
Artikel Terkait:
2010-08-19 04:20:21 WIBGempa Sumatera-Jawa: Xizang 4,7 SR, Tasikmalaya 5,3 SR
Politikindonesia - Untuk yang kesekian kali, ramalan tentang rambatan gempa yang akan terjadi di Sumatera dan Jawa kembali terbukti. Setelah terjadinya gempa di Xixang Barat, wilayah di Utara Sumatera, pada 18 Agustus 2010 pukul 01.31 WIB, Didik Wahju Widjaja dalam laman pribadinya Richocean Indonesia Blog, mengingatkan kemungkinan rambatan gempa tersebut ke wilayah Sumatera – Jawa.
Gempa Xixang dengan kekuatan 4,7 SR pada kedalaman darat 5 km, tepatnya terjadi pada 34,98 Lintang Utara 81,15 Bujur Timur itu diperkirakan oleh Didik, dalam waktu satu hingga tiga hari kedepan, terhitng tanggal 18 Agustus, rambatan gempanya bisa memicu gempa di kawasan Sumatera – Jawa.
Apa yang terjadi kemudian? Pukul 10.31 WIB, tanggal 19 Agustus 2010, gempa berkekuatan 5,3 SR dengan kedalaman 10 kilometer mengguncang kawasan Tasikmalaya, Jawa Barat. Episentrum berjarak 267 km di Barat Daya Tasikmalaya.
Menurut Asisten Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana, Erick Rizky Sjarief, belum diperoleh informasi yang konkrit tentang korban. Baik Jiwa ataupun harta benda. “Tim SKP BSB sedang melakukan monitoring,” ujar Erick kepada politikindonesia.com, Kamis (19/08).
Melalui perkiraannya yang kesekian kali, tampaknya tingkat akurasi yang disampaikan Didik memiliki akurasi yang tinggi. Walaupun Didik tidak menyebutkan, kapan dan dimana tepatnya gempa itu akan terjadi. Namun, setidaknya perkiraan ini cukup menghantarkan kita untuk berwaspada. Masyarakat di Sumatera dan Jawa perlu lebih berhati-hati bila terjadi gempa di kawasan Xixang, Myanmar dan Kepulauan Andaman- Nicobar. Kawasan disebelah Utara Pulau Sumatera itu merupakan rantai gempa untuk Sumatera dan Jawa.
Selain itu, untuk Kawasan Timur Indonesia, setelah terjadi gempa malam hari pada 18 Agustus 2010 pukul 23.28 WIB di Kawasan Kepulauan Mariana dengan kekuatan 6,1 SR pada kedalaman 43,1 km, Didik memperkirakan, rambatan gempa tersebut bisa mencapai wilayah Sulawesi, Maluku, Irian, Sumba, Flores, dan Nusa Tenggara dalam 1- 5 hari kedepan.
(str/ftu) Gempa Xixang dengan kekuatan 4,7 SR pada kedalaman darat 5 km, tepatnya terjadi pada 34,98 Lintang Utara 81,15 Bujur Timur itu diperkirakan oleh Didik, dalam waktu satu hingga tiga hari kedepan, terhitng tanggal 18 Agustus, rambatan gempanya bisa memicu gempa di kawasan Sumatera – Jawa.
Apa yang terjadi kemudian? Pukul 10.31 WIB, tanggal 19 Agustus 2010, gempa berkekuatan 5,3 SR dengan kedalaman 10 kilometer mengguncang kawasan Tasikmalaya, Jawa Barat. Episentrum berjarak 267 km di Barat Daya Tasikmalaya.
Menurut Asisten Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana, Erick Rizky Sjarief, belum diperoleh informasi yang konkrit tentang korban. Baik Jiwa ataupun harta benda. “Tim SKP BSB sedang melakukan monitoring,” ujar Erick kepada politikindonesia.com, Kamis (19/08).
Melalui perkiraannya yang kesekian kali, tampaknya tingkat akurasi yang disampaikan Didik memiliki akurasi yang tinggi. Walaupun Didik tidak menyebutkan, kapan dan dimana tepatnya gempa itu akan terjadi. Namun, setidaknya perkiraan ini cukup menghantarkan kita untuk berwaspada. Masyarakat di Sumatera dan Jawa perlu lebih berhati-hati bila terjadi gempa di kawasan Xixang, Myanmar dan Kepulauan Andaman- Nicobar. Kawasan disebelah Utara Pulau Sumatera itu merupakan rantai gempa untuk Sumatera dan Jawa.
Selain itu, untuk Kawasan Timur Indonesia, setelah terjadi gempa malam hari pada 18 Agustus 2010 pukul 23.28 WIB di Kawasan Kepulauan Mariana dengan kekuatan 6,1 SR pada kedalaman 43,1 km, Didik memperkirakan, rambatan gempa tersebut bisa mencapai wilayah Sulawesi, Maluku, Irian, Sumba, Flores, dan Nusa Tenggara dalam 1- 5 hari kedepan.



