
Gempa di Ternate (Helmi/dok)
Artikel Terkait:
2010-07-12 11:57:48 WIBDua Gempa Bumi Guncang Kawasan Timur Indonesia
Politikindonesia - Hari ini, Senin 12 Juli 2010, dua gempa bumi melanda kawasan Timur Indonesia. Pukul 14.07 WIB, gempa berkekuatan 5,3 Skala Richter (SR) dengan kedalaman 10 kilomter mengguncang wilayah Ternate, Maluku Utara. Kemudian, pukul 15.38 WIB, gempa dengan kekuatan 5,1 SR dengan kedalaman 58 kilometer mengguncang Raba, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Berdasarkan data yang diperoleh di laman Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika menyebutkan pusat gempa berada di 253 km Timur Laut Ternate. Sementara di NTB berada pada 63 km Tenggara Raba.
Dari kedua gempa tersebut, hingga kini belum ada laporan lebih lanjut mengenai situasi dan masyarakat di Ternate dan Raba terkait goncangan gempa itu.
Aktifitas Gunung Ibu
Dari pemantauan aktifitas gunung api yang dilakukan, beberapa data menarik bisa disebutkan. Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, berdasarkan analisis hasil pemantauan kegempaan dan visual oleh PVMBG sejak Selasa (21/04) pukul 16.00 WIB, hingga Senin (05/07) pukul 06.00 WIT status kegiatan Gunung Ibu masih tetap dalam keadaan ”Siaga”.
Pemantauan intensif oleh PVMBG terus dilakukan guna mengevaluasi kegiatan Gunung Ibu dan tetap berkoordinasi dengan Pemerintahan Daerah (BPBD) setempat. Dari situ direkomendasikan, masyarakat di sekitar Gunung Ibu diharap tenang, tidak perlu ada pengungsian. Masyarakt juga diminta tidak terpancing isu-isu tentang letusan Gunung Ibu. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi selalu berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat tentang aktivitas gunung tersebut. Masyarakat agar selalu mengikuti arahan dari BPBD Provinsi Maluku Utara dan BPBD Kabupaten Halmahera Barat.
Masyarakat di sekitar dan pengunjung atau wisatawan diharapkan tidak mendaki dan mendekati Gunung Ibu dalam radius 2 km dari kawah Gunung Ibu. Hujan abu vulkanik yang terjadi di sekitar Gunung Ibu. Jika terjadi hujan abu cukup deras, kepada masyarakat agar menggunakan masker penutup hidung dan mulut, karena abu vulkanik yang terhirup dapat mengganggu saluran pernafasan. Abu vulkanik juga dapat merusak lahan tanaman, namun dalam waktu 1 tahun sampai 2 tahun ke depan dapat menyuburkan lahan yang baik untuk pertanian.
Gelombang Tiga Meter
Potensi gelombang 3 meter diprakirakan akan terjadi di perairan Barat Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat (Sumbar), Selasa lalu, pukul 07.00 WIB. Demikian data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Padang, Senin (12/07).
Analis BMKG Padang, Rendi Irawady mengatakan, potensi gelombang 3 meter tersebut patut diwaspadai nelayan dan pelaku pelayaran saat beraktivitas karena berbahaya terhadap perahu dan kapal mesin. Menurutnya, ketinggian gelombang di perairan pesisir pantai Sumbar itu juga berpotensi dalam waktu yang sama di atas batas normal atau 1,25-2,0 meter.
"Justru itu nelayan tradisional saat melaut untuk lebih waspada," katanya.
BMKG juga menginformasikan, cuaca untuk wilayah pesisir pantai barat Sumbar umumnya cerah berawan pada pagi dan siang, serta berpotensi hujan ringan pada sore dan malam hari. Angin bertiup dari tenggara hingga selatan dengan kecepatan 05-22 kilometer per jam.
Diperkirakan, cuaca Sumbar umumnya berawan pada pagi hari hingga siang hari dan berpotensi hujan ringan pada sore hingga malam dan dini hari. Angin bertiup dari arah tenggara sampai barat daya dengan kecepatan 05-24 kilometer. Temperatur udara berkisar 23-32 derjat Celcius dan kelembaban udara antara 58-92 persen.
Seluruh kabupaten dan kota di Sumbar diprakirakan diguyur hujan dengan intensitas ringan. Hujan akan terjadi di Kota Padang, Padang Panjang, dan Kota Bukittinggi. Di Kabupaten Pesisir Selatan, Padang Pariaman, Agam, Tanah Datar, Solok, Solok Selatan, Pasaman, dan Pasaman Barat, serta Limapuluh Kota, Dharmasraya, dan Sijunjung berpeluang berawan pada siang hingga malam hari.
(mun/na) Berdasarkan data yang diperoleh di laman Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika menyebutkan pusat gempa berada di 253 km Timur Laut Ternate. Sementara di NTB berada pada 63 km Tenggara Raba.
Dari kedua gempa tersebut, hingga kini belum ada laporan lebih lanjut mengenai situasi dan masyarakat di Ternate dan Raba terkait goncangan gempa itu.
Aktifitas Gunung Ibu
Dari pemantauan aktifitas gunung api yang dilakukan, beberapa data menarik bisa disebutkan. Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, berdasarkan analisis hasil pemantauan kegempaan dan visual oleh PVMBG sejak Selasa (21/04) pukul 16.00 WIB, hingga Senin (05/07) pukul 06.00 WIT status kegiatan Gunung Ibu masih tetap dalam keadaan ”Siaga”.
Pemantauan intensif oleh PVMBG terus dilakukan guna mengevaluasi kegiatan Gunung Ibu dan tetap berkoordinasi dengan Pemerintahan Daerah (BPBD) setempat. Dari situ direkomendasikan, masyarakat di sekitar Gunung Ibu diharap tenang, tidak perlu ada pengungsian. Masyarakt juga diminta tidak terpancing isu-isu tentang letusan Gunung Ibu. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi selalu berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat tentang aktivitas gunung tersebut. Masyarakat agar selalu mengikuti arahan dari BPBD Provinsi Maluku Utara dan BPBD Kabupaten Halmahera Barat.
Masyarakat di sekitar dan pengunjung atau wisatawan diharapkan tidak mendaki dan mendekati Gunung Ibu dalam radius 2 km dari kawah Gunung Ibu. Hujan abu vulkanik yang terjadi di sekitar Gunung Ibu. Jika terjadi hujan abu cukup deras, kepada masyarakat agar menggunakan masker penutup hidung dan mulut, karena abu vulkanik yang terhirup dapat mengganggu saluran pernafasan. Abu vulkanik juga dapat merusak lahan tanaman, namun dalam waktu 1 tahun sampai 2 tahun ke depan dapat menyuburkan lahan yang baik untuk pertanian.
Gelombang Tiga Meter
Potensi gelombang 3 meter diprakirakan akan terjadi di perairan Barat Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat (Sumbar), Selasa lalu, pukul 07.00 WIB. Demikian data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Padang, Senin (12/07).
Analis BMKG Padang, Rendi Irawady mengatakan, potensi gelombang 3 meter tersebut patut diwaspadai nelayan dan pelaku pelayaran saat beraktivitas karena berbahaya terhadap perahu dan kapal mesin. Menurutnya, ketinggian gelombang di perairan pesisir pantai Sumbar itu juga berpotensi dalam waktu yang sama di atas batas normal atau 1,25-2,0 meter.
"Justru itu nelayan tradisional saat melaut untuk lebih waspada," katanya.
BMKG juga menginformasikan, cuaca untuk wilayah pesisir pantai barat Sumbar umumnya cerah berawan pada pagi dan siang, serta berpotensi hujan ringan pada sore dan malam hari. Angin bertiup dari tenggara hingga selatan dengan kecepatan 05-22 kilometer per jam.
Diperkirakan, cuaca Sumbar umumnya berawan pada pagi hari hingga siang hari dan berpotensi hujan ringan pada sore hingga malam dan dini hari. Angin bertiup dari arah tenggara sampai barat daya dengan kecepatan 05-24 kilometer. Temperatur udara berkisar 23-32 derjat Celcius dan kelembaban udara antara 58-92 persen.
Seluruh kabupaten dan kota di Sumbar diprakirakan diguyur hujan dengan intensitas ringan. Hujan akan terjadi di Kota Padang, Padang Panjang, dan Kota Bukittinggi. Di Kabupaten Pesisir Selatan, Padang Pariaman, Agam, Tanah Datar, Solok, Solok Selatan, Pasaman, dan Pasaman Barat, serta Limapuluh Kota, Dharmasraya, dan Sijunjung berpeluang berawan pada siang hingga malam hari.



