
Ilustrasi desa tertinggal (Helmi/dok)
Artikel Terkait:
2012-06-11 02:50:02 WIB49 dari 340 Desa di Lebak Banten Masih Tertinggal
Politikindonesia - Sebanyak 49 dari 340 desa di Kabupaten Lebak, Banten, hingga kini masih dikategorikan tertinggal karena infrastuktur di desa ini relatif buruk. Penuntasan pembangunan desa tertinggal tersebut dibiayai oleh anggaran pemerintah daerah dan pemerintah pusat.
"Kami menargetkan 2013 bisa dituntaskan pembangunan desa tertinggal itu," kata Bupati Lebak Mulyadi Jayabaya saat menghadiri Milad Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ke-14 di Rangkasbitung, Minggu (10/06).
Menurut Mulyadi, pembangunan desa tersebut terpenuhi lima bidang, yakni bidang infrastuktur jalan, kesehatan, pendidikan, air bersih dan listrik masuk desa. "Jika kelima bidang itu sudah dipenuhi prasarananya maka tidak disebut kategori desa tertinggal lagi."
Mulyadi mengatakan, pada tahun 2008 Kabupaten Lebak memiliki desa tertinggal sebanyak 190 desa, bahkan petani sulit menjual hasil pertanian ke luar daerah akibat buruknya infrastruktur tersebut. Namun sekarang, kegiatan ekonomi masyarakat menggeliat selama 24 jam. Hal ini karena kondisi jalan mulus dan bisa dilintasi berbagai angkutan.
Sementara, Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Lebak Asep Aeda mengatakan, pemerintah daerah terus melaksanakan berbagai program pembangunan untuk mengejar ketertinggalan itu, di antaranya menuntaskan desa terisolir.
Untuk itu, kata Asep, Pemerintah Kabupaten Lebak mengalokasikan dana pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan sebesar Rp146 miliar bersumber dari APBD 2012. Jumlah ini meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2011) yang hanya Rp83 miliar.
Masyarakat Kecamatan Cibadak Kabupaten Lebak bersyukur setelah desanya dibangun infrastruktur jalan, pos kesehatan, air bersih dan penerangan listrik. "Saat ini kegiatan ekonomi warga selama 24 jam karena kondisi jalan sudah mulus dan bisa dilalui berbagai jenis kendaraan," kata Rohim, warga Desa Malabar Kecamatan Cibadak.



