• HOME
  • POLITIK
  • HUKUM
  • NARKOBA
  • WAWANCARA
  • EKONOMI
  • PENDAPAT
  • POLITISIANA
  • NUSANTARA
  • VIDEO
WIB
NEWSFLASH
Search
Bookmark and Share
EKONOMI
Ilustrasi (Helmi/dok)
Artikel Terkait:
  • Kejagung Kembali Bidik Ginandjar
  • Kejagung Periksa Soedradjad Djiwandono
  • Kepala Biro Umum KPU Ditangkap KPK Terkait Pengadaan Buku
  • Kepala Biro Logistik KPU Ditahan
  • Kejati Jateng Ekspose Empat Kasus Di Kejagung
2012-05-09 02:04:26 WIB

Harga Minyak Mentah Dunia Jatuh ke Kisaran US$97,91

Politikindonesia - Harga minyak mentah dunia jatuh pada Selasa waktu AS atau Rabu pagi WIB. Penurunan harga minyak ini dipicu kekhawatiran penolakan Yunani atas program dana talangannya, setelah seorang politisi kiri penting berjanji untuk menolak langkah penghematan di bawah bailout Uni Eropa-IMF.

Dalam kontrak utama New York kontrak, minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman Juni, ditutup pada US$97,01 per barel, turun 93 sen dari Senin. Harga tersebut merupakan penutupan WTI terendah sejak 2 Februari. Sementara, minyak mentah Brent North Sea untuk penyerahan Juni turun 43 sen menjadi menetap pada US$112,73 per barel di perdagangan London.

Setelah pemungutan suara anti penghematan pada akhir pekan kemarin, saat ini Ketidakpastian politik di Eropa semakin menjadi-jadi. Politisi Yunani kesulitan membentuk pemerintahan koalisi dan di Prancis, presiden terpilih dari Partai Sosialis Francois Hollande, menghadapi tekanan untuk berdiri dengan janji penghematan negara itu.

Pengamat pasar Philip Futures mengatakan, hasil pemilu Eropa menghidupkan kembali kekhawatiran tentang krisis utang zona euro. Kondisi ini memperkuat kecemasan tentang pertumbuhan lesu ekonomi dan permintaan minyak bumi.

“Hasil di Prancis dan Yunani menimbulkan keraguan tentang kemampuan kawasan untuk melanjutkan langkah-langkah penghematan yang dianggap penting untuk mengatasi melonjaknya utang dan kontraksi ekonomi," kata Philip.

Menurut Philip, sentimen "bearish" yang dipicu gejolak Eropa mendorong dolar dan membuat minyak mentah lebih mahal dalam mata uang lain. Kondisi  ini cenderung menangkal pembeli.

Selain itu, ekspektasi kenaikan stok minyak mentah AS untuk tujuh minggu berturut-turut, menunjukkan melemahnya permintaan energi di negara konsumen minyak terbesar di dunia.

Departemen Energi AS  segera mengumkan laporan persediaan mingguan pada Rabu ini (hari ini-Red). Stok minyak AS saat ini di tingkat tertinggi sejak September 1990.

 "Stok minyak mentah AS mungkin telah naik ke tingkat yang tidak terlihat selama lebih dari 20 tahun, yang telah melemahkan harga," kata ahli strategi pasar di IG Markets Singapura Justin Harper.
(ron/rin/wan)
 
FOLLOW US
             
POLITISIANA
Index >>

Bangunan di Bawah Gunung Padang Telah Terbukti

Hipotesa yang disampaikan Tim Terpadu Riset Mandiri tentang adanya bangunan di bawah situs megalitik...


Plato Tak Bohong, Atlantis Pernah Ada di Indonesia

Plato adalah seorang filosof dan ilmuwan besar yang hidup pada masa 424 sampai 347 Sebelum Masehi. A...

NUSANTARA
Index >>

Pilgub Bali: KPUD Gelar Pencoblosan Diulang Ulang pada 1 TPS

Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Bali melakukan pencoblosan ulang di Tempat Pemungutan Suara (TPS...


Bus Liman Makassar vs Daihatsu Taruna, 2 Tewas

Bus angkutan umum antardaerah, Liman, tabrakan dengan mobil Daihatsu Taruna DD 1444 H di Jalan Sorow...
JAJAK PENDAPAT
Inikah Presiden RI 2014 - 2019 Pilihan Anda?
1.Aburizal Bakrie
2.Prabowo Subianto
3.Endriarto Sutarto
4.Dahlan Iskan
5.Gita Wirjawan
6.Sri Mulyani Indrawati



Hasil jajak pendapat


HOME | POLITIK | HUKUM | NARKOBA | WAWANCARA | EKONOMI | PENDAPAT | POLITISIANA | NUSANTARA | VIDEO | REDAKSI

Copyright © 2011 PolitikIndonesia.com All rights reserved