
Ilustrasi persawahan (Helmi/dok)
Artikel Terkait:
2012-08-02 05:07:51 WIBSwasembada Beras, Pemkab Lebak Alokasikan Rp30 Miliar
Politikindonesia - Pemerintah Kabupaten Lebak, Banten, mengalokasikan dana sebesar Rp30 miliar untuk program ketahanan pangan guna mendukung swasembada beras dan meningkatkan pendapatan ekonomian petani.
"Kami menargetkan Lebak menjadi sentra lumbung pangan nasional," kata Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Lebak Asep Aeda di Rangkasbitung, Kamis (02/08).
Menurut Asep, belum lama ini, Lebak berhasil meraih penghargaan peningkatan produksi beras nasional (P2BN) dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Penghargaan tersebut didapat atas prestasi Lebak empat kali berturut-turut surplus beras dan memberikan kontribusi bagi stok beras nasional.
“Produktivitas pangan di Kabupaten Lebak setiap tahun meningkat rata-rata 5% per hektare. Dengan naik produktivitas pangan lima persen per hektare, Lebak meraih penghargaan dari Presiden di bidang ketahanan pangan itu," ujar Asep.
Asep menjelaskan, dana ketahanan pangan sebesar Rp30 miliar tersebut untuk memperbaiki sarana dan prasarana pertanian. Seperti saluran irigasi, infrastuktur akses jalan petani, bantuan traktor, pompanisasi, benih, pupuk, dan permodalan. Selain itu, juga pelatihan peningkatan sumber daya manusia (SDM) petani dan penerapan teknologi.
"Saya yakin program ketahanan pangan ini selain dapat mendongkrak produksi pangan juga bisa meningkatkan perekonomian masyarakat petani," pungkas Asep.
(ar/rin/wan) "Kami menargetkan Lebak menjadi sentra lumbung pangan nasional," kata Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Lebak Asep Aeda di Rangkasbitung, Kamis (02/08).
Menurut Asep, belum lama ini, Lebak berhasil meraih penghargaan peningkatan produksi beras nasional (P2BN) dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Penghargaan tersebut didapat atas prestasi Lebak empat kali berturut-turut surplus beras dan memberikan kontribusi bagi stok beras nasional.
“Produktivitas pangan di Kabupaten Lebak setiap tahun meningkat rata-rata 5% per hektare. Dengan naik produktivitas pangan lima persen per hektare, Lebak meraih penghargaan dari Presiden di bidang ketahanan pangan itu," ujar Asep.
Asep menjelaskan, dana ketahanan pangan sebesar Rp30 miliar tersebut untuk memperbaiki sarana dan prasarana pertanian. Seperti saluran irigasi, infrastuktur akses jalan petani, bantuan traktor, pompanisasi, benih, pupuk, dan permodalan. Selain itu, juga pelatihan peningkatan sumber daya manusia (SDM) petani dan penerapan teknologi.
"Saya yakin program ketahanan pangan ini selain dapat mendongkrak produksi pangan juga bisa meningkatkan perekonomian masyarakat petani," pungkas Asep.



