
Demo penerimaan siswa baru di Depok, Jabar (Helmi/dok)
Artikel Terkait:
2012-07-18 08:49:10 WIBWarga Depok Protes Penerimaan Siswa Jalur Jemkesda
Politikindonesia - Kebijakan pemerintah kota Depok Jawa Barat, yang menghapus program penerimaan siswa baru melalui jalur bina lingkungan dan menggantinya dengan jalur Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) mendapat protes. Puluhan orang tua dan murid menggelar unjukrasa di Kantor Walikota Depok, Rabu siang (18/07).
Para pengunjuk rasa yang tergabung dalam Koalisi Peduli Pendidikan Kota Depok ini, membentangkan sejumlah spanduk yang bertuliskan “Hapuskan Diskriminasi Pendidikan untuk Setiap Warga Negara", "Selamatkan Program Wajib Belajar 12 Tahun", dan lain-lain.
Pengunjuk rasa tersebut merupakan perwakilan calon siswa SMA yang tidak diterima di SMA Negeri melalui jalur Bina Lingkungan. “Penerimaan siswa jalur Bina Lingkungan dihapus berdasar Peraturan Wali Kota Depok Nomor 19 tahun 2012. Kami akan menggugatnya," ujar Urip Santoso, Koordinator Lembaga Peduli Pendidikan Kota Depok.
Kata Urip, Walikota malah menerbitkan peraturan penerimaan jalur Jamkesda. “Jamkesda ini adalah untuk pelayanan kesehatan, bukan pendidikan," tandas Urip.
Sementara itu, Erni (15), lulusan SMPN 11, Sukatani, Tapos, Kota Depok dengan NEM 32,85 mengaku tidak diterima di SMAN 4 berlokasi di dekat rumah, RW 7, Sidomukti, Cimanggis, Kota Depok. “Meski diterima di Jakarta Selatan, saya ingin sekolah dekat rumah saja,” ujar dia.
(zel/rin/kap) Para pengunjuk rasa yang tergabung dalam Koalisi Peduli Pendidikan Kota Depok ini, membentangkan sejumlah spanduk yang bertuliskan “Hapuskan Diskriminasi Pendidikan untuk Setiap Warga Negara", "Selamatkan Program Wajib Belajar 12 Tahun", dan lain-lain.
Pengunjuk rasa tersebut merupakan perwakilan calon siswa SMA yang tidak diterima di SMA Negeri melalui jalur Bina Lingkungan. “Penerimaan siswa jalur Bina Lingkungan dihapus berdasar Peraturan Wali Kota Depok Nomor 19 tahun 2012. Kami akan menggugatnya," ujar Urip Santoso, Koordinator Lembaga Peduli Pendidikan Kota Depok.
Kata Urip, Walikota malah menerbitkan peraturan penerimaan jalur Jamkesda. “Jamkesda ini adalah untuk pelayanan kesehatan, bukan pendidikan," tandas Urip.
Sementara itu, Erni (15), lulusan SMPN 11, Sukatani, Tapos, Kota Depok dengan NEM 32,85 mengaku tidak diterima di SMAN 4 berlokasi di dekat rumah, RW 7, Sidomukti, Cimanggis, Kota Depok. “Meski diterima di Jakarta Selatan, saya ingin sekolah dekat rumah saja,” ujar dia.



