
Ahmad Syafii Maarif (Helmi/dok)
Artikel Terkait:
2011-01-11 07:17:40 WIBNegara Tak Boleh Kalah dengan Gayus Tambunan
Politikindonesia - Tidak mau negara kalah dengan Gayus Tambunan, kasus mafia hukum dan pajak itu, harus diusut tuntas. Belum tuntasnya Kasus Gayus dengan segala pernak-perniknya menandakan pemerintah tak berdaya dan aparat hukum tak bernyali menuntaskannya,
Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Syafii Maarif, mengungkapkan hal itu, kepada wartawan, di sela acara peluncuran Gerakan Integritas Nasional (GIN) di Gedung Stovia, Jakarta Pusat, Selasa (11/01).
Buya Syafii menanggapi pernyataan Ketua Komisi III DPR Benny K Harman, yang mengungkap penuturan Kapolri (saat itu) Jenderal Bambang Hendarso Danuri, yang tak kuasa menuntaskan kasus itu. Jadi, ada kekuatan besar yang menyebabkan pengusutan kasus itu tak berjalan mulus.
BHD pernah menuturkan, pengungkapan Kasus Gayus terhambat, karena dikhawatirkan akan mengguncang negara. Jenderal Bambang, menurut Benny tahu ada pengusaha di balik gerilya Gayus Tambunan itu.
Menurut Syafii, kalau polisi tak bisa menuntaskan Kasus Gayus, bisa dipastikan negara telah kalah dengan kekuatan politik. Karena itu, kata dia, dari pada beralasan akan mengguncang negara, polisi lebih baik menyelesaikannya. Jika kasus Gayus tidak dibongkar, negara kalah.
"Kalau tidak bisa melawan, berarti negara kalah. Daripada nanti timbul goncangan lebih besar, lebih baik selesaikan sekarang. Tetapi, mereka punya nyali tidak," kata Syafii.
Sampai di sini Syafii berkesimpulan, ada beking besar yang diduga menutupi Kasus Gayus, sehinga aparat keamanan tak berani membongkarnya. Ia menyesalkan pemerintah dan aparat kepolisian, yang tak berani berterus terang, sehingga terkesan menutupi kasus itu.
'Kalau itu terus terjadi, tidak ada harapan bagi perbaikan bangsa ini," papar Syafii Maarif.
(nam/rin/ts) Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Syafii Maarif, mengungkapkan hal itu, kepada wartawan, di sela acara peluncuran Gerakan Integritas Nasional (GIN) di Gedung Stovia, Jakarta Pusat, Selasa (11/01).
Buya Syafii menanggapi pernyataan Ketua Komisi III DPR Benny K Harman, yang mengungkap penuturan Kapolri (saat itu) Jenderal Bambang Hendarso Danuri, yang tak kuasa menuntaskan kasus itu. Jadi, ada kekuatan besar yang menyebabkan pengusutan kasus itu tak berjalan mulus.
BHD pernah menuturkan, pengungkapan Kasus Gayus terhambat, karena dikhawatirkan akan mengguncang negara. Jenderal Bambang, menurut Benny tahu ada pengusaha di balik gerilya Gayus Tambunan itu.
Menurut Syafii, kalau polisi tak bisa menuntaskan Kasus Gayus, bisa dipastikan negara telah kalah dengan kekuatan politik. Karena itu, kata dia, dari pada beralasan akan mengguncang negara, polisi lebih baik menyelesaikannya. Jika kasus Gayus tidak dibongkar, negara kalah.
"Kalau tidak bisa melawan, berarti negara kalah. Daripada nanti timbul goncangan lebih besar, lebih baik selesaikan sekarang. Tetapi, mereka punya nyali tidak," kata Syafii.
Sampai di sini Syafii berkesimpulan, ada beking besar yang diduga menutupi Kasus Gayus, sehinga aparat keamanan tak berani membongkarnya. Ia menyesalkan pemerintah dan aparat kepolisian, yang tak berani berterus terang, sehingga terkesan menutupi kasus itu.
'Kalau itu terus terjadi, tidak ada harapan bagi perbaikan bangsa ini," papar Syafii Maarif.



