
Gelombang tinggi (Helmi/dok)
Artikel Terkait:
2010-07-16 04:01:08 WIBGelombang Laut NTT Capai 5 Meter
Politikindonesia - Tingginya gelombang di wilayah perairan Nusa Tenggara Timur saat ini mencapai antara 4-5 meter dengan kecepatan angin pada kisaran antara 20-45 km/jam. Karena sangat berbahaya bagi aktivitas pelayaran, maka diimbau agar semua armada pelayaran yang beroperasi di wilayah perairan NTT supaya lebih berhati-hati.
Peringatan itu disampaikan Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi El Tari Kupang, Agus Tjatur Iswahyuanto di Kupang, Jumat (16/07).
Tingginya gelombang laut tersebut menurutnya dipicu gerakan angin kencang yang datang dari Selatan Australia menuju daerah dataran rendah NTT, termasuk di antaranya Timor Leste dan wilayah sekitar Laut Arafura.
Agus juga mengingatkan wilayah Selatan NTT seperti Pulau Rote dan Sabu Raijua serta Sumba juga dilanda gelombang besar sehingga sangat berbahaya bagi armada pelayaran feri untuk melintas di wilayah perairan tersebut.
Menanggapi hal itu, Manajer Operasi PT Ferry Indonesia Cabang Kupang Arnold Yansen mengatakan pihaknya sudah mengambil keputusan untuk membatalkan pelayaran kapal feri dari Kupang menuju Pulau Rote dan Ende serta Waingapu, karena keadaan gelombang laut yang tidak bersahabat.
"Sebuah kapal feri sudah siap berlayar menuju pelabuhan Pantai Baru di Pulau Rote pada Jumat pagi, namun kami membatalkannya setelah menerima laporan dari Stasiun Meteorologi El Tari Kupang soal buruknya cuaca di wilayah perairan selatan menuju Pulau Rote," katanya.
Ia menambahkan pihaknya juga membatalkan pelayaran feri tujuan Ende dan Waingapu pada Jumat, karena tinggi gelombang di wilayah perairan sekitar Laut Sawu yang menjadi lalu lintas utama lintas penyeberangan di NTT, berkisar antara 3-4 meter.
Agus memprediksi cuaca buruk itu kemungkinan besar berlangsung hingga dua atau tiga hari ke depan. Prediksi itu didasarkan pada pantauan satelit dan radar cuaca serta analisa cuaca.
(sa/yk) Peringatan itu disampaikan Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi El Tari Kupang, Agus Tjatur Iswahyuanto di Kupang, Jumat (16/07).
Tingginya gelombang laut tersebut menurutnya dipicu gerakan angin kencang yang datang dari Selatan Australia menuju daerah dataran rendah NTT, termasuk di antaranya Timor Leste dan wilayah sekitar Laut Arafura.
Agus juga mengingatkan wilayah Selatan NTT seperti Pulau Rote dan Sabu Raijua serta Sumba juga dilanda gelombang besar sehingga sangat berbahaya bagi armada pelayaran feri untuk melintas di wilayah perairan tersebut.
Menanggapi hal itu, Manajer Operasi PT Ferry Indonesia Cabang Kupang Arnold Yansen mengatakan pihaknya sudah mengambil keputusan untuk membatalkan pelayaran kapal feri dari Kupang menuju Pulau Rote dan Ende serta Waingapu, karena keadaan gelombang laut yang tidak bersahabat.
"Sebuah kapal feri sudah siap berlayar menuju pelabuhan Pantai Baru di Pulau Rote pada Jumat pagi, namun kami membatalkannya setelah menerima laporan dari Stasiun Meteorologi El Tari Kupang soal buruknya cuaca di wilayah perairan selatan menuju Pulau Rote," katanya.
Ia menambahkan pihaknya juga membatalkan pelayaran feri tujuan Ende dan Waingapu pada Jumat, karena tinggi gelombang di wilayah perairan sekitar Laut Sawu yang menjadi lalu lintas utama lintas penyeberangan di NTT, berkisar antara 3-4 meter.
Agus memprediksi cuaca buruk itu kemungkinan besar berlangsung hingga dua atau tiga hari ke depan. Prediksi itu didasarkan pada pantauan satelit dan radar cuaca serta analisa cuaca.



