
Ilustrasi (Helmi/dok)
Artikel Terkait:
2012-07-25 02:44:31 WIBGejolak Suriah Kerek Harga Minyak Dunia
Politikindonesia - Harga minyak mentah untuk pertama kali naik dalam tiga hari belakangan ini. Kenaikan harga minyak didorong meningkatnya gejolak di Suriah yang menimbulkan ketegangan di Timur Tengah dan prediksi manufaktur China dalam kondisi yang baik pada bulan Juli.
Harga minyak West Texas Intermediate untuk pengantaran September naik 36 sen menjadi US$88,50 per barel di New York Mercantile Exchange, Selasa (25/07) waktu setempat atau Rabu pagi (25/07) pagi. Hal yang sama dialami harga minyak Brent untuk penetapan September juga naik 16 sen menjadi US$103,42 per barel, di ICE Futures Europe exchange, London.
Sehari sebelumnya, kemarin, harga minyak turun 4% karena adanya kekhawatiran krisis utang Eropa. Namun harga minyak kembali naik karena kerusuhan di Suriah telah memaksa puluhan ribu orang mengungsi di sepanjang perbatasan Turki, Irak, dan Lebanon.
Di sisi lain, pembacaan awal indeks manajer pembelian China menunjukkan indeks akan berada di level tertinggi sejak Februari. Pembacaan indeks (Flash PMI) yakni 49,5 untuk bulan Juli. Lebih tinggi dari angka final pada bulan Juni sebesar 48,2.
Chief Market Strategist dan pendiri Iitrader.com, di Chicago, Rich Ilczyszyn, risiko geopolitik lebih besar dari situasi di Eropa, dan itu akhirnya membuat harga melonjak.
(ron/rin/wan) Harga minyak West Texas Intermediate untuk pengantaran September naik 36 sen menjadi US$88,50 per barel di New York Mercantile Exchange, Selasa (25/07) waktu setempat atau Rabu pagi (25/07) pagi. Hal yang sama dialami harga minyak Brent untuk penetapan September juga naik 16 sen menjadi US$103,42 per barel, di ICE Futures Europe exchange, London.
Sehari sebelumnya, kemarin, harga minyak turun 4% karena adanya kekhawatiran krisis utang Eropa. Namun harga minyak kembali naik karena kerusuhan di Suriah telah memaksa puluhan ribu orang mengungsi di sepanjang perbatasan Turki, Irak, dan Lebanon.
Di sisi lain, pembacaan awal indeks manajer pembelian China menunjukkan indeks akan berada di level tertinggi sejak Februari. Pembacaan indeks (Flash PMI) yakni 49,5 untuk bulan Juli. Lebih tinggi dari angka final pada bulan Juni sebesar 48,2.
Chief Market Strategist dan pendiri Iitrader.com, di Chicago, Rich Ilczyszyn, risiko geopolitik lebih besar dari situasi di Eropa, dan itu akhirnya membuat harga melonjak.



