
Agus Suhartono (Helmi/dok)
Artikel Terkait:
2012-07-12 06:58:41 WIB7 Sifat Baik Air, Filosofi bagi Pemimpin
Politikindonesia - Perwira TNI adalah seorang pemimpin yang harus benar-benar unggul. Filosofi tentang sifat baik air layak menjadi contoh bagi seorang pemimpin. Sifat itu harus dimiliki oleh Perwira TNI untuk dapat diterapkannya saat memimpin.
Filosofi 7 sifat baik air tersebut disampaikan oleh Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, ketika memberikan pembekalan kepada 836 Calon Perwira Remaja (Capaja) TNI dan Polri di Gedung A.H. Nasution Akademi Militer (Akmil) Magelang Jawa tengah, Rabu sore (11/07).
Pertama, ketika dalam keadaan normal, air mempunyai sifat yang tenang. Kata Agus, ini bermakna sebagai pemimpin, tentu akan bertemu banyak masalah, pujian, kritik, caci maki bahkan cemoohan tetapi harus tetap tenang dan sabar serta tawakal untuk mencapai apa yang menjadi tujuan.
Kedua, air akan mengalir ke laut yang merupakan kumpulan air dari seluruh dunia dengan sifat dan karakter yang berbeda-beda. Maknanya, ujar dia, seorang pemimpin harus berpikir universal dan mempunyai wawasan yang luas, tetapi tidak mengorbankan kepribadian dan martabat bangsa yang merdeka dan berdaulat.
Ketiga, air bisa digunakan untuk bercermin. Artinya, pemimpin harus mempunyai sikap dan tindakan yang baik supaya bisa dicontoh oleh bawahannya. Di samping itu, pemimpin juga harus mampu bercermin kepada bawahannya.
Keempat, air mempunyai sifat mengalir ke bawah atau tempat yang lebih rendah. Ini mengandung makna sebagai pemimpin, ia harus selalu memperhatikan bawahannya dan tidak cepat goyah hanya karena memikirkan kemajuan karir semata.
Kelima, air bersifat pemersatu. Maknanya, seorang pemimpin harus dapat menggalang kesatuan dan persatuan komponen yang dipimpinnya.
Keenam, air bersifat suci dan digunakan dalam kepentingan agama. Ini bermakna, sebagai seorang pemimpin harus beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, selalu menjalankan perintah agama dan menjauhi larangannya dan
Terakhir, air juga bersifat sangat lembut, tetapi terkadang bisa menjadi sangat keras menghancurkan apa saja. Ini artinya, seorang pemimpin yang baik harus bisa menjadi pedoman dan bertindak tegas agar berhasil dalam menjalankan kepemimpinannya.
(kap/rin/nis)



