
Pembangunan Terminal Jatijajar (Helmi/dok)
2012-05-04 05:09:17 WIBPembangunan Terminal Baru Depok Ditarget Selesai 2013
Politikindonesia - Pembangunan Terminal Jatijajar, Kecamatan Tapos, Depok mulai berjalan. Proyek ini diawali dengan pembuatan kantor terminal. Terminal ini dibangun guna mengurangi kemacetan di Jalan Margonda.
Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Depok Nasrun ZA mengatakan, Dishub menargetkan pembangunan terminal tipe A itu selesai dalam waktu 4 bulan. Sehingga pada 2013 sudah dapat dioperasikan.
“Pembangunan menelan biaya sekitar Rp70 miliar. aat ini biaya yang terpakai mencapai Rp50 Miliar. Dana tersebut digunakan untuk pembebasan lahan dan pembangunan kantor terminal," kata Nasrun Jumat (04/05).
Nasrun menjelaskan, pembangunan terminal merupakan kerjasama Pemerintah Kota Depok, Provinsi Jawa Barat dan Kementerian Perhubungan. Sedangkan tanggung jawab proyek ada di tangan Kementerian Perhubungan.
Menurut Nasrun, Pemkot Depok baru menggelontorkan dana Rp8 miliar dari APBD yang digunakan untuk pembangunan jembatan Rp5 miliar, dan Rp2,5 miliar untuk pematangan lahan. Pemkot Depok masih punya banyak pekerjaan yang tertunda. Termasuk akses untuk bus yang melintas di Tol Cinere-Jagorawi (Cijago).
“Terminal Jatijajar berdiri di lahan seluas 10,2 hektar dengan konsep jalur one in-one out dan terhubung dengan akses Tol Cijago. Ribuan kendaraan mampu tertampung di terminal itu,” jelas Nasrun.
Sementara, Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok Dindin Djaenudin mengatakan, nantinya bus luar kota tak perlu melintasi jalur dalam kota untuk ke terminal. Terminal juga akan dilengkapi dengan fasilitas perdagangan dan usaha.
“Area ini meniru konsep Terminal Blok M dan Kampung Rambutan dengan penempatan pusat bisnis dan angkutan umum sehingga tidak terkesan semrawut,” kata Dindin.
Jika Terminal Jatijajar telah beroperasi, ujar Dindin, tidak berarti Terminal Depok akan dihentikan operasionalnya. Nantinya fungsi Terminal Depok ditujukan untuk penyambung moda transportasi lain seperti KRL.
"Jadi pengguna jasa angkutan umum bisa lebih nyaman. Saat ini kondisi Terminal Depok sudah sangat tidak layak," kata Dindin.
(zel/rin/wan) Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Depok Nasrun ZA mengatakan, Dishub menargetkan pembangunan terminal tipe A itu selesai dalam waktu 4 bulan. Sehingga pada 2013 sudah dapat dioperasikan.
“Pembangunan menelan biaya sekitar Rp70 miliar. aat ini biaya yang terpakai mencapai Rp50 Miliar. Dana tersebut digunakan untuk pembebasan lahan dan pembangunan kantor terminal," kata Nasrun Jumat (04/05).
Nasrun menjelaskan, pembangunan terminal merupakan kerjasama Pemerintah Kota Depok, Provinsi Jawa Barat dan Kementerian Perhubungan. Sedangkan tanggung jawab proyek ada di tangan Kementerian Perhubungan.
Menurut Nasrun, Pemkot Depok baru menggelontorkan dana Rp8 miliar dari APBD yang digunakan untuk pembangunan jembatan Rp5 miliar, dan Rp2,5 miliar untuk pematangan lahan. Pemkot Depok masih punya banyak pekerjaan yang tertunda. Termasuk akses untuk bus yang melintas di Tol Cinere-Jagorawi (Cijago).
“Terminal Jatijajar berdiri di lahan seluas 10,2 hektar dengan konsep jalur one in-one out dan terhubung dengan akses Tol Cijago. Ribuan kendaraan mampu tertampung di terminal itu,” jelas Nasrun.
Sementara, Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok Dindin Djaenudin mengatakan, nantinya bus luar kota tak perlu melintasi jalur dalam kota untuk ke terminal. Terminal juga akan dilengkapi dengan fasilitas perdagangan dan usaha.
“Area ini meniru konsep Terminal Blok M dan Kampung Rambutan dengan penempatan pusat bisnis dan angkutan umum sehingga tidak terkesan semrawut,” kata Dindin.
Jika Terminal Jatijajar telah beroperasi, ujar Dindin, tidak berarti Terminal Depok akan dihentikan operasionalnya. Nantinya fungsi Terminal Depok ditujukan untuk penyambung moda transportasi lain seperti KRL.
"Jadi pengguna jasa angkutan umum bisa lebih nyaman. Saat ini kondisi Terminal Depok sudah sangat tidak layak," kata Dindin.



