
ASEAN (Helmi/dok)
Artikel Terkait:
2011-02-16 07:25:54 WIB2012, ASEAN Single Window Diberlakukan
Politikindonesia - Sistem pelayanan ekspor-impor yang terintegrasi antara negara-negara di kawasan Asia Tenggara atau ASEAN Single Window (ASW), tengah dimatangkan. Diharapkan sitemn terseut telah siap dan mulai diberlakukan pada tahun 2012.
Rencana itu diungkapkan oleh Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi Bea dan Cukai Tanjung Priok Rachmat Huda, dalam seminar tentang Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 di Jakarta, Rabu (16/02). “Pada 2012, ASW diharapkan sudah berdiri dan kita menjadi salah satu entitas di sana."
Rachmat menuturkan, Indonesia telah memiliki serupa, yakni Indonesian National Single Window (INSW). Rencananya INSW tersebut akan diintegrasikan dengan milik negara-negara lainnya di Asia Tenggara melalui ASW.
Terkait dengan infrastruktur sistem ASW ini, Rachmat mengatakan bahwa pada saat ini telah dibangun ASW exchange gateaway dan middleware untuk sistem utama ASW di Indonesia. Sistem tersebut sudah diunduh oleh Malaysia, Filipina, Brunei, dan Singapura.
Rachmat juga menerangkan, saat ini Bea Cukai juga telah berhasil melakukan uji coba teknis pertukaran data via ASW Gateaway antara Indonesia dan Malaysia sejak Juli 2009.
Dia menuturkan, saat ini sedang ditunggu penyelesaian kerangka hukum dan penyiapan perjanjian kerjasama (MoU) antara 10 negara ASEAN untuk pelaksanaan projek percontohan ASW. “Secara intensif dilakukan uji coba pertukaran data antara Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Brunei, dengan target untuk membuktikan bahwa sistem ASW bisa direalisasikan," ujar dia.
Rachmat juga memaparkan, telah terdapat sejumlah pengguna yang menggunakan portal INSW seperti 20.959 perusahaan importir dan 7.144 perusahaan eksportir. Rahmat mengemukakan, pihaknya juga melakukan evaluasi dan monitoring atas penerapan sistem INSW melalui pertemuan reguler dengan pihak eksternal seperti beragam asosiasi usaha serta Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin).
(kap/rin/nis)



