
PT Pos Indonesia (Helmi/dok)
Artikel Terkait:
2012-05-02 03:58:53 WIBTahun Depan PT Pos Indonesia Akan IPO
Politikindonesia - Tahun 2013 mendatang, PT Pos Indonesia akan melakukan penawaran saham perdana (Initial Public Offering/IPO). IPO dilakukan karena perusahaan memerlukan dana dari masyarakat untuk ekspansi.
Menurut Direktur Utama PT Pos Indonesia I Ketut Mardjana, kebutuhan dana perusahaan sudah cukup mendesak. Apalagi, PT Pos Indonesia menginginkan ekspansi besar-besaran mulai tahun 2013.
"Kita akan lihat pasar dulu. Harapannya bisa pertengahan tahun atau akhir tahun depan. Tapi kita belum tahu," kata Mardjana, selepas acara BUMN Marketeers Club di Kantor Pos Indonesia Lapangan Banteng Jakarta, Rabu (02/05).
Mardjana menjelaskan, saat ini PT Pos Indonesia sedang menyusun rencana bisnis ke depan. Termasuk memenuhi persyaratan-persyaratan surat dan dokumentasi terkait IPO.
Selain itu, kata Mardjana, PT Pos Indonesia juga sedang menunggu persetujuan dari pemegang saham. Khususnya pemerintah dan DPR untuk bisa menyelenggarakan IPO tersebut. "Sampai saat ini kita baru menunjuk perusahaan konsultan Ernst & Young untuk menyusun laporan proyeksi keuangannya."
Namun Mardjana belum bersedia menyebutkan jumlah saham yang akan dilepas ke masyarakat. Begitu juga dengan kebutuhan dana yang diperlukan saat IPO nanti. “Pastinya dana hasil dari IPO akan digunakan untuk pengembangan bisnis pos ke depan, perluasan kantor pos di pedesaan dan peningkatan kapasitas IT,” ujar Mardjana.
PT Pos Indonesia memproyeksikan pendapatan tahun 2012 ini mencapai Rp 3,4 triliun. Yakni ditaget naik 11% dibandingkan pencapaian 2011. Target tersebut akan dikontribusikan dari surat dan parsel sebanyak 54%, jasa keuangan sebanyak 39% dan sisanya dari lain-lain. Sementara target laba bersihnya sekitar Rp182 miliar. Jumlah ini meningkat dibanding laba bersih tahun lalu yang Rp145 miliar.
(ron/rin/wan) Menurut Direktur Utama PT Pos Indonesia I Ketut Mardjana, kebutuhan dana perusahaan sudah cukup mendesak. Apalagi, PT Pos Indonesia menginginkan ekspansi besar-besaran mulai tahun 2013.
"Kita akan lihat pasar dulu. Harapannya bisa pertengahan tahun atau akhir tahun depan. Tapi kita belum tahu," kata Mardjana, selepas acara BUMN Marketeers Club di Kantor Pos Indonesia Lapangan Banteng Jakarta, Rabu (02/05).
Mardjana menjelaskan, saat ini PT Pos Indonesia sedang menyusun rencana bisnis ke depan. Termasuk memenuhi persyaratan-persyaratan surat dan dokumentasi terkait IPO.
Selain itu, kata Mardjana, PT Pos Indonesia juga sedang menunggu persetujuan dari pemegang saham. Khususnya pemerintah dan DPR untuk bisa menyelenggarakan IPO tersebut. "Sampai saat ini kita baru menunjuk perusahaan konsultan Ernst & Young untuk menyusun laporan proyeksi keuangannya."
Namun Mardjana belum bersedia menyebutkan jumlah saham yang akan dilepas ke masyarakat. Begitu juga dengan kebutuhan dana yang diperlukan saat IPO nanti. “Pastinya dana hasil dari IPO akan digunakan untuk pengembangan bisnis pos ke depan, perluasan kantor pos di pedesaan dan peningkatan kapasitas IT,” ujar Mardjana.
PT Pos Indonesia memproyeksikan pendapatan tahun 2012 ini mencapai Rp 3,4 triliun. Yakni ditaget naik 11% dibandingkan pencapaian 2011. Target tersebut akan dikontribusikan dari surat dan parsel sebanyak 54%, jasa keuangan sebanyak 39% dan sisanya dari lain-lain. Sementara target laba bersihnya sekitar Rp182 miliar. Jumlah ini meningkat dibanding laba bersih tahun lalu yang Rp145 miliar.



