
Ilustrasi (Helmi/dok)
Artikel Terkait:
2012-07-24 03:11:32 WIBPertamina EP Operasikan Lagi Sumur Tua di Kaltim
Politikindonesia - Jumlah produksi minyak di Field Sangatta, Kutai Timur, Kalimantan Timur kini semakin menurun. Untuk meningkatkan produksinya, PT Pertamina EP mengaktifkan kembali sumur-sumur tua minyak dan gas bumi yang sudah lama tidak beroperasi di wilayah itu. Pengoperasian kembali sumur tua itu untuk meningkatkan produksi.
“Dengan pengaktifan sumur-sumur tua dapat meningkatkan jumlah produksi minyak di field Sangatta, yang semakin menurun," kata Field Manager PT Pertamina EP Sangatta, Suyitno Salindeho, Senin (23/07).
Kata Suyitno, sumur-sumur tua yang telah lama tidak dioperasikan itu diyakini masih memiliki potensi minyak yang dapat menambah jumlah produksi minyak dan gas field Sangatta.
“Sumur-sumur tua yang pernah dibor pada 1970, diaktifkan kembali masing-masing sumur SS-03 dan SS-05 yang sudah tidak diproduksi lagi sejak 1988 dan 1991. Letaknya cukup jauh dari sumur produksi lainnya," ujar dia.
Suyitno menambahkan, jika pengaktifan kedua sumur tua berhasil, maka pengembangan akan dilanjutkan di wilayah Desa Sangkima. “Potensi kandungan minyak kedua umur tersebut masih berkisar sekitar 15-20 barel oil per day (BOPD)," kata Suyitno.
Kata Suyitno, pihaknya menemui kendala sebab kepala sumur sudah dipotong-potong masyarakat, kemudian masyarakat mendirikan peternakan di daerah sekitar. Dengan adanya pemukiman masyarakat sekitarnya, maka PT Pertamina EP Field Sangatta harus membebaskan kembali lahan tersebut karena sudah dikuasai masyarakat di Sumur SS-05.
Pembebasan lahan dan membersihkan lokasi ini dilakukan oleh Layanan Operasi. Sedangkan perbaikan well head melibatkan fungsi HSE, Ren-Eng, WO, WS, PML, Ops-Produksi dan SDM. “Hingga tahun 2012 ini sumur produksi yang aktif mencapai 88 sumur dari jumlah 216 sumur yang ada," tandasnya.
(ron/rin/kap) “Dengan pengaktifan sumur-sumur tua dapat meningkatkan jumlah produksi minyak di field Sangatta, yang semakin menurun," kata Field Manager PT Pertamina EP Sangatta, Suyitno Salindeho, Senin (23/07).
Kata Suyitno, sumur-sumur tua yang telah lama tidak dioperasikan itu diyakini masih memiliki potensi minyak yang dapat menambah jumlah produksi minyak dan gas field Sangatta.
“Sumur-sumur tua yang pernah dibor pada 1970, diaktifkan kembali masing-masing sumur SS-03 dan SS-05 yang sudah tidak diproduksi lagi sejak 1988 dan 1991. Letaknya cukup jauh dari sumur produksi lainnya," ujar dia.
Suyitno menambahkan, jika pengaktifan kedua sumur tua berhasil, maka pengembangan akan dilanjutkan di wilayah Desa Sangkima. “Potensi kandungan minyak kedua umur tersebut masih berkisar sekitar 15-20 barel oil per day (BOPD)," kata Suyitno.
Kata Suyitno, pihaknya menemui kendala sebab kepala sumur sudah dipotong-potong masyarakat, kemudian masyarakat mendirikan peternakan di daerah sekitar. Dengan adanya pemukiman masyarakat sekitarnya, maka PT Pertamina EP Field Sangatta harus membebaskan kembali lahan tersebut karena sudah dikuasai masyarakat di Sumur SS-05.
Pembebasan lahan dan membersihkan lokasi ini dilakukan oleh Layanan Operasi. Sedangkan perbaikan well head melibatkan fungsi HSE, Ren-Eng, WO, WS, PML, Ops-Produksi dan SDM. “Hingga tahun 2012 ini sumur produksi yang aktif mencapai 88 sumur dari jumlah 216 sumur yang ada," tandasnya.



