
Ilustrasi (Helmi/dok)
Artikel Terkait:
2012-05-07 03:45:54 WIBHasil Pemilu Yunani-Prancis Tekan Harga Minyak Dunia
Politikindonesia - Menyusul hasil pemilihan umum presiden negara Eropa yakni di Prancis dan Yunani membuat harga minyak mentah jatuh ke posisi terendah dalam lebih dari 4 bulan. DI Prancis pemilu dimenangkan oleh Francois Hollande dari Partai Sosialis dan di pemilu Yunani dimenangkan oleh partai yang menolak kebijakan dana talangan.
Kemenangan Fancois Hollande dari Partai Sosialis ini dikhawatirkan menghambat upaya penghematan anggaran, begitu juga di Yunani. Penurunan harga minyak juga disebabkan data pekerjaan Amerika Serikat tidak seperti yang diharapkan dan ini menandakan ekonomi AS mungkin terganggu.
Harga minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengantaran Juni sempat anjlok ke level US$95,34 per barrel pada perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange. Sedangkan pukul 10:47 AM waktu Sydney, harga emas hitam ini berada di posisi US$96,44.
Sebelumnya, kontrak minyak ini telah turun US$4,05 menjadi US$98,49 per barrel pada 4 Mei 2012, yang merupakan penutupan terendah sejak 7 Februari 2012.
Kemudian, minyak Brent untuk penetapan Juni merosot US$1,59 atau 1,4%, menjadi US$111,59 per barrel di ICE Futures Europe exchange, London. Harga minyak mentah berjangka pun turun 3,2% ke posisi harga intraday terendah sejak 20 Desember 2011.
Penurunan ini memperpanjang penurunan 4% pada 4 Mei lalu setelah, Departemen Tenaga Kerja AS merilis bahwa jumlah pekerja yang direkrut (payrolls) di AS hanya naik 115.000 pada April 2012. Padahal sebelumnya, survei Bloomberg memperkirakan kenaikan bisa mencapai 160.000. Tingkat pengangguran pun anjlok ke posisi terendah dalam 3 tahun terakhir yakni 8,1% seiring dengan semakin banyak angkatan kerja yang baru lulus sekolah.
Di Eropa, Harga minyak merosot setelah Francois Hollande terpilih sebagai Presiden Perancis dan pemilih Yunani beralih ke partai anti-dana talangan. "Itu sebuah pertemuan dari sejumlah faktor yang menyeret pasar minyak lebih rendah," ujar, Chief Market Strategist CMC Markets Asia Pacific Pty, Michael McCarthy di Sydney, Senin waktu setempat.
(ron/rin/wan) Kemenangan Fancois Hollande dari Partai Sosialis ini dikhawatirkan menghambat upaya penghematan anggaran, begitu juga di Yunani. Penurunan harga minyak juga disebabkan data pekerjaan Amerika Serikat tidak seperti yang diharapkan dan ini menandakan ekonomi AS mungkin terganggu.
Harga minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengantaran Juni sempat anjlok ke level US$95,34 per barrel pada perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange. Sedangkan pukul 10:47 AM waktu Sydney, harga emas hitam ini berada di posisi US$96,44.
Sebelumnya, kontrak minyak ini telah turun US$4,05 menjadi US$98,49 per barrel pada 4 Mei 2012, yang merupakan penutupan terendah sejak 7 Februari 2012.
Kemudian, minyak Brent untuk penetapan Juni merosot US$1,59 atau 1,4%, menjadi US$111,59 per barrel di ICE Futures Europe exchange, London. Harga minyak mentah berjangka pun turun 3,2% ke posisi harga intraday terendah sejak 20 Desember 2011.
Penurunan ini memperpanjang penurunan 4% pada 4 Mei lalu setelah, Departemen Tenaga Kerja AS merilis bahwa jumlah pekerja yang direkrut (payrolls) di AS hanya naik 115.000 pada April 2012. Padahal sebelumnya, survei Bloomberg memperkirakan kenaikan bisa mencapai 160.000. Tingkat pengangguran pun anjlok ke posisi terendah dalam 3 tahun terakhir yakni 8,1% seiring dengan semakin banyak angkatan kerja yang baru lulus sekolah.
Di Eropa, Harga minyak merosot setelah Francois Hollande terpilih sebagai Presiden Perancis dan pemilih Yunani beralih ke partai anti-dana talangan. "Itu sebuah pertemuan dari sejumlah faktor yang menyeret pasar minyak lebih rendah," ujar, Chief Market Strategist CMC Markets Asia Pacific Pty, Michael McCarthy di Sydney, Senin waktu setempat.



