
Rusman Heriawan (Helmi/dok)
Artikel Terkait:
2011-03-01 20:52:17 WIBInflasi Februari Rendah, 0,13 Persen
Politikindonesia - Inflasi pada bulan Februari mencapai 0,13 persen. Angka ini membuat inflasi tahun kalender Januari-Februari 2011 tercatat sebesar 1,03 persen. Laju inflasi ini termasuk rendah karena terjadi deflasi pada kelompok bahan makanan sebesar minus 0,09 persen.
Demikian dikemukakan oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan kepda pers, di Jakarta, Selasa (01/03). “Deflasi pada bahan makanan terjadi untuk pertama kali dalam empat tahun terakhir, karena biasanya menjadi penyumbang inflasi tertinggi," terang dia.
Rusman menjelaskan, selain disumbang oleh kelompok bahan makanan, deflasi juga dialami oleh kelompok sandang sebesar minus 0,01 persen.
Rusman menambahkan, inflasi tahunan atau year on year (yoy) pada Februari sebesar 6,84 persen dengan inflasi inti "yoy" 4,36 persen. Akan tetapi, sambung dia, inflasi inti pada Februari mencapai 0,31 persen dan lebih tinggi dari inflasi umum 0,13 persen. “Padahal biasanya lebih rendah," ujar Rusman.
Sementara itu, faktor penyumbang inflasi Februari terbesar adalah dari kelompok perumahan, air dan listrik sebesar 0,09 persen. Adapun kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,08 persen.
Sementara dari 66 kota IHK, sebanyak 40 kota menyumbang inflasi dan 26 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi tercatat terjadi di kota Singkawang dengan 1,75 persen dan Tarakan 1,32 persen. Sedangkan inflasi terendah terjadi di Sukabumi sebesar 0,01 persen. Sedangkan sumbangan deflasi terbesar terjadi di kota Sumenep minus 0,8 persen dan Jayapura minus 0,79 persen.
(ron/rin/nis)



