
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Helmi/dok)
Artikel Terkait:
2011-02-25 04:30:39 WIBBabel Defisit Listrik 160 MW
Politikindonesia - Defisit listrik hingga 160 mega watt melanda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Tahun depan ditargetkan pengurangan defisit menjadi 70 mega watt.Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kepulauan Babel Nur Nedi mengemukakan fakta itu, kepada pers, di Pangkalpinang, Jumat (25/02).
Nur Dedi mengatakan, PLN hanya memasok 70 MW dari kebutuhan 230 MW. PLTU Air Anyir yang sedang dibangun rencananya memasok tambahan 60 MW dan pembangkit di Belitung rencananya 30 MW. "Dengan dua pembangkit baru itu, defisit baru bisa dikurangi dari 160 MW menjadi 70 MW."
Nur Dedi mengatakan, dua pembangkit itu ditargetkan beroperasi tahun ini. Dengan demikian, defisit listrik di Babel bisa ditekan. "Defisit sebesar itu akan menyulitkan bagi Babel untuk mengembangkan industri."
Untuk sisa defisit 70 MW, belum ada kepastian bagaimana dan kapan PLN bisa mengatasinya. Sekarang, industri susah masuk di Babel karena listrik tidak ada. "Jangankan untuk industri, untuk keperluan rumah tangga saja masih kurang," tutur Nur Dedi. (nam/rin/ss)



