar Ifdhal seraya mengingatkan bahwa Komnas HAM tidak memberikan penilaian apakah pernah melanggar HAM atau tidak.
Sebelumnya, seperti banyak diberitakan berbagai media, disebut-sebut sejumlah nama telah diajukan untuk menggantikan Jenderal Bambang Hendarso Danuri (BHD). Mereka adalah Irwasum Komjen Nanan Soekarna, Kapolda Metro Jaya Irjen Timur Pradopo, dan Kalemdikpol Irjen Imam Sudjarwo, Kabareskrim Komjen Pol Ito Sumardi, Kapolda Sumut Irjen Pol Oegroseno, Wakapolri Komjen Pol Yusuf Manggabarani, dan Irjen Pol Bambang Suparno.



