
Ilustrasi (Helmi/dok)
Artikel Terkait:
2012-05-09 04:04:20 WIBBMKG: Hujan Minimalisir Hotspot di Riau
Politikindonesia - Hujan yang melanda sebagian besar wilayah Riau berhasil meminimalisir titik api (hotspot) yang sempat bermunculan beberapa hari lalu. Hal ini diketahui dari hasil monitoring satelit NOAA 18, titik api yang tadinya berjumlah enam dan sekarang telah berkurang jadi tinggal dua titik.
“Padahal sebelumnya, pertumbuhan titik api sempat mencapai enam titik tersebar di sebanyak lima wilayah kabupaten. Sementara untuk saat ini hanya tinggal dua. Masing-masing yakni satu titik di Kabupaten Rokan Hilir dan satu titik lagi berlokasi di Kampar,” kata analis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Marzuki, di Pekanbaru, Rabu (09/05).
Menurut Marzuki, berkurangnya jumlah titik api di Riau disebabkan hujan yang melanda Riau pada Selasa (08/05) lalu cukup merata. Meski intensitasnya masih di antara ringan hingga sedang. Pertumbuhan titik api bisa terus ditekan apabila hujan terus membayangi sebagain besar wilayah Riau di siang hingga sore hari.
Untuk prakiraan cuaca hari ini, sebanyak sembilan wilayah kabupaten/kota erpotensi dilanda hujan ringan-sedang. Yakni meliputi wilayah Kabupaten Bengkalis, Siak, Kampar, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Kuantansingingi dan Meranti serta Kota Dumai dan Ibukota Provinsi Riau, Pekanbaru.
Marzuki mengatakan, sebagian wilayah ini berpotensi hujan pada pagi, siang dan sore hari. Namun, beberapa diantaranya berpotensi hujan malam hingga dini hari.
Selanjutnya, pada Mei 2012 ini, diprakirakan jumlah distribusi hujan di Riau cukup tinggi terjadi mengingat telah masuknya musim transisi periode kedua. Konsentrasi peluang hujan terbesar, berpotensi terjadi di sebagian wilayah Provinsi Riau bagian Barat, Tengah dan Selatan.
“Hal ini terjadi karena pergerakan massa udara yang dominan berasal dari arah Barat bersifat masih cukup basah. Sehingga cukup banyak membawa uap air,” kata Marzuki.
Marzuki menjelaskan, kondisi ini akan dapat menekan pertumbuhan titik api di Riau. Namun diperkirakan hanya akan bertahan hingga pertengahan Mei 2012 saja. Karena setelah itu, Riau akan kembali rawan kemunculan hotspot mengingat musim yang telah berganti kemarau.
(zel/rin/wan) “Padahal sebelumnya, pertumbuhan titik api sempat mencapai enam titik tersebar di sebanyak lima wilayah kabupaten. Sementara untuk saat ini hanya tinggal dua. Masing-masing yakni satu titik di Kabupaten Rokan Hilir dan satu titik lagi berlokasi di Kampar,” kata analis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Marzuki, di Pekanbaru, Rabu (09/05).
Menurut Marzuki, berkurangnya jumlah titik api di Riau disebabkan hujan yang melanda Riau pada Selasa (08/05) lalu cukup merata. Meski intensitasnya masih di antara ringan hingga sedang. Pertumbuhan titik api bisa terus ditekan apabila hujan terus membayangi sebagain besar wilayah Riau di siang hingga sore hari.
Untuk prakiraan cuaca hari ini, sebanyak sembilan wilayah kabupaten/kota erpotensi dilanda hujan ringan-sedang. Yakni meliputi wilayah Kabupaten Bengkalis, Siak, Kampar, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Kuantansingingi dan Meranti serta Kota Dumai dan Ibukota Provinsi Riau, Pekanbaru.
Marzuki mengatakan, sebagian wilayah ini berpotensi hujan pada pagi, siang dan sore hari. Namun, beberapa diantaranya berpotensi hujan malam hingga dini hari.
Selanjutnya, pada Mei 2012 ini, diprakirakan jumlah distribusi hujan di Riau cukup tinggi terjadi mengingat telah masuknya musim transisi periode kedua. Konsentrasi peluang hujan terbesar, berpotensi terjadi di sebagian wilayah Provinsi Riau bagian Barat, Tengah dan Selatan.
“Hal ini terjadi karena pergerakan massa udara yang dominan berasal dari arah Barat bersifat masih cukup basah. Sehingga cukup banyak membawa uap air,” kata Marzuki.
Marzuki menjelaskan, kondisi ini akan dapat menekan pertumbuhan titik api di Riau. Namun diperkirakan hanya akan bertahan hingga pertengahan Mei 2012 saja. Karena setelah itu, Riau akan kembali rawan kemunculan hotspot mengingat musim yang telah berganti kemarau.



