
PT Krakatau Steel (Helmi/dok)
Artikel Terkait:
2010-06-15 04:49:32 WIBIPO PT KS: Menarik Minat Pihak Asing
Politikindonesia - PT Krakatau Steel masih menarik minat pihak asing. BUMN industri baja itu tengah menyeleksi 15 agen penjual global (internationnal selling agent). Mereka diseleksi, mencari yang terbaik untuk penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) perseroan. IPO dilaksanakan November 2010.
Direktur Utama Krakatau Steel, Andi Sidharta kepada pers, di Jakarta, kemarin mengungkapkan, di antara agen tersebut, terdapat nama-nama terkenal. Di antaranya, JP Morgan, UBS, Goldman Sachs, Credit Suisse, dan Nomura.
Pemerintah menunjuk tiga perusahaan sekuritas yaitu PT Danareksa Sekuritas, PT Bahana Securities, dan PT Mandiri Sekuritas, sebagai penjamin pelaksana emisi (underwriter) penawaran umum perdana saham Krakatau Steel. Artinya, secara umum perseroan siap masuk bursa.
Rencananya, IPO PT KS akan dilakukan secara bertahap, antara 20 persen dan 10 persen, dengan maksimal 30 persen. Dana yang diperoleh akan digunakan untuk menutupi kebutuhan sekitar US$600 juta.
Menteri Badan Usaha Milik Negara Mustafa Abubakar mengatakan, penunjukan tiga underwriter berdasarkan keputusan rapat antara direksi Krakatau Steel serta komisaris. Karena itu, bekas Gubernur Aceh ini berharap pelaksanaan IPO akan berjalan lancar, sesuai rencana terealisasi pada kuartal III-IV 2010.
Mustafa menambahkan, banyak hal yang harus dibereskan Krakatau Steel, terutama terkait rencana pembentukan perusahaan patungan (joint venture) dengan perusahaan baja Korea Selatan, Pohang Steel and Iron Company (Posco). Korea menawarkan kerja sama dengan total investasi US$6 miliar, dengan porsi kepemilikan saham Krakatau Steel 30 persen dan Posco 70 persen.
Negosiasi masih berlangsung, karena PT KS menghendaki komposisi saham, 45 persen (KS) dan sisanya Posco 55 persen. Mustafa menggambarkan perundingan lumayan alot, tetapi akan terus diperjuangkan.
Persoalan lain, menyangkut direksi perusahaan patungan tersebut. Krakatau mengusulkan lima direksi, terdiri atas tiga perwakilan Posco dan dua dari perseroan. Lalu, komisaris juga dari Krakatau Steel.
Mustafa menjelaskan, sebagian dana IPO akan digunakan untuk memaksimalkan unit pabrik yang sudah ada. Sisanya untuk membangun kerja sama dengan Posco, baik produksi besi maupun baja guna upaya peningkatan kapasitas.
(mun/na) Direktur Utama Krakatau Steel, Andi Sidharta kepada pers, di Jakarta, kemarin mengungkapkan, di antara agen tersebut, terdapat nama-nama terkenal. Di antaranya, JP Morgan, UBS, Goldman Sachs, Credit Suisse, dan Nomura.
Pemerintah menunjuk tiga perusahaan sekuritas yaitu PT Danareksa Sekuritas, PT Bahana Securities, dan PT Mandiri Sekuritas, sebagai penjamin pelaksana emisi (underwriter) penawaran umum perdana saham Krakatau Steel. Artinya, secara umum perseroan siap masuk bursa.
Rencananya, IPO PT KS akan dilakukan secara bertahap, antara 20 persen dan 10 persen, dengan maksimal 30 persen. Dana yang diperoleh akan digunakan untuk menutupi kebutuhan sekitar US$600 juta.
Menteri Badan Usaha Milik Negara Mustafa Abubakar mengatakan, penunjukan tiga underwriter berdasarkan keputusan rapat antara direksi Krakatau Steel serta komisaris. Karena itu, bekas Gubernur Aceh ini berharap pelaksanaan IPO akan berjalan lancar, sesuai rencana terealisasi pada kuartal III-IV 2010.
Mustafa menambahkan, banyak hal yang harus dibereskan Krakatau Steel, terutama terkait rencana pembentukan perusahaan patungan (joint venture) dengan perusahaan baja Korea Selatan, Pohang Steel and Iron Company (Posco). Korea menawarkan kerja sama dengan total investasi US$6 miliar, dengan porsi kepemilikan saham Krakatau Steel 30 persen dan Posco 70 persen.
Negosiasi masih berlangsung, karena PT KS menghendaki komposisi saham, 45 persen (KS) dan sisanya Posco 55 persen. Mustafa menggambarkan perundingan lumayan alot, tetapi akan terus diperjuangkan.
Persoalan lain, menyangkut direksi perusahaan patungan tersebut. Krakatau mengusulkan lima direksi, terdiri atas tiga perwakilan Posco dan dua dari perseroan. Lalu, komisaris juga dari Krakatau Steel.
Mustafa menjelaskan, sebagian dana IPO akan digunakan untuk memaksimalkan unit pabrik yang sudah ada. Sisanya untuk membangun kerja sama dengan Posco, baik produksi besi maupun baja guna upaya peningkatan kapasitas.



