
Patung ZAP saat dirusak demonstran (ist)
Artikel Terkait:
2012-05-02 04:56:38 WIBBupati Lamsel: Pemkab Ikhlas Patung ZAP Dirobohkan
Politikindonesia - Bupati Lampung Selatan Rycko Menoza berjanji tidak akan membangun kembali patung Zainal Abidin Pagaralam (ZAP) yang tak lain adalah kakeknya. Namun Rycko meminta aparat kepolisian mengusut tuntas peristiwa perusakan fasilitas perkantoran dan sosial di Kalianda serta perobohan patung ZAP tersebut.
“Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dan keluarga besar Zainal Abidin Pagar Alam sudah mengikhlaskan patung tersebut dirobohkan. Namun ini bukan masalah keluarga besar Zainal Abidin Pagaralam tapi ini masalah kondisi di Lampung Selatan. Saya harap kepolisian segera bisa mengusut masalah ini dan menangkap pelakunya,” kata Rycko Menoza kepada wartawan, Rabu (02/05).
Rycko mengaku, pembangunan patung yang menggunakan anggaran daerah sebesar Rp1,3 miliar tersebut sudah melalui mekanisme dan kebijakan penganggaran. Pembangunan patung tersebut juga sudah menjadi bagian dari perkembangan Kota Kalianda sebagai kota modern.
Selanjutnya, Rycko berharap roda pemerintahan dapat berjalan normal kembali dan tidak ada lagi gejolak di masyarakat. “Masyarakat Lampung Selatan juga diimbau untuk tidak terpancing isu-isu yang dapat memecah belah kerukunan warga.”
Kepala Kepolisian Resort Lampung Selatan AKBP Harry Muharam Firmansyah mengatakan, pihaknya sudah pernah meminta pemerintah Lampung Selatan untuk memindahkan patung itu. Sebab tuntutan utama massa adalah patung tersebut dipindahkan.
Menurut Harry, polisi belum bisa menetapkan tersangka karena peristiwa tersebut melibatkan sekitar tiga ribuan massa. “Kami masih terus melakukan penyelidikan secara hukum mengenai peristiwa tersebut,” tandas Harry.
Pasca-perobohan patung ZAP, kondisi Kota Kalianda, Lampung Selatan mulai kondusif. Petugas mulai membersihkan pot-pot bunga dan fasilitas umum yang dirusak massa pendemo. Petugas juga membersihkan puing-puing pecahan kaca di beberapa kantor di Lampung Selatan.
Sebelumnya, sedikitnya tiga gedung perkantoran rusak cukup parah. Gedung-gedung itu antara lain, kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), kantor Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Izin Terpadu (BPMPTT), dan kantor Pengadilan Negeri Kalianda, Lampung Selatan. Hampir semua kaca bangunan pecah terkena lemparan batu pada bentrokan yang terjadi Senin siang (30/4) lalu. Selain itu, dua pegawai negeri sipil (PNS) mengalami luka bocor di kepala dan kaca dua buah mobil hancur akibat lemparan batu.
(zel/rin/wan) “Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dan keluarga besar Zainal Abidin Pagar Alam sudah mengikhlaskan patung tersebut dirobohkan. Namun ini bukan masalah keluarga besar Zainal Abidin Pagaralam tapi ini masalah kondisi di Lampung Selatan. Saya harap kepolisian segera bisa mengusut masalah ini dan menangkap pelakunya,” kata Rycko Menoza kepada wartawan, Rabu (02/05).
Rycko mengaku, pembangunan patung yang menggunakan anggaran daerah sebesar Rp1,3 miliar tersebut sudah melalui mekanisme dan kebijakan penganggaran. Pembangunan patung tersebut juga sudah menjadi bagian dari perkembangan Kota Kalianda sebagai kota modern.
Selanjutnya, Rycko berharap roda pemerintahan dapat berjalan normal kembali dan tidak ada lagi gejolak di masyarakat. “Masyarakat Lampung Selatan juga diimbau untuk tidak terpancing isu-isu yang dapat memecah belah kerukunan warga.”
Kepala Kepolisian Resort Lampung Selatan AKBP Harry Muharam Firmansyah mengatakan, pihaknya sudah pernah meminta pemerintah Lampung Selatan untuk memindahkan patung itu. Sebab tuntutan utama massa adalah patung tersebut dipindahkan.
Menurut Harry, polisi belum bisa menetapkan tersangka karena peristiwa tersebut melibatkan sekitar tiga ribuan massa. “Kami masih terus melakukan penyelidikan secara hukum mengenai peristiwa tersebut,” tandas Harry.
Pasca-perobohan patung ZAP, kondisi Kota Kalianda, Lampung Selatan mulai kondusif. Petugas mulai membersihkan pot-pot bunga dan fasilitas umum yang dirusak massa pendemo. Petugas juga membersihkan puing-puing pecahan kaca di beberapa kantor di Lampung Selatan.
Sebelumnya, sedikitnya tiga gedung perkantoran rusak cukup parah. Gedung-gedung itu antara lain, kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), kantor Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Izin Terpadu (BPMPTT), dan kantor Pengadilan Negeri Kalianda, Lampung Selatan. Hampir semua kaca bangunan pecah terkena lemparan batu pada bentrokan yang terjadi Senin siang (30/4) lalu. Selain itu, dua pegawai negeri sipil (PNS) mengalami luka bocor di kepala dan kaca dua buah mobil hancur akibat lemparan batu.



