
Sjachroedin ZP (Helmi/dok)
Artikel Terkait:
2012-05-01 06:36:55 WIBSjachroedin Sesalkan Kapolres Lampung Selatan Tidak Tegas
Politikindonesia - Gubernur Lampung Sjachroedin ZP terlihat jengkel dan menyesalkan Kapolres Lampung Selatan tidak tegas dalam menindak aksi unjuk rasa perobohan patung Zainal Abidin Pagaralam di Kalianda yang, Senin malam (30/4), yang anarkis.
Kapolres terkesan ragu-ragu, padahal sebagai pemimpin daerah seharus Kapolres berani bertindak tegas. "Polisi harus tegas dan berani memproses secara hukum. Karena terkesan kapolres ragu-ragu dan kurang berani bertindak," kata Gubernur Lampung Sjachroedin ZP Selasa pagi (01/04).
Keluarga mantan Gubernur Lampung pertama Zainal Abidin Pagaralam (ZAP), kata Sjachroedin, tidak ada masalah soal apakah patung ZP ditolak atau dirobohkan warga.
Namun, yang perlu disampaikan kepada masyarakat yakni pendirian patung tersebut karena ada persetujuan dan keputusan DPRD Kabupaten Lampung Selatan.
"Mestinya mereka cek kenapa DPRD yang wakil rakyat setuju," kata Sjachroedin yang adalah anak kedua dari ZAP-tokoh lampung, mantan gubernur Lampung pertama sejak memisahkan diri dari Provinsi Sumatera Selatan.
Menurut Sjachroedin, pihak keluarga menyesalkan aksi anarkis tersebut dan meminta polisi tegas dan berani memproses secara hukum pihak-pihak yang memprovokasi masyarakat. Sayangnya Kapolres Lampung Selatan ragu-ragu dan kurang berani bertindak terhadap pendemo yang sudah anarkis. "Untuk tugas di Lampung, pemimpin atau kepala satuan harus berani!"
(zel/rin/wan) Kapolres terkesan ragu-ragu, padahal sebagai pemimpin daerah seharus Kapolres berani bertindak tegas. "Polisi harus tegas dan berani memproses secara hukum. Karena terkesan kapolres ragu-ragu dan kurang berani bertindak," kata Gubernur Lampung Sjachroedin ZP Selasa pagi (01/04).
Keluarga mantan Gubernur Lampung pertama Zainal Abidin Pagaralam (ZAP), kata Sjachroedin, tidak ada masalah soal apakah patung ZP ditolak atau dirobohkan warga.
Namun, yang perlu disampaikan kepada masyarakat yakni pendirian patung tersebut karena ada persetujuan dan keputusan DPRD Kabupaten Lampung Selatan.
"Mestinya mereka cek kenapa DPRD yang wakil rakyat setuju," kata Sjachroedin yang adalah anak kedua dari ZAP-tokoh lampung, mantan gubernur Lampung pertama sejak memisahkan diri dari Provinsi Sumatera Selatan.
Menurut Sjachroedin, pihak keluarga menyesalkan aksi anarkis tersebut dan meminta polisi tegas dan berani memproses secara hukum pihak-pihak yang memprovokasi masyarakat. Sayangnya Kapolres Lampung Selatan ragu-ragu dan kurang berani bertindak terhadap pendemo yang sudah anarkis. "Untuk tugas di Lampung, pemimpin atau kepala satuan harus berani!"



