
Warga Desa Banjar Asri Demo Tolak Pengeboran Lapindo (Helmi/dok)
Artikel Terkait:
2012-05-02 06:15:21 WIB100 Warga Desa Banjar Asri Demo Tolak Pengeboran Lapindo
Politikindonesia - Trauma dengan kasus semburan lumpur di Lapindo di Porong, kali ini sedikitnya100 warga Desa Banjar Asri Kecamatan Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur berunjukrasa menolak pengeboran gas Lapindo Brantas Incorporated, di daerahnya, Rabu (02/05).
Aksi warga dilakukan tepat di pintu masuk sumur pengeboran gas di desa setempat. Warga menyatakan menolak segala aktivitas pengeboran gas milik Lapindo tersebut itu.
Koordinator warga, Khoirul Umam mengatakan, warga masih trauma dengan semburan lumpur Lapindo yang telah menenggelamkan ratusan hektar permukiman warga di Desa Renokenongo, Kecamatan Porong beberapa waktu. Warga Desa Banjar Asri ini tidak ingin semburan lumpur Lapindo semacam itu terjadi di wilayah mereka.
Warga Banjar Asri juga sangat menyesalkan sikap Lapindo yang tidak pernah menyosialisasikan rencana penambahan sumur gas. Padahal, selama ini keberadaan pengeboran gas milik Lapindo tidak memberikan kontribusi kepada warga.
"Warga akan menghadang apabila Lapindo tetap melakukan aktivitas pengeboran gas di sini. Kami meminta pengeboran itu dihentikan saja karena hanya menimbulkan kekhawatiran," tandas Khoirul.
Sebelumnya, pihak Lapindo telah menyampaikan rencana pengembangan pengeboran sumur Lapindo Brantas Incorporated pernah saat rapat pembahasan draf dokumen upaya kelola lingkungan dan upaya pengelolaan lingkungan pengembangan sumur migas di salah satu hotel di Sidoarjo, Senin (30/04) lalu.
Rapat itu juga dihadiri Kepala Desa Banjar Asri, perwakilan Pemkab Sidoarjo, geolog dan Badan Pelaksana Migas. Namun, dalam rapat itu, Kepala Desa Banjar Asri Didik Fakhrudin memilih walk out dari ruang rapat bersama dua pendampingnya.
Menurut Didik, dirinya sebagai Kepala Desa Banjar Asri membawa mandat warga dan dirinya menilai rapat yang dilakukan tertutup itu sangat tidak menguntungkan warganya. Didik menjelaskan, warga sudah menyampaikan penolakan yang dibubuhkan dalam tanda tangan. “Dari 2.500 jumlah warga Desa Banjar Asri, sebagian besar di antaranya menyatakan menolak pengeboran gas Lapindo."
(zel/rin/wan) Aksi warga dilakukan tepat di pintu masuk sumur pengeboran gas di desa setempat. Warga menyatakan menolak segala aktivitas pengeboran gas milik Lapindo tersebut itu.
Koordinator warga, Khoirul Umam mengatakan, warga masih trauma dengan semburan lumpur Lapindo yang telah menenggelamkan ratusan hektar permukiman warga di Desa Renokenongo, Kecamatan Porong beberapa waktu. Warga Desa Banjar Asri ini tidak ingin semburan lumpur Lapindo semacam itu terjadi di wilayah mereka.
Warga Banjar Asri juga sangat menyesalkan sikap Lapindo yang tidak pernah menyosialisasikan rencana penambahan sumur gas. Padahal, selama ini keberadaan pengeboran gas milik Lapindo tidak memberikan kontribusi kepada warga.
"Warga akan menghadang apabila Lapindo tetap melakukan aktivitas pengeboran gas di sini. Kami meminta pengeboran itu dihentikan saja karena hanya menimbulkan kekhawatiran," tandas Khoirul.
Sebelumnya, pihak Lapindo telah menyampaikan rencana pengembangan pengeboran sumur Lapindo Brantas Incorporated pernah saat rapat pembahasan draf dokumen upaya kelola lingkungan dan upaya pengelolaan lingkungan pengembangan sumur migas di salah satu hotel di Sidoarjo, Senin (30/04) lalu.
Rapat itu juga dihadiri Kepala Desa Banjar Asri, perwakilan Pemkab Sidoarjo, geolog dan Badan Pelaksana Migas. Namun, dalam rapat itu, Kepala Desa Banjar Asri Didik Fakhrudin memilih walk out dari ruang rapat bersama dua pendampingnya.
Menurut Didik, dirinya sebagai Kepala Desa Banjar Asri membawa mandat warga dan dirinya menilai rapat yang dilakukan tertutup itu sangat tidak menguntungkan warganya. Didik menjelaskan, warga sudah menyampaikan penolakan yang dibubuhkan dalam tanda tangan. “Dari 2.500 jumlah warga Desa Banjar Asri, sebagian besar di antaranya menyatakan menolak pengeboran gas Lapindo."



