• HOME
  • POLITIK
  • HUKUM
  • NARKOBA
  • WAWANCARA
  • EKONOMI
  • PENDAPAT
  • POLITISIANA
  • NUSANTARA
  • VIDEO
WIB
NEWSFLASH
Search
Bookmark and Share
PENDAPAT
Ahmad Syafii Maarif (Helmi/dok)
Artikel Terkait:
  • Tak Serupiahpun Baju Saya Dari Uang Negara
  • Tak Perlu KE, Berdayakan BUMNIS Untuk Alutsista
  • Tak Ada Lagi Data Militer Yang Tergolong Rahasia
  • Dengan Bersatu, Aksi Teror Bisa Dikalahkan
  • Tak Semua Masalah Hukum Berakhir Di Penjara
2011-01-11 07:17:40 WIB

Negara Tak Boleh Kalah dengan Gayus Tambunan

Politikindonesia - Tidak mau negara kalah dengan Gayus Tambunan, kasus mafia hukum dan pajak itu, harus diusut tuntas. Belum tuntasnya Kasus Gayus dengan segala pernak-perniknya menandakan pemerintah tak berdaya dan aparat hukum tak bernyali  menuntaskannya,

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Syafii Maarif, mengungkapkan hal itu, kepada wartawan,  di sela acara peluncuran Gerakan Integritas Nasional (GIN) di Gedung Stovia, Jakarta Pusat, Selasa (11/01).

Buya Syafii menanggapi pernyataan Ketua Komisi III DPR Benny K Harman, yang  mengungkap penuturan Kapolri (saat itu) Jenderal Bambang Hendarso Danuri, yang tak kuasa menuntaskan kasus itu. Jadi, ada kekuatan besar yang menyebabkan pengusutan kasus itu tak berjalan mulus.

BHD pernah menuturkan, pengungkapan Kasus Gayus terhambat, karena dikhawatirkan akan mengguncang negara. Jenderal Bambang, menurut Benny tahu ada pengusaha di balik gerilya Gayus Tambunan itu.

Menurut Syafii, kalau polisi tak bisa menuntaskan Kasus Gayus, bisa dipastikan negara telah kalah dengan kekuatan politik. Karena itu, kata dia, dari pada beralasan akan mengguncang negara, polisi lebih baik menyelesaikannya. Jika kasus Gayus tidak dibongkar, negara kalah.

"Kalau tidak bisa melawan, berarti negara kalah. Daripada nanti timbul goncangan lebih besar, lebih baik selesaikan sekarang. Tetapi, mereka punya nyali tidak," kata Syafii.

Sampai di sini Syafii berkesimpulan, ada beking besar yang diduga menutupi Kasus Gayus, sehinga aparat  keamanan tak berani membongkarnya. Ia menyesalkan pemerintah dan aparat kepolisian, yang tak berani berterus terang, sehingga terkesan menutupi kasus itu.

'Kalau itu terus terjadi, tidak ada harapan bagi perbaikan bangsa ini," papar Syafii Maarif.
(nam/rin/ts)
 
FOLLOW US
             
POLITISIANA
Index >>

Stop Berdebat, Ayo Beri Kontribusi Bagi Riset Gunung Padang

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta semua pihak terkait untuk tidak mengulang lagi mempe...


Bangunan di Bawah Gunung Padang Telah Terbukti

Hipotesa yang disampaikan Tim Terpadu Riset Mandiri tentang adanya bangunan di bawah situs megalitik...

NUSANTARA
Index >>

Waspadai Gelombang Tinggi di Selat Sunda

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan peringatan dini terkait potensinya m...


Pilgub NTT: Hari Ini Putaran Ke-2 Digelar

Hari ini, Kamis (23/05) berlangsung putaran kedua pemilihan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT). Seju...
JAJAK PENDAPAT
Inikah Presiden RI 2014 - 2019 Pilihan Anda?
1.Aburizal Bakrie
2.Prabowo Subianto
3.Endriarto Sutarto
4.Dahlan Iskan
5.Gita Wirjawan
6.Sri Mulyani Indrawati



Hasil jajak pendapat


HOME | POLITIK | HUKUM | NARKOBA | WAWANCARA | EKONOMI | PENDAPAT | POLITISIANA | NUSANTARA | VIDEO | REDAKSI

Copyright © 2011 PolitikIndonesia.com All rights reserved