• HOME
  • POLITIK
  • HUKUM
  • NARKOBA
  • WAWANCARA
  • EKONOMI
  • PENDAPAT
  • POLITISIANA
  • NUSANTARA
  • VIDEO
WIB
NEWSFLASH
Search
Bookmark and Share
NARKOBA
Ilustrasi (Helmi/dok)
Artikel Terkait:
  • Narkoba Rp13 Miliar Dimusnahkan Polres Jakarta Utara
2012-06-30 01:49:58 WIB

Tiap Tahun, 200 Ribu Orang Mati Akibat Narkoba

Politikindonesia - Narkoba dan obat-obatan terlarang masih terus menjadi masalah dunia. Setiap tahunnya, sekitar 200 ribu orang mati karena narkoba. Heroin, kokain dan obat lain terus membunuh, menghancurkan keluarga dan membawa kesengsaraan bagi ribuan orang lain, rasa tidak aman dan penyebaran HIV.

Demikian laporan terbaru Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk masalah kriminal dan obat-obatan terlarang yang dipresentasikan di Kantor PBB Narkoba dan Kejahatan (UNODC).

“Heroin, kokain dan obat lain terus membunuh sekitar 200 ribu orang per tahun, menghancurkan keluarga dan membawa kesengsaraan bagi ribuan orang lain, rasa tidak aman dan penyebaran HIV," ujar Direktur Yury Fedotov.

Laporan tersebut juga menyebut, sekitar 230 juta orang atau 5 persen dari populasi dunia pernah menggunakan obat-obatan terlarang. Saat ini ada sekitar 27 juta orang yang kecanduan dan mengalami masalah soal penggunaan narkoba.

Berdasarkan laporan tahun 2010 PBB, penggunaan global obat-obatan akan menelan biaya hingga US$250 miliar per tahun jika semua orang ingin memeroleh perawatan yang tepat. Biaya US$250 miliar itu setara dengan 0,3 hingga 0,4 persen PDB dunia.

Tahun lalu, produksi opium global mencapai 7.000 ton. Meski  menurun seperlima dibanding tahun 2007, kenaikan terjadi di tahun 2010. Sementara itu, wilayah yang ditanami kokain menurun sebesar 33 persen selama 12 tahun terakhir.

Adapun Cannabis (ganja) menjadi obat yang banyak digunakan. Penggunanya mencapai 224 juta di seluruh dunia. Eropa menjadi pasar terbesar ganja, sebagian besar datang dari Maroko dan Afghanistan. Sementara produksi di Eropa juga meningkat. Sebagian besar negara Eropa dilaporkan membudidayakan ganja, tampaknya menjadi fenomena yang terus meningkat.

Afghanistan saat ini masih menjadi produsen opium terbesar yang mencapai 90 persen dari seluruh dunia. Pada tahun 2011 lalu, jumlah produksi opium di Afghanistan meningkat hingga 61 persen.
(nif/rin/kap)
 
FOLLOW US
             
POLITISIANA
Index >>

Bangunan di Bawah Gunung Padang Telah Terbukti

Hipotesa yang disampaikan Tim Terpadu Riset Mandiri tentang adanya bangunan di bawah situs megalitik...


Plato Tak Bohong, Atlantis Pernah Ada di Indonesia

Plato adalah seorang filosof dan ilmuwan besar yang hidup pada masa 424 sampai 347 Sebelum Masehi. A...

NUSANTARA
Index >>

Pilgub NTT: Hari Ini Putaran Ke-2 Digelar

Hari ini, Kamis (23/05) berlangsung putaran kedua pemilihan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT). Seju...


Pilgub Bali: KPUD Gelar Pencoblosan Diulang Ulang pada 1 TPS

Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Bali melakukan pencoblosan ulang di Tempat Pemungutan Suara (TPS...
JAJAK PENDAPAT
Inikah Presiden RI 2014 - 2019 Pilihan Anda?
1.Aburizal Bakrie
2.Prabowo Subianto
3.Endriarto Sutarto
4.Dahlan Iskan
5.Gita Wirjawan
6.Sri Mulyani Indrawati



Hasil jajak pendapat


HOME | POLITIK | HUKUM | NARKOBA | WAWANCARA | EKONOMI | PENDAPAT | POLITISIANA | NUSANTARA | VIDEO | REDAKSI

Copyright © 2011 PolitikIndonesia.com All rights reserved