• HOME
  • POLITIK
  • HUKUM
  • NARKOBA
  • WAWANCARA
  • EKONOMI
  • PENDAPAT
  • POLITISIANA
  • NUSANTARA
  • VIDEO
WIB
NEWSFLASH
Search
Bookmark and Share
PENDAPAT
Lokasi gempa di Jawa Tengah sejak 1840 (Helmi/dok)
Artikel Terkait:
  • Gempa Sumatera: Sumbar Digoyang 4,7 SR, Mauritus 5,8 SR
  • Gempa Sumatera: Andaman 5 SR, Bengkulu Digoyang 4,7 SR
  • Gempa Sumatera-Jawa: Xizang 4,7 SR, Tasikmalaya 5,3 SR
  • Gempa Sumatera-Jawa: Andaman 4,9 SR, Selanjutnya ?
  • Gempa Sumatera-Jawa: Ujungkulon 4,9 SR, Sinabang 5,8 SR
2012-04-18 07:58:38 WIB

Menelisik Siklus Gempa Yogya dan Jateng

Politikindonesia - Setelah gempa Aceh tahun 2004 dan gempa Yogyakarta tahun 2006, siklus gempa menjadi sebuah perhatian serius dari para periset gempa. Kalau di patahan Sumatera dan zona subduksinya, terutama segmen Siberut Mentawai adalah tempat yang risetnya paling lengkap sehingga ketemu periodesasi siklusnya.

Disamping segmen Siberut Mentawai di Sumatera, ada pula segmen Lampung - Selat Sunda, Selatan Jawa dan Jawa Tengah. Sejumlah peneliti dengan menggunakan metode paleotsunami, berhasil menemukan siklus gempa di segmen itu. Bahkan para peneliti ini mampu membuktikan sesar darat "Lembang" dan "Cimandiri" memang aktif.

Lantas bagiaman dengan Yogyakarta dan Jawa Tengah? Staf pengajar Geofisika dan Meteorologi, Institut Teknologi Bandung yang juga anggota Tim 9 Revisi Peta Gempa Indonesia, Wahyu Triyoso sejak tahun 2006 mulai mengungkapkan periodesasi gempa Yogyakarta dan dan Jateng ini.

Menurutnya, pola kerusakan gempa 27 Mei 2006 mirip dengan gempa yang terjadi 4 Januari 1840 di Bantul dan Klaten. Gempa ini dicatat dalam buku Sejarah Gempa karya New Comb dan Mc. Com yang terbit 1987.

Doktor dari Institut Riset Gempa, Universitas Tokyo ini menunjukkan,  gempa tersebut ternyata melahirkan gempa susulan. Gempa susulan ini arah dan guncangannya makin luas. Gempa 1840, ujar dia, disusul gempa 20 Januari 1867 yang meninggalkan area kerusakan yang jauh lebih besar.

Gempa berikutnya, 28 Maret 1875, dengan kerusakan yang jauh lebih besar lagi. Ia khawatir gempa di Yogyakarta ini akan memicu sistem gempa yang berdekatan. Saat itu, Wahyu mendesak pemerintah membuat peta sesar aktif yang ada di seantero Jawa dan Sumatera. Di Jawa ada beberapa sesar penting, di antaranya sesar Cimandiri di Pelabuhan Ratu (Sukabumi) dan sesar Lembang di Bandung.

Ada metode pemetaan sesar yang biasa dilakukan Jepang dan Amerika Serikat. Caranya, air disuntikkan ke sesar. Selanjutnya, air akan merembes memenuhi ruang kosong sesar dan memicu gempa minor yang hanya dapat dicatat oleh alat pe-mantau. Wahyu  pernah ikut mengerjakan penyuntikan semacam ini.

Lewat serangkaian penghitungan itu bisa ditentukan posisi sesar dan derajat keaktifannya serta potensi kekuatan gempa ditimbulkan. Jika peta sesar itu sudah ada, pemerintah bisa memberikan peringatan dini potensi gempa."

Wahyu juga secara serius  memetakan perubahan stress static  berdasarkan kombinasi data model fault, katalog gempa bumi dari 1964 - 1999, dan data GPS. Hasilnya Ia dapat  mengidentifikasi kemungkinan adanya Seismic Gap disekitar Off Cost Sumatera Selatan "Bengkulu-Lampung", Area sekitar Selat Sunda dan area di sekitar kejadian gempa 1875 yang sangat merusak kota Jawa.

Wahyu berpendapat, berdasarkan indikasi aktifitas kegempaan akhir-akhir ini, sangat dimungkinkan bahwa ancaman gempa besar dengan ~ Magnitude 8.0 sampai dengan M8.5  di sekitar area diatas. Mitigasi, Warning and Awerness masyarakat disekitar pantai selatan Jawa Barat sampai dengan Bengkulu sangat diharapkan, dikarenakan daerah tersebut merupakan seismic gap yang mana energy strain belum terlepaskan dalam bentuk "gempa bumi".  Tsunami sangat besar kemungkinan terjadi jika kita mengalami gempa dengan diatas magnitude 8.0 SR.
(kap/rin/nis)
 
FOLLOW US
             
POLITISIANA
Index >>

Hutan Gunung Puntang, Rumah Baru Owa Jawa

Kawasan hutan lindung Malabar di Gunung Puntang, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, a...


Tifatul: Fraksi PKS Selewengkan Instruksi Majelis Syuro

Tifatul Sembiring mengkritik sikap koleganya di Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Dewan Perw...

NUSANTARA
Index >>

Warga Riau Diimbau Kurangi Aktivitas di Luar Rumah

Warga di Provinsi Riau diimbau agar mengurangi aktivitas atau kegiatan-kegiatan yang dilakukan di lu...


Ada 148 Titik Api, Suhu Udara di Riau Mulai Ekstreem

Sebanyak 148 titik panas (hotspot) sebagai indikasi terjadi kebakaran hutan dan lahan terdeteksi ber...
JAJAK PENDAPAT
Inikah Presiden RI 2014 - 2019 Pilihan Anda?
1.Aburizal Bakrie
2.Prabowo Subianto
3.Endriarto Sutarto
4.Dahlan Iskan
5.Gita Wirjawan
6.Sri Mulyani Indrawati



Hasil jajak pendapat


HOME | POLITIK | HUKUM | NARKOBA | WAWANCARA | EKONOMI | PENDAPAT | POLITISIANA | NUSANTARA | VIDEO | REDAKSI

Copyright © 2011 PolitikIndonesia.com All rights reserved